Cerita Novita Tandry Peroleh Master Franchise Tumble Tots Indonesia

0
803
Tumble Tots (dok tumbletotsbogor.blogspot.com)

Kiprah Owner dan Master Franchise Tumble Tots Indonesia, Novita Tandry di bidang pendidikan sudah tak asing lagi. Bahkan, dedikasinya di dunia pendidikan membuahkan banyak penghargaan.

Master Franchise dan Owner Tumble Tots Indonesia, Novita Tandry ini terjun ke dunia pendidikan karena awalnya tertarik dengan sekolah Tumble Tots. Saat itu anak sulungnya yang saat itu berusia enam bulan bersekolah di Tumble Tots, Singapura. Ia melihat anaknya yang tadinya pemalu dan jika bertemu orang yang belum dikenalnya menangis ini, tiga bulan sejak masuk sekolah menjadi berubah. Ia melihat anaknya menjadi pemberani dan bisa menyapa dan salaman dengan orang lain.

Dari situlah wanita yang juga mengenyam pendidikan di London Montessory International, London, Inggris ini tertarik dengan program yang diberikan di Tumble Tots. Ia pun mencoba mengajukan permohonan untuk membuka franchise-nya, tetapi saat itu karena ia masih muda maka CEO Tumble Tots memandangnya sebelah mata. Tapi Novita tak pantang menyerah.

Ia mulai mengejar sang Master Franchise di Singapura, Bangkok-Thailand hingga ke London-Inggris. Namun akhirnya ia berhasil menemui CEO. Karena CEO Tumble Tots langsung jatuh cinta dengan Novita berkat kegigihannya, maka ia pun mendapatkan “restu” menjadi Master Franchise Tumble Tots Indonesia pada tahun 1993.

Di Indonesia, Tumble Toots pertama kali dibuka di Blok M Plaza. Karena memiliki passion di bidang pendidikan anak-anak maka dengan cepat ia bisa mengembangkan sekolah miliknya ini. Meski ia mengaku tidak ada cita-cita ingin membuka berapa cabang, namun saat ini Tumble Tots sudah memiliki 50 cabang dan siap membuka cabang lagi di Papua.

Novita merasa beruntung bisa menjalankan bisnis yang sesuai passion, tanpa harus ia sering meninggalkan anak-anaknya. Ia percaya bahwa anak-anak membutuhkan orangtuanya sebagai role model. Apalagi di usia anak-anak di bawah lima tahun ini adalah masa-masa pembentukan yang sangat penting.

“Bayangkan passion atau hobi ini menjadi sesuatu yang dijalankan setiap hari. Apakah itu bukan suatu anugerah?” ucapnya.

Di Tumble Tots, ia bisa mengembangkan nilai-nilai moral yang diajarkan orangtuanya yaitu nilai integritas. Para pekerja ditanamkan nilai-nilai integritas, mulai dari dalam diri sendiri. Apalagi di bidang pendidikan, sebagai seorang pendidik harus memberikan role model. Karena itu, setiap minggu diadakan controller meeting untuk semua karyawan dan setiap tiga bulan sekali diadakan refresher training agar para karyawan tetap bekerja sesuai jalur dan termotivasi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.