Setahun Melantai di Bursa, Pollux Properti Bukukan Marketing Sales Rp928 miliar

0
515
Foto Ist

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang properti, bisa dibilang PT Pollux Properti Indonesia Tbk. (POLL) masih anak baru. Meski demikian, anak usaha dari Pollux Group International (POLI) ini mampu menunjukkan kinerja keuangan yang ciamik.

Sejak melantai di bursa efek Indonesia pada 11 Juli 2018 lalu, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk tahun buku 2018 yang digelar di Ballroom Four Season Hotel, Capital Place,Jakarta, perseroan membukukan penjualan Rp928 miliar. Jika dibandingkan tahun sebelumnya, marketing sales ini naik 110% atau berada di angka sebesar Rp441 miliar.Bukan hanya itu laba bersih perusahaan juga mengalami kenaikan dua kali lipat.

“Tahun ini laba bersih kami mencapai Rp229 miliar atau naik dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya yaitu Rp100 miliar,” kata Dr. Nico Po, CEO PT Pollux Properti Indonesia Tbk

Nico menyebut, pendapatan tersebut dikontribusi dari penjualan apartemen sebesar Rp594 miliar dan penjualan perkantoran sebesar Rp332 miliar. Adapun, total asset yang dimiliki Perseroan adalah sebesar Rp4,9 triliun, meningkat 48% dibanding tahun 2017 sebesar Rp3,3 triliun.

Karena itu tak salah jika di tahun 2010, Perseroan meningkatkan target marketing sales hingga 2 kali lipat menjadi  Rp1,98 triliun. Pendapatan tersebut berasal dari pengakuan pendapatan lanjutan atas booking sales diberbagai proyek seperti proyek Chadstone sebesar Rp176,7 miliar, World Capital Tower sebesar Rp133,2 miliar, Meisterstadt sebesar Rp85,1 miliar, Amarsvati sebesar Rp47,7 miliar dan Gangnam District sebesar Rp18,3 miliar.

Sementara itu, Presiden Komisaris PT Pollux Properti Indonesia Tbk., Mr. Po Sun Kok  meningkatnya marketing sales dalam dua tahun terakhir karena perseroan fokus mengeluarkan produk yang berbeda dengan pesaing dan lebih berupaya untuk menciptakan produk properti yang berkualitas serta memberikan added value, namun masih dengan harga yang relatif terjangkau.

Salah satu keunggulan dan ciri khas perseroan ini adalah hampir seluruh proyek Pollux Properti Indonesia saat ini mengusung konsep mega superblok. Dengan demikian penghuni lebih nyaman karena dalam kawasan tersebut terdapat residensial, perkantoran, pusat perbelanjaan hingga rumah sakit.

“Di tahun 2019, kami masih memfokuskan pada penyelesaian proyek-proyek yang sedang berjalan, melakukan persiapan untuk proyek dalam portofolio dan melihat potensi proyek baru untuk pengembangan usaha,” ujar Po Sun Kok dalam acara public expose.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.