Dorong Tim Keluarkan Inovasi Jadi Kunci Sukses William Kembangkan Tokopedia

0
554
CEO Tokopedia William Tanuwijaya. (Hipwee)

Berempat.com – Siapa yang tak kenal William Tanuwijaya, pengusaha muda yang sukses di balik besarnya nama Tokopedia sebagai salah satu raksasa e-commerce Indonesia. Tentu tak mudah bagi William dalam membesarkan Tokopedia yang dirintisnya sejak 2009 silam ini. Namun, kegigihannya mampu membuahkan hasil.

Softbank dan Sequoia Capital pun tak segan untuk mengucurkan dana hingga US$ 100 juta atau Rp 1,2 triliun kepada Tokopedia di tahun 2014. Sampai kemudian investor terus berdatangan dan menjadikan Tokopedia sebagai ‘The Unicorn’ pertama di Indonesia.

Tak dapat dipungkiri, berkat pendanaan dalam jumlah besar tersebut Tokopedia pun dapat dengan mudah melejit. Namun, tetap saja uang bukan satu-satunya hal yang bisa membesarkan Tokopedia. William pun mengklaim jika tantangan terbesar dari generasi internet adalah di ‘unknown’. Dalam arti, banyak hal yang tidak bisa diprediksi.

“Nokia pernah punya 80% pangsa pasar. Mereka tidak melakukan hal yang salah. Tetapi perkembangan zaman begitu cepat sehingga hal salah yang mereka lakukan adalah tidak mengantisipasi perkembangan zaman,” papar William ketika ditemui di Jakarta beberapa tahun lalu.

“Di Tokopedia, cara kami untuk meng-capture perubahan zaman tersebut adalah dengan mendengarkan feedback dari masyarakat. Terutama consumer setia kami,” sambungnya.

Namun, William mengaku jika sisi internal menjadi keutamaan bagi Tokopedia agar tetap berkembang. Ia pun mengaku jika setiap 3 bulan sekali Tokopedia akan mengumpulkan tim internal dan mendorong mereka untuk mengeluarkan inovasi yang sekiranya diperlukan.

“Jadi, selama 2 hari mereka disuruh membentuk tim yang maksimal beranggota 5 orang. Dan dalam 2 hari mereka diharuskan membentuk sebuah MVP (Minimum Viable Product) dan akan diambil 2 pemenang. Dan dari 2 pemenang itu produknya akan benar-benar diluncurkan dan dirasakan manfaatnya oleh jutaan pengguna Tokopedia,” ungkap William.

Setelah itu, sambungnya, Tokopedia akan mempelajari lagi apakah masyarakat suka dengan ide atau terobosan yang diluncurkan oleh Tokopedia. “Kalau suka maka kami akan investasi besar-besaran di produk tersebut. Kalau tidak, ya sudah tidak masalah. Minimal kita bisa belajar bahwa ternyata apa yang kita pikirkan tidak cocok,” katanya.

Jadi, dengan begitu inovasi bukan hanya sekedar ide yang tidak pernah dieksekusi, tetapi didorong sehingga menjadi sesuatu yang nyata. Dan menurutnya, saat ini Indonesia sendiri memiliki UKM yang begitu banyak. Dan jika UKM digabungkan dengan teknologi maka akan menjadi sesuatu yang powerful.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here