Cerita Ilman dari Bisnis Suplier Sapi Jadi Supplier Kebutuhan Pokok hingga Ekspedisi

0
498

Bermula dari hobi dan ingin membantu petani peternak di Pulau Sumbawa, menarik Ilman merintis usaha peternakan sapi dengan nama Bima Jaya Farm di tahun 2011. Perusahaan supplier sapi Bali, Bima, Kupang ini mampu menjual 1.000 ekor sapi setiap bulannya. Bahkan penjualan bisa mencapai 1.200 saat lebaran Idul Adha.

Sembilan tahun fokus menjalankan usaha penggemukan dan pensuplai sapi lokal baik dari Kupang, Sapi SO (Sumba Ongole) Waingapu NTT atau sapi ras bali dari Bima NTB, bisnis Ilman melalui Bima Jaya Farm kian berkembang. “Alhamdulillah usaha berkembang, banyak permintaan untuk suplay beberapa kebutuhan pokok lainya seperti telur, ayam dan ikan dan termasuk mendirikan perusahaan khusus untuk expedisi pengangkutan hasil pertanian antar pulau sejak 2019,” ujarnya

Lebih lanjut ia mengatakan sudah mulai suplay ke kebutuhan katering katering, koperasi koperasi pesantren, pedagang umum dan PD Darma Jaya DKI. Berkembangnya usaha kini Ilman memiliki karyawan tetap dan harian 20 orang dan kelompok tani 287 orang semua ada di wilayah pulau Sumbawa. Sedangkan sentra usaha ada di Jalan Soleh Iskandar Bogor. “Kalau dihitung luasan lahan yang digunakan kita ada 1 hektaran dan lahan sewa berlokasi di kota Bogor seluas 2 ha,” tandasnya.

Hingga kini, Ilman mengatakan belum ada kerja sama pembiayaan baik oleh bank maupun perorangan. “Kemungkinan kedepannya akan kami lakukan sistem kerja sama penanaman modal dengan sistem bagi hasil sesuai kesepakatan bersama. Karena kami butuh modal yg besar untuk memperluas pasokan produk produk kami. Balik modal kami memberikan pilihan antara 6-12 bulan,”ujar pria lulusan Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak IPB ini.

Ilman tak menyangkal ikut terimbas pandemi Corona virus ini. “Cukup signifikan karena kepastian pasar tidak jelas, petani petani khawatir produk mereka tidak terjual semua dan  harga menurun,” ungkapnya.

Meski demikian, ia tetap menjalankan usahanya dengan menjaga kesehatan mitra dan karyawan. Tak lupa, ia pun menyisihkan 25 persen pendapatnya untuk pengembangan yayasan Baca Qur’an Indonesia (BAQI) untuk santri santri Tahfiz hafal 30 Juz setahun yang berlokasi di Cimanggis Depok. “Alhamdulillah sekarang saya bisa mendirikan yayasan tahfiz. Kami pun menggratiskan bagi siapa saja yang ingin menjadi santri di BAQI,” tutupnya.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.