Strategi Mengelola Dua Bisnis

0
117
Meningkatkan produktivitas perusahaan ala Elon Musk. (Pexels)

Dalam menjalankan bisnis tentu kerap Anda menghadapi masalah pengelolaan keuangan, apalagi bisnis yang dijalankan lebih dari satu. Terkait hal tersebut, berikut solusinya.

Untuk masalah pengelolaan uang masuk dan keluar, terjadi pengeluaran yang lebih besar dari pemasukan. Pengeluaran digunakan untuk pembayaran cicilan dan menopang usaha ternak. Sayangnya, usaha ternak tidak berhasil mendatangkan pemasukan sehingga membebani usaha toko yang tidak mendapat alokasi dana.

Penyebab di sini tidak adanya pemisahan uang dari bisnis toko dan ternak sehingga usaha toko tidak mendapat dana. Ini menyebabkan tidak adanya dana untuk barang dagangan. Barang dagangan menyusut membuat banyak pembeli kecewa karena tidak menemukan barang yang dicari.

Kalau usaha toko pakaian Anda sebelumnya ramai dan kemudian sepi karena barang dagangan yang menyusut, maka sebaiknya saat ini fokus dulu ke pengelolaan toko pakaiannya. Lakukan perbaikan mulai dari penataan, pemajangan, dan yang utama pengadaan pakaian yang sesuai dengan selera konsumen dan model terbaru.

Tujuannya supaya toko pakaian ini bisa menjadi sumber pemasukan kembali. Lakukan pemasaran yang intensif terhadap toko pakaian. Kalau Anda mempunyai akses internet, coba tawarkan juga melalui situs jejaring internet seperti Facebook, Twitter, email dengan grup-grup atau Blackberry Messenger (BBM).

Saya amati teman-teman saya yang menawarkan pakaian melalui Facebook dan sejenisnya cukup laris. Nah dengan cara ini Anda bisa menjual melalui dua cara, yaitu melalui toko dan internet.

Lalu terkait menambah bisnis baru, ada baiknya dilakukan setelah penjualan toko pakaian pulih. Tujuannya supaya perhatian kita tidak terpecah-pecah dulu. Namun kalau mau menambah bisnis sampingan, ada baiknya memilih bisnis yang masih ada kaitannya dengan toko pakaian atau memanfaatkan ruangan toko yang masih ada.

Jangan mengembangkan bisnis yang terlalu jauh dengan bisnis yang sudah digeluti. Ini penting supaya kita bisa memanfaatkan sinergi.

Sebagai contoh, mengoptimalkan ruangan toko yang ada untuk menambah usaha sampingan. Misalnya saja menambah jenis barang dagangan yang masih berkaitan dengan pakaian (fesyen atau mode) seperti aksesoris, gelang, kalung manik-manik yang bisa dipadankan dengan pakaian yang dijual.

Untuk barang-barang pelengkap ini, usahakan memakai sistem konsiyasi dari pemasok yaitu bayar setelah barang laku terjual. Dekati pemasok dan minta mereka menitipkan barangnya ke toko. Lalu minta cara pembayaran kalau barang sudah laku.

Bagaimana dengan bisnis martabak mini? Makanan termasuk bisnis yang menarik. Saran saya, kalau mau dijalankan sebaiknya dilakukan setelah barang dagangan di toko pakaian dibenahi dan penjualan di toko pakaian pulih, katakan 2-3 bulan kemudian.

Tujuannya supaya ada penopang kas masuk lebih dulu. Untuk alokasi dana yang dilakukan gunakan proporsi sesuai dengan kontribusinya. Berikan alokasi dana yang besar untuk bisnis yang sudah jalan. Adanya alokasi dana cadangan memang perlu dilakukan. Selamat membenahi usaha toko pakaiannya dan semoga laris kembali.

 

Oleh: Istijanto Oei,

Pelatih dan Konsultan Bisnis Prasetiya Mulya,

Penulis Buku: ”Jurus-jurus Sakti Wirausaha”

dan ”Rahasia Sukses Toko Tionghoa”

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.