Hasil Quick Count Pilpres 2024, Potensi Pemerintahan Seimbang dan Peran PDIP dalam Komposisi Politik

0
131
Hasil Quick Count Pilpres 2024
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri berpidato dalam perayaan HUT PDIP ke-50 di Jakarta, Selasa (10/1/2023). (Foto: Arsip DPP PDIP)
Pojok Bisnis

Berdasarkan hasil quick count Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 yang dilakukan oleh beberapa lembaga survei, Pasangan Nomor Urut 02, Prabowo-Gibran, hampir pasti memenangkan putaran pertama. Data yang masuk hampir mencapai 100 persen, dan Direktur Eksekutif Indo Barometer, M. Qodari, menyatakan bahwa hasil quick count ini berpotensi membentuk pemerintahan yang seimbang, terutama dalam komposisi kekuasaan eksekutif dan legislatif.

Hasil Quick Count Pilpres 2024 Dan Komposisi Politik Di Indonesia. 

Meskipun masih bersifat sementara, Qodari memprediksi bahwa Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) akan keluar sebagai pemenang dalam Pemilu 2024 dan menjadi penguasa di parlemen. Hal ini akan menciptakan komposisi peta politik yang sangat ideal.Dengan adanya kondisi politik seperti ini, kontrol politik atas pemerintah akan semakin kuat. Qodari menyebut bahwa potensi komposisi pemerintahan yang ideal adalah presiden berasal dari Gerindra dan ketua DPR dari PDIP, seperti Puan Maharani, atau ketua DPR dari Golkar, seperti Airlangga Hartarto.Namun, jika PDIP menjadi ketua DPR, Qodari memperkirakan bahwa mereka akan menjadi oposisi penuh. Hal ini tercermin dari sikap Ketua Umum PDIP, Megawati, yang cenderung tidak akan berkompromi dengan pemerintahan Prabowo-Gibran. Qodari menyebutkan bahwa situasi ini mengingatkan pada periode antara 2004 hingga 2014, di mana PDIP berada di luar pemerintahan.

Hasil quick count dari berbagai lembaga survei menunjukkan bahwa Prabowo-Gibran unggul dengan cukup jauh. Misalnya, Poltracking menunjukkan suara 57,62 persen untuk Prabowo-Gibran, Indikator 58 persen, LSI Denny JA 58,16 persen, Charta Politika 57,81 persen, dan PRC 59,32 persen. Sementara itu, pasangan Anies-Muhaimin mendapat suara rata-rata 24-25 persen, dan Ganjar-Mahfud 16-17 persen. Secara keseluruhan, PDIP meraih suara tertinggi dalam pemilu legislatif (pileg) menurut hasil quick count dari Poltracking, LSI, dan Charta Politika. Golkar dan Gerindra juga meraih suara yang signifikan. Namun, perolehan kursi yang akhir masih dalam proses penghitungan dan masih mungkin terjadi perubahan. Dengan komposisi politik seperti ini, diharapkan terjadi pemerintahan yang seimbang antara eksekutif dan legislatif, serta adanya mekanisme check and balance yang kuat. Bagaimanapun, hasil akhir dan dinamika politik pasca-Pilpres 2024 masih harus ditunggu untuk memastikan komposisi pemerintah yang sebenarnya dan peran PDIP sebagai oposisi atau bagian dari pemerintahan.

DISSINDO
Top Mortar Semen Instan