Koalisi Indonesia Bersatu Dianggap Cuma Gimmick Istana

Koalisi Indonesia Bersatu Dianggap Cuma Gimmick Istana
Tiga pimpinan partai peserta Koalisi Indonesia Bersatu saat memberikan keterangan kepada wartawan beberapa waktu lalu. (Dok: Detik.com)

Jakarta – Pengamat Politik Uchok Sky Khadafi menilai, manuver sejumlah partai politik dengan membuat poros koalisi jelang pemilu 2024 tak lebih sebagai gimmick belaka. Uchok juga menduga, koalisi yang di motori partai Golkar cs merupakan bentuk kehendak Istana.

Hanya saja, kata dia lagi, koalisi tersebut terlihat sangat rapuh karena tidak ada ikatan ideologis secara kuat melainkan hanya konsolidasi kepentingan yang bersifat pragmatis saja.

“Itu seperti Jembatan Hutan Kota Kemayoran, baru saja diresmikan Kementerian Sekretariat Negara, besoknya Jembatan tersebut pun ambruk. Karena fondasi jembatan koalisi partai ini tidak kuat. Dimana Parpol-parpol tersebut dibelakang layar sebenarnya hanya memikirkan sebatas jual beli capres doang, dan juga adanya porsi pembagian kekuasaannya,” jelas Ucok seperti yang ditulis TeropongSenatan.com.

Yang jelas, kata dia, koalisi bentukan partai Golkar tersebut sebenarnya sudah dibuat jauh sebelum mereka mengumumkannya ke publik.

“Shake hand deal memang sudah terjadi jauh sebelumnya sepertinya. Mereka gimmick aja itu bikin koalisi ini dan itu agar terlihat formal di mata publik, tapi sebentar lagi ambruk, karena ditolak publik dan investor capres,” kata dia.

Tak hanya itu, Uchok menduga, barisan koalisi pendukung pemerintah minus PDIP sudah punya design agar bisa menang di pilpres, dan bisa menjalankan pemerintahan ke depan.

“Mereka sudah siap atur jalannya pemerintahan 2024 nanti. Sepertinya dengan PDIP deadlock mereka. Jadi sudah bisa ditebak bahwa arah kontestasi Pilpres nanti tak lebih sebagai ajang pertarungan kekuatan barisan para pemodal. Bukan pertarungan calon. Mereka hanya wayang saja calon-calon itu,” tandasnya.

Uchok juga memprediksi, parpol lainnya seperti NasDem, PKB yang belum gabung pada akhirnya akan jadi satu kekuatan koalisi.

“Pokonya minus PDIP. Jadi parpol di luar PDIP pada akhirnya akan menyatu dalam satu barisan koalisi, itu harapan mereka,” tandas Uchok Sky.

“Tapi sayang seribu sayang, yang muncul bukan kekuatan istana melawan calon PDI Perjuangan. Tapi prediksi saya akan muncul adalah, tiga kekuatan capres dalam pilpres nanti. Yaitu, calon presiden yang diusung Istana, BuzzerRp, koalisi Prabowo Cak Imin, dan Puan Anies,” sambungnya.

Khusus untuk koalisi yang digagas Golkar, Uchok menilai, koalisi tersebut tidak mendapat respons positif dari publik. Publik yang menghendaki perubahan.

“Yang saya takuti, koalisi yang dibentuk Istana saat ini, partai politik akan ditinggal konstituen mereka dan investor capres karena kurang laku di mata publik,” tutup dia.