Jumat, Mei 8, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 84

Pemerintah All Out Kawal Penyerapan Gula Petani Jelang Puncak Giling

Menjelang puncak musim giling tebu nasional pada Juli hingga Agustus 2025, pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (NFA) mengambil langkah tegas untuk memastikan penyerapan gula petani berjalan optimal. Langkah ini bertujuan agar hasil panen petani tebu dapat terserap dengan harga yang sesuai dan tidak terganggu oleh masuknya gula rafinasi ke pasar konsumsi.

Kepala NFA Arief Prasetyo Adi menegaskan bahwa pemerintah telah memperkuat koordinasi lintas lembaga, termasuk dengan Satgas Pangan Polri, guna mengawasi distribusi dan memastikan tidak ada pelanggaran dalam tata niaga gula nasional. Salah satu fokusnya adalah mengendalikan potensi rembesan gula rafinasi yang kerap menekan harga jual gula petani di pasaran.

“Kita ingin penyerapan gula petani betul-betul terjadi dengan harga Rp 14.500 per kilogram, sesuai Harga Acuan Pembelian (HAP). Rembesan gula rafinasi ke pasar umum harus dihentikan karena berpotensi merusak harga di tingkat produsen,” ujar Arief di Jakarta, Sabtu (5/7/2025).

Satgas Pangan dan BUMN Diminta Percepat Lelang dan Awasi Distribusi

Penegasan tersebut merupakan kelanjutan dari Rapat Koordinasi Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Gula yang digelar NFA pada 17 Juni lalu. Dalam rapat tersebut, pemerintah, asosiasi petani, pelaku industri, serta BUMN pangan seperti ID FOOD dan PTPN menyepakati pentingnya pengawasan distribusi dan percepatan proses lelang gula secara transparan.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan NFA, I Gusti Ketut Astawa, menyebut bahwa seluruh pemangku kepentingan telah sepakat mendukung serapan gula petani dengan harga yang adil. Ia menekankan pentingnya pengawasan lintas kementerian dan lembaga terhadap distribusi gula, terutama dalam mencegah masuknya produk rafinasi ke pasar yang tidak semestinya.

Langkah pengawasan juga melibatkan kepolisian. Lewat telegram resmi tertanggal 2 Juli 2025, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan Satgas Pangan untuk turun langsung ke daerah, berkoordinasi dengan dinas perdagangan, dan mengecek jalur distribusi dari produsen hingga pasar. Termasuk dalam pengawasan adalah pemetaan potensi pelanggaran serta praktik penyelundupan di wilayah perbatasan yang bekerja sama dengan Bea dan Cukai.

Jika ditemukan pelanggaran dalam pendistribusian gula rafinasi, pelaku usaha akan ditindak tegas. Pemerintah menegaskan bahwa regulasi ini dibuat bukan untuk membatasi, melainkan memastikan pasar yang sehat dan berkeadilan.

Arief menyampaikan apresiasi terhadap seluruh pihak yang telah menunjukkan komitmennya menjaga kestabilan harga dan kesejahteraan petani. Ia menegaskan, keberhasilan dalam pengelolaan distribusi gula akan turut memperkuat ketahanan pangan nasional, khususnya dalam sektor tebu dan pergulaan.

“Petani tidak boleh dirugikan. Kita semua harus hadir dan bertanggung jawab dalam memastikan hasil panen mereka terserap dengan layak,” tutup Arief.

Kaji Ulang Kenaikan Tarif Ojol, Pemerintah Ingin Semua Pihak Diuntungkan

0

Rencana kenaikan tarif ojol kembali mencuat ke permukaan. Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan menegaskan bahwa wacana tersebut masih dalam tahap kajian. Dirjen Perhubungan Darat, Aan Suhanan, menyatakan bahwa rencana kenaikan tarif ojol akan melibatkan diskusi terbuka dengan asosiasi pengemudi serta perusahaan aplikator.

“Belum ada keputusan final. Semua masih dalam tahap pembahasan dan pengkajian mendalam,” ujar Aan, Rabu (2/7/2025).

Pemerintah Jaga Keseimbangan Ekosistem Transportasi Digital

Menurut Aan, penyesuaian tarif harus mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari keberlangsungan penghasilan para mitra pengemudi, kelangsungan bisnis aplikator, hingga daya beli masyarakat. Prinsip kehati-hatian menjadi pijakan utama pemerintah dalam menyusun kebijakan ini.

“Kami berupaya mencari titik temu terbaik yang tidak merugikan siapa pun. Kepentingan pengemudi dan kelangsungan layanan harus seimbang dengan kemampuan bayar masyarakat,” tuturnya.

Usulan yang sedang dikaji mengarah pada peningkatan tarif sebesar 8 hingga 15 persen, tergantung wilayah operasional yang terbagi dalam tiga zona. Namun demikian, Aan menegaskan bahwa belum ada tanggal pasti kapan kebijakan ini akan diberlakukan secara resmi.

Tetap Pertimbangkan Usulan dari Mitra Pengemudi

Di sisi lain, Kemenhub juga sedang mempertimbangkan usulan dari para mitra pengemudi mengenai batas maksimal potongan biaya aplikasi, yakni sebesar 10 persen. Menurut Aan, hal ini juga memerlukan analisis menyeluruh karena melibatkan lebih dari satu juta pengemudi dan puluhan juta pelaku UMKM yang turut bergantung pada layanan berbasis aplikasi.

“Kita tak bisa ambil keputusan terburu-buru. Ini soal jutaan orang yang bergantung pada ekosistem ini, baik sebagai pengguna maupun pelaku,” tegasnya.

Kemenhub juga berencana menggelar Focus Group Discussion (FGD) dalam waktu dekat. FGD tersebut akan melibatkan pemangku kepentingan lintas sektor—mulai dari perwakilan driver, aplikator, hingga wakil legislatif—untuk mencari titik temu terbaik terhadap berbagai isu, termasuk penyesuaian tarif dan potongan aplikasi.

Aan mengungkapkan bahwa substansi dari kenaikan tarif sebenarnya telah disepakati secara prinsip bersama pihak aplikator. Namun, proses koordinasi dan sosialisasi masih berlangsung sebelum aturan final dirilis.

Gerak Cepat Pemerintah, Pariwisata di Jakarta Digenjot Lewat Kolaborasi Besar

Upaya memperkuat posisi pariwisata di Jakarta sebagai bagian penting dari wajah Indonesia di mata dunia kian serius dilakukan. Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, bersama Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menandatangani nota kesepahaman untuk membangun kerja sama strategis demi pengembangan sektor pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan. Penandatanganan MoU tersebut berlangsung di Balai Kota DKI Jakarta pada Kamis (3/7/2025).

Menurut Menteri Pariwisata, kolaborasi ini akan membuka ruang sinergi lebih luas antara pusat dan daerah, khususnya dalam program promosi, penyelenggaraan event, hingga penataan kawasan kota. “Ada banyak potensi pariwisata di Jakarta yang bisa digarap lebih maksimal jika dikerjakan bersama,” ujarnya.

Dukung Transformasi Jakarta Jadi Magnet Wisata Global

Dikenal sebagai salah satu pintu utama masuknya wisatawan mancanegara, Jakarta punya peran strategis dalam ekosistem pariwisata nasional. Bahkan, kontribusi sektor pariwisata terhadap PDRB ibu kota tercatat sebagai yang terbesar kedua secara nasional. Selain menjadi tuan rumah berbagai event internasional, Jakarta juga menyimpan kekayaan budaya dan sejarah yang sangat potensial untuk dikembangkan.

Kerja sama ini diharapkan mampu memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global sekaligus meningkatkan daya saing destinasi. Fokus pengembangan juga mencakup peningkatan kualitas layanan, perbaikan infrastruktur, serta pemanfaatan potensi lokal yang lebih merata.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Pramono menyampaikan apresiasinya terhadap langkah bersama ini. Ia menilai, pembangunan sektor pariwisata tidak bisa dilepaskan dari pengelolaan lingkungan, termasuk persoalan sampah di titik-titik wisata. “Kami ingin membuktikan bahwa pengelolaan sampah bisa menjadi bagian dari solusi membangun wajah kota yang lebih ramah wisatawan,” ujarnya.

Sebagai catatan, Kementerian Pariwisata sebelumnya telah menggagas Gerakan Wisata Bersih di kawasan Kota Tua pada Februari lalu. Kegiatan ini berhasil mengumpulkan 3,2 ton sampah dan melibatkan ribuan warga dari berbagai kalangan.

Adapun ruang lingkup kerja sama ini mencakup pengembangan destinasi wisata, penyelenggaraan MICE dan event-event strategis, peningkatan kapasitas SDM pariwisata, serta penguatan promosi dan pemasaran. Tak hanya itu, kerja sama ini juga diarahkan untuk membuka peluang investasi serta membangun sistem pertukaran data dan informasi yang transparan sesuai regulasi.

Dengan target kunjungan wisatawan mancanegara tahun ini mencapai 16 juta orang, serta lebih dari satu miliar perjalanan wisatawan nusantara, kolaborasi ini menjadi pijakan penting dalam mewujudkan visi besar Jakarta sebagai pusat wisata kelas dunia.

Kenapa Harga Jual dan Beli Emas Selalu Beda? Ini Alasannya!

0

Bagi yang sering berinvestasi atau sekadar membeli perhiasan, mungkin pernah bertanya-tanya: kenapa harga jual beli emas beda? Padahal, selisihnya bisa cukup signifikan. Misalnya hari ini beli emas 1 gram seharga Rp1.200.000, tapi saat dijual lagi hanya laku Rp1.100.000 atau bahkan kurang. Kok bisa?

Pertanyaan ini sering muncul di kalangan masyarakat, terutama yang baru mulai melirik emas sebagai instrumen investasi. Kenapa harga jual beli emas beda? Jawabannya bukan cuma satu, karena ada beberapa faktor yang membuat selisih ini wajar terjadi dalam dunia perdagangan emas.

Faktor-Faktor yang Membuat Harga Beda

Perbedaan harga penjualan dan beli emas disebabkan oleh beberapa hal, salah satunya adalah biaya produksi dan distribusi. Emas batangan, misalnya, perlu dicetak dan disertifikasi. Proses ini butuh biaya, dan tentu saja margin tersebut akan dimasukkan dalam harga jualnya.

Selain itu, fluktuasi harga emas dunia juga memengaruhi harga di pasaran. Saat harga emas global naik, harga beli di toko ikut naik, tapi belum tentu harga jual ke toko juga langsung ikut melonjak. Toko perlu mempertimbangkan stabilitas harga sebelum menetapkan harga beli dari konsumen.

Jangan lupakan juga soal spread—yaitu selisih harga beli dan harga jual—yang memang sudah menjadi strategi bisnis toko emas atau platform penjualan emas digital. Spread inilah yang jadi keuntungan mereka. Semakin besar spread-nya, semakin besar juga keuntungan yang diambil oleh penjual emas.

Ada juga faktor permintaan dan penawaran lokal. Di daerah atau waktu tertentu, bisa jadi permintaan emas sedang rendah, sehingga harga beli turun agar toko tidak menumpuk stok. Sementara di waktu lain, saat permintaan naik, harga jual bisa melonjak.

Jadi, Gimana Menyikapinya?

Buat yang ingin investasi emas, penting untuk tidak buru-buru menjual hanya karena butuh dana cepat. Karena selisih harga yang lumayan, sebaiknya emas dijadikan investasi jangka menengah hingga panjang agar keuntungannya terasa.

Selain itu, pilih platform atau toko emas yang transparan soal spread harga. Banyak aplikasi sekarang sudah menampilkan harga beli dan jual secara real-time, sehingga bisa memperhitungkan waktu terbaik untuk membeli atau menjual.

Dan terakhir, pastikan emas yang dibeli adalah emas murni dengan sertifikat resmi, terutama jika tujuannya untuk investasi. Emas perhiasan lebih cocok untuk dipakai, bukan untuk dijual cepat, karena ada potongan biaya pembuatan saat dijual kembali.

Jadi, sudah jelas ya kenapa harga jual beli emas beda? Dengan memahami faktor-faktor penyebabnya, keputusan untuk membeli atau menjual emas bisa dilakukan dengan lebih bijak dan strategis.

Atasi Lonjakan Harga, Pemerintah Matangkan Kebijakan LPG Satu Harga Nasional

Rencana penerapan LPG Satu Harga tengah menjadi fokus pemerintah untuk memastikan distribusi gas bersubsidi 3 kilogram lebih merata dan tepat sasaran. Kebijakan ini digagas sebagai respons atas banyaknya disparitas harga yang masih terjadi di lapangan, dengan tujuan pelaksanaan pada tahun 2026.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa langkah ini merupakan bagian dari revisi dua regulasi utama, yakni Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 104 Tahun 2007 dan Perpres Nomor 38 Tahun 2019. Revisi tersebut akan menata ulang mekanisme penyediaan dan distribusi LPG 3 kg agar lebih sederhana, transparan, serta terhindar dari kebocoran.

Mekanisme Baru Distribusi dan Penetapan Harga

Dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI, Bahlil menegaskan bahwa sistem LPG Satu Harga akan memudahkan pengawasan dan mencegah praktik penyelewengan di tingkat distribusi. Salah satu yang disoroti adalah harga eceran tertinggi (HET) LPG 3 kg yang kerap melonjak di luar batas wajar. Meski HET ditetapkan antara Rp16.000 hingga Rp19.000, fakta di lapangan menunjukkan harga bisa melambung hingga Rp50.000 per tabung.

“Kita ingin menyederhanakan mata rantai distribusi. Jangan lagi ada harga berbeda-beda antarwilayah. Cukup satu harga untuk seluruh Indonesia,” ujar Bahlil, Rabu (2/7).

Ia juga menambahkan, perubahan regulasi ini akan didasarkan pada perhitungan logistik masing-masing daerah dan akan mengutamakan efisiensi serta keadilan energi bagi kelompok sasaran seperti rumah tangga miskin, nelayan kecil, petani, serta pelaku usaha mikro.

Meniru Berhasilnya Program BBM Satu Harga

Senada dengan Bahlil, Wakil Menteri ESDM Yuliot mengungkapkan bahwa pendekatan ini akan meniru keberhasilan program BBM Satu Harga. Menurutnya, model serupa akan diadopsi untuk LPG demi menciptakan stabilitas harga dari hulu ke hilir.

“Evaluasi harga akan dilakukan per provinsi. Targetnya, tidak ada lagi perbedaan signifikan di tingkat konsumen,” kata Yuliot.

Pemerintah juga sedang menyiapkan transformasi skema subsidi LPG berbasis data penerima manfaat. Artinya, subsidi tidak lagi diberikan secara menyeluruh, melainkan langsung kepada masyarakat yang memang berhak. Proses ini akan mempertimbangkan kesiapan data, teknologi, serta dinamika sosial-ekonomi masyarakat di berbagai daerah.

Langkah ini dinilai penting untuk menutup celah manipulasi kuota dan memastikan bahwa anggaran subsidi yang besar benar-benar dinikmati oleh kelompok sasaran, bukan oleh pihak yang tidak berhak.

Sampingan Jadi Ojol? Ini Tips Biar Gak Ganggu Kerjaan Utama

Di tengah biaya hidup yang makin naik, banyak karyawan mulai mencari cara buat nambah penghasilan. Salah satu pilihan yang makin dilirik adalah sampingan jadi ojol alias ojek online. Waktunya fleksibel, penghasilannya bisa langsung cair, dan gak butuh modal gede. Tapi, pertanyaannya: gimana cara ngaturnya supaya kerja utama tetap jalan, tapi sampingan juga gak bikin capek berlebihan?

Faktanya, makin banyak karyawan yang mencoba peruntungan di dunia ojek online. Apalagi kalau punya kendaraan sendiri dan waktu luang di luar jam kerja. Sayangnya, gak semua berhasil karena gak bisa manajemen waktu dan energi dengan baik. Padahal, kalau dijalani dengan strategi yang pas, sampingan jadi ojol bisa jadi solusi keuangan tanpa ganggu kerja utama.

Atur Waktu, Tenaga, dan Target dengan Bijak

Hal pertama yang perlu diperhatikan sebelum nyemplung ke dunia ojol adalah disiplin waktu. Tentukan dulu kapan bisa narik, misalnya sepulang kerja atau saat libur. Hindari narik di jam-jam kerja kantor karena bisa ganggu performa dan reputasi di tempat kerja utama.

Bikin target harian atau mingguan sesuai kemampuan. Jangan terlalu ambisius di awal, karena tubuh juga butuh adaptasi. Misalnya, cukup 2–3 jam per hari di hari kerja, dan full time di akhir pekan. Kalau sudah terbiasa dan fisik kuat, baru tambah jam.

Selain itu, penting juga untuk jaga kesehatan dan stamina. Banyak kasus driver ojol yang kelelahan dan akhirnya jatuh sakit karena kurang tidur atau makan sembarangan. Ingat, kerja sampingan seharusnya membantu, bukan malah bikin masalah baru.

Siasati Finansial dan Cari Dukungan Lingkungan

Jangan lupa, hasil dari sampingan ini juga harus dikelola dengan baik. Misalnya, hasil narik bisa dijadikan dana darurat atau tabungan tambahan, bukan langsung habis buat gaya hidup. Kalau dikelola serius, hasil sampingan jadi ojol ini bisa bantu mewujudkan impian finansial, dari bayar cicilan, sampai modal usaha di masa depan.

Dukungan dari keluarga atau pasangan juga penting. Kasih pengertian kalau aktivitas ini bukan cuma cari uang, tapi juga bentuk usaha buat masa depan. Dengan komunikasi yang baik, waktu buat keluarga juga tetap bisa dijaga.

Kerja utama jalan, sampingan juga lancar—semuanya mungkin asal tahu cara ngaturnya. Sampingan jadi ojol bisa jadi solusi tepat buat menambah penghasilan, asalkan dijalani dengan strategi dan disiplin. Jangan lupa tetap jaga kesehatan, kelola waktu, dan manfaatkan hasilnya dengan bijak. Karena kerja keras harus tetap seimbang dengan hidup yang sehat dan bahagia.

Kolaborasi Kiky dan Jumbo Raup Minat Pasar Jelang Tahun Ajaran Baru

0

Menteri Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) Teuku Riefky Harsya melakukan kunjungan kerja ke PT Solo Murni, produsen alat tulis ternama Kiky Stationery, untuk melihat langsung dampak positif dari kolaborasi Kiky dan Jumbo. Kunjungan ini sekaligus meninjau kesuksesan produk hasil kerja sama antara Kiky dengan karakter animasi Jumbo besutan Visinema, yang telah memikat pasar lokal maupun global.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Riefky didampingi langsung oleh Presiden Direktur PT Solo Murni, Sinyo Haryanto, serta Direktur Rio Haryanto. Ia menyampaikan apresiasi atas inovasi Kiky yang tidak hanya memproduksi alat tulis berkualitas, tetapi juga memperkuat ekosistem kreatif melalui kolaborasi Kiky dan Jumbo.

“Ini adalah contoh nyata bagaimana kekuatan industri manufaktur bisa bersinergi dengan kekayaan intelektual lokal. Kolaborasi antara Kiky dan Jumbo tidak hanya menciptakan produk bernilai tinggi, tetapi juga memperluas pasar kreatif Indonesia,” tegas Menteri Riefky, Kamis (3/7/2025).

Kemenekraf terus mendorong komersialisasi karya kreatif melalui kolaborasi antar-sektor. Menteri Riefky menegaskan, pihaknya akan memfasilitasi lebih banyak kerja sama antara pelaku industri dan kreator konten untuk memperkuat ekonomi kreatif nasional.

“Kami ingin kreativitas seperti ini terus berkembang. Dukungan dari industri sangat penting agar karya anak bangsa bisa bersaing di tingkat global,” ujarnya.

Kiky Stationery: Dari Boyolali ke Dunia

Berdiri sejak 1976, PT Solo Murni telah bertransformasi dari produsen buku tulis biasa menjadi salah satu pemain utama industri kreatif. Saat ini, Kiky tidak hanya memproduksi alat tulis sekolah, tetapi juga perlengkapan kantor, kemasan hadiah, hingga produk OEM yang diekspor ke lebih dari 30 negara, termasuk AS, Jepang, dan Austria.

Rio Haryanto mengungkapkan, produk hasil kolaborasi Kiky dan Jumbo telah terjual hampir satu juta eksemplar sejak diluncurkan Mei lalu. Menurutnya, animo pasar sangat tinggi, terutama jelang tahun ajaran baru.

“Dalam satu shift produksi, kami bisa menghasilkan 20.000 eksemplar. Kami bahkan siap memenuhi permintaan internasional seiring rencana tayangnya animasi Jumbo di 30 negara,” papar Rio.

Dengan inovasi dan kolaborasi yang terus digalakkan, Kiky Stationery membuktikan bahwa produk kreatif Indonesia mampu bersaing di kancah global.

Pensiunan Tak Perlu Repot, Ambil Dana Pensiun Kini Bisa Langsung di Kantor Pos

Skema baru pencairan dana pensiun resmi diberlakukan mulai 1 Juli 2025. Kini, para pensiunan dapat langsung ambil pensiun di Kantor Pos terdekat setiap bulan, menggantikan metode sebelumnya yang dikirim melalui rekening bank. Inisiatif ini merupakan hasil kolaborasi antara PT Pos Indonesia (Persero) dan PT Taspen (Persero), sebagai bagian dari perluasan layanan. Dengan kebijakan baru ini, sekitar 142 ribu pensiunan Taspen di seluruh Indonesia akan beralih ke metode ambil pensiun di Kantor Pos, bergabung dengan sekitar 500 ribu penerima manfaat lainnya yang sudah lebih dulu menggunakan layanan serupa.

Peresmian layanan ini digelar di Kantorpos Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Hadir dalam acara tersebut Direktur Bisnis Jasa Keuangan PT Pos Indonesia, Haris, serta Direktur Operasional PT Taspen, Tribuna Phitera Djaja. Menurut Haris, kemitraan ini merupakan bentuk kepercayaan yang besar dan strategis dari Taspen terhadap Pos Indonesia sebagai mitra distribusi dana pensiun.

Layanan Dioptimalkan, Pensiunan Bisa Terima Dana di Rumah

Langkah perubahan sistem ini juga sejalan dengan upaya optimalisasi aset negara dan penguatan perekonomian nasional, sebagaimana diamanatkan dalam regulasi keuangan negara. PT Pos Indonesia telah melakukan penguatan infrastruktur dan peningkatan mutu pelayanan di berbagai daerah untuk mendukung implementasi layanan tersebut.

“Selain layanan di loket, kami juga siapkan opsi layanan antar langsung ke rumah bagi pensiunan yang memiliki kendala kesehatan atau mobilitas,” kata Haris. Tak hanya itu, untuk mereka yang terbiasa bertransaksi secara digital, aplikasi Pospay juga disiapkan sebagai solusi pembayaran modern. Aplikasi ini memungkinkan pengguna melakukan berbagai transaksi, mulai dari transfer antarbank hingga pembayaran berbasis QRIS.

Mengenai prosedur pencairan dana, pensiunan tidak perlu khawatir soal persyaratan tambahan. Haris menjelaskan bahwa seluruh informasi teknis sudah disampaikan langsung oleh Taspen kepada penerima. “Kalaupun ada yang belum mendapat pemberitahuan, tim kami di kantor Taspen siap membantu dan memberikan penjelasan langsung,” ujarnya.

Dengan layanan yang semakin inklusif dan fleksibel ini, diharapkan proses pencairan dana pensiun ke depan menjadi lebih mudah diakses, efisien, dan tetap aman bagi seluruh penerima manfaat di penjuru negeri.

Mau Cuan dari Pasif Income? Begini Cara Mengatur Keuangan untuk Investasi

Banyak orang ingin mendapatkan penghasilan tambahan tanpa harus kerja ekstra keras setiap hari. Maka muncullah istilah passive income, yang sekarang makin dilirik, terutama lewat jalur investasi seperti kripto, trading saham, atau instrumen lain. Tapi, agar tidak asal nekat, penting banget punya strategi dalam mengatur keuangan untuk investasi. Kenapa? Karena risiko tetap ada, dan tanpa manajemen dana yang tepat, bukan keuntungan yang datang, malah boncos yang menghampiri.

Bagi yang baru mulai, pasti bingung: dari total penghasilan per bulan atau dana yang dimiliki, berapa persen yang sebaiknya dialokasikan untuk investasi? Apakah harus langsung terjun ke dunia kripto, atau lebih baik main aman dulu lewat reksadana atau emas?

Pembagian Dana yang Bijak: Jangan Taruh Telur di Satu Keranjang

Salah satu prinsip penting dalam mengatur keuangan untuk investasi adalah diversifikasi. Artinya, jangan langsung all-in ke satu jenis instrumen. Misalnya punya dana Rp10 juta, bisa dibagi seperti ini:

  • 50% untuk investasi aman: Pilih produk seperti deposito, obligasi, atau reksadana pasar uang. Risikonya lebih rendah dan cocok buat pemula.

  • 30% untuk investasi moderat: Bisa disalurkan ke saham blue chip atau reksadana campuran. Keuntungan bisa lebih besar, tapi fluktuasi juga lumayan.

  • 20% untuk investasi agresif: Nah, ini bisa digunakan untuk trading kripto atau forex. Tapi ingat, alokasinya kecil karena risikonya tinggi.

Jangan lupa, pastikan dana untuk kebutuhan sehari-hari, dana darurat, dan asuransi sudah aman dulu. Investasi itu penting, tapi kebutuhan dasar jangan sampai dikorbankan.

Pahami Instrumennya, Jangan Asal Ikut Tren atau FOMO!

Seringkali orang tertarik investasi hanya karena FOMO—takut ketinggalan. Kripto lagi naik, langsung beli. Saham lagi rame, langsung nyemplung. Padahal setiap instrumen punya karakteristik dan risiko berbeda. Jadi sebelum berinvestasi, cari tahu dulu ilmunya. Banyak platform sekarang menyediakan akun simulasi atau edukasi gratis, manfaatkan itu.

Kalau ingin benar-benar menjadikan investasi sebagai sumber pasif income jangka panjang, perlu sabar, konsisten, dan disiplin dalam menaruh uang. Jangan berharap cuan instan, karena yang instan biasanya juga cepat hilang.

Mengatur keuangan untuk investasi bukan soal berapa besar uang yang dimiliki, tapi bagaimana cara mengelolanya dengan cerdas. Dengan strategi alokasi yang tepat dan pemahaman yang cukup, bukan hal mustahil punya penghasilan pasif dari berbagai instrumen. Ingat, tujuan investasi bukan cepat kaya, tapi mencapai kebebasan finansial secara bertahap.

APBN 2025 Diuji Gejolak Global, Pemerintah Siapkan Langkah Antisipasi

0

Pelaksanaan APBN 2025 dalam enam bulan pertama tahun ini berlangsung di tengah tekanan global yang semakin kompleks. Mulai dari pelemahan ekonomi dunia, tensi geopolitik yang meningkat, hingga perang dagang yang belum mereda—semuanya menjadi tantangan besar yang dihadapi pemerintah dalam menjaga arah fiskal tetap stabil. Dalam laporan terbarunya di hadapan Badan Anggaran DPR RI, Selasa (1/7), Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan bahwa APBN 2025 tetap diarahkan sebagai instrumen utama untuk menjaga daya tahan ekonomi nasional.

“Di tengah ketidakpastian global, APBN tetap berperan sebagai penyangga ekonomi (shock absorber), penggerak alokasi sumber daya, dan alat distribusi kesejahteraan sesuai amanat undang-undang,” ujar Sri Mulyani dalam rapat kerja bersama DPR RI.

Pada semester pertama, pendapatan negara tercatat mencapai Rp1.210,19 triliun. Namun, tekanan terhadap harga komoditas akibat kondisi eksternal mempengaruhi kinerja penerimaan. Meskipun demikian, Sri Mulyani menyebut sinyal pemulihan mulai terlihat, terutama dari sektor pajak yang kembali menunjukkan tren positif sejak Juni.

“Penerimaan pajak tumbuh mencapai dua digit, 10,9%. Ini menjadi modal penting untuk menjaga stabilitas fiskal di semester berikutnya,” tambahnya.

Stimulus Fiskal dan Program Prioritas Mulai Direalisasikan

Dari sisi belanja negara, realisasi hingga akhir Juni mencapai Rp1.407,1 triliun. Angka ini termasuk dua paket stimulus fiskal yang digelontorkan pemerintah guna menjaga konsumsi masyarakat tetap terjaga. Stimulus tahap pertama senilai Rp33 triliun diberikan melalui program seperti diskon listrik dan relaksasi pajak final UMKM. Sedangkan tahap kedua sebesar Rp24,4 triliun diberikan lewat insentif seperti diskon tarif tol, subsidi gaji, dan potongan harga tiket kereta api.

Sejumlah program prioritas yang menjadi agenda utama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto juga mulai dijalankan. Di antaranya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan realisasi Rp5 triliun, ketahanan pangan sebesar Rp47,3 triliun, anggaran pendidikan Rp259,3 triliun, serta sektor kesehatan yang telah menyerap Rp78,6 triliun.

Untuk semester kedua, pemerintah memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan berada pada kisaran 4,7% hingga 5,0%, dengan inflasi diprediksi tetap terkendali antara 2,2% sampai 2,6%. Target penerimaan negara secara keseluruhan pada tahun ini dipatok sebesar Rp2.865,5 triliun atau 95,4% dari target, yang akan didorong melalui berbagai langkah optimalisasi.

Di akhir pemaparannya, Sri Mulyani menegaskan bahwa pengelolaan fiskal akan terus dijaga agar kredibel dan adaptif terhadap dinamika global. “Kami akan terus menjaga APBN tetap sehat agar bisa menjadi instrumen utama dalam melindungi rakyat dan menjalankan agenda pembangunan nasional secara berkelanjutan,” ujarnya menutup.