Jumat, Mei 8, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 83

Usulan Rumah Subsidi 14 m² Dicabut, Pemerintah Evaluasi Ulang Standar Hunian

0

Kontroversi seputar usulan rumah subsidi 14 meter persegi akhirnya dijawab langsung oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait. Ia resmi mencabut ide tersebut dan menyampaikan permintaan maaf kepada publik. Usulan ini sebelumnya masuk dalam rancangan kebijakan Rumah Subsidi Pemerintah, namun menuai kritik karena dianggap tidak layak dari sisi kenyamanan.

Dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI, Kamis (11/7/2025), Maruarar secara terbuka mengakui bahwa ide tersebut belum melalui kajian yang matang. Ia menyebut pentingnya mempertimbangkan opini publik sebelum meluncurkan kebijakan, apalagi yang menyangkut kebutuhan dasar seperti hunian.

“Saya sudah mendengar banyak masukan, termasuk dari anggota Komisi V DPR. Maka saya menyampaikan secara terbuka bahwa ide tersebut saya cabut. Saya mohon maaf,” ujar Maruarar seperti dikutip dari Antara.

Kritik Tajam dan Evaluasi Publik

Sebelumnya, konsep rumah subsidi berukuran 14 meter persegi sempat dipamerkan dalam bentuk maket di sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta. Desain tersebut menunjukkan tipe satu kamar tidur di atas lahan 25 meter persegi. Meskipun masih dalam tahap penjajakan pasar, reaksi publik yang kuat membuat pemerintah mempertimbangkan ulang pendekatan tersebut.

“Kami hanya sedang menguji respons masyarakat. Itu belum final, masih dalam tahap draft internal,” jelas Maruarar dalam pernyataan sebelumnya.

Ia menambahkan, niat awal dari rancangan tersebut adalah menjawab tantangan urbanisasi dan harga tanah yang semakin tinggi, terutama di kota-kota besar. Rumah Subsidi Pemerintah berukuran kecil semula dipandang sebagai opsi awal bagi generasi muda yang ingin tinggal di pusat kota, namun pada akhirnya mendapat penolakan karena dianggap tidak memenuhi standar kelayakan hidup.

Maruarar juga menegaskan, evaluasi akan dilakukan terhadap proses perumusan desain untuk memastikan tidak ada pelanggaran dalam penyusunan atau penyajiannya kepada publik. Kementerian PKP, kata dia, tetap berkomitmen untuk menghadirkan solusi perumahan rakyat yang manusiawi dan sesuai dengan harapan masyarakat.

Dengan keputusan untuk mencabut usulan rumah subsidi berukuran 14 meter persegi, Kementerian PKP menunjukkan responsif terhadap aspirasi masyarakat.

Indonesia-AS Percepat Negosiasi Tarif Trump, Sektor Mineral Jadi Sorotan

Langkah cepat dilakukan Pemerintah Indonesia menyusul pengumuman terbaru Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 7 Juli 2025 terkait kebijakan tarif baru. Dalam kerangka negosiasi tarif Trump, delegasi Indonesia yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melakukan pertemuan resmi dengan U.S. Secretary of Commerce Howard Lutnick dan United States Trade Representative Jamieson Greer, Rabu (9/07) di Washington D.C.

Pertemuan ini menandai momen penting dalam kelanjutan pembahasan negosiasi tarif Trump, menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara pertama yang mendapat kesempatan berdialog langsung dengan pemerintah AS pasca pengumuman kebijakan tersebut.

Dalam pertemuan bilateral tersebut, Menko Airlangga menyampaikan penghargaan atas proses dialog yang dinilai berlangsung terbuka dan membangun. Agenda pembahasan meliputi isu-isu utama seperti tarif dan hambatan non-tarif, kerja sama ekonomi digital, keamanan rantai pasok, hingga peluang investasi dan perdagangan strategis antar kedua negara.

“Indonesia dan Amerika Serikat telah menunjukkan kesamaan pandangan soal pentingnya penyelesaian negosiasi secara adil dan menguntungkan kedua belah pihak. Dalam tiga minggu ke depan, kami sepakat untuk mempercepat proses ini,” ujar Airlangga.

Peluang Kerja Sama Baru di Energi dan Mineral Kritis

Tak hanya menyoroti soal tarif, pertemuan ini juga membuka ruang kerja sama yang lebih luas di bidang pertanian, energi, hingga penguatan investasi langsung. Airlangga mengungkapkan bahwa beberapa perusahaan Indonesia dan AS baru saja menandatangani nota kesepahaman (MoU) terkait pembelian produk unggulan serta pengembangan sektor energi.

Khususnya dalam bidang mineral kritis, Amerika Serikat menyampaikan ketertarikannya untuk membangun kemitraan strategis. “Kami memiliki potensi besar di sektor nikel, tembaga, dan kobalt. Ini menjadi peluang untuk membangun ekosistem pengolahan yang bernilai tambah tinggi, yang tentunya juga selaras dengan kebutuhan industri global,” tambahnya.

Kehadiran delegasi Indonesia kali ini juga menunjukkan komitmen kuat untuk menjaga keberlanjutan hubungan dagang yang stabil dan terbuka. Pemerintah menegaskan bahwa Indonesia akan melanjutkan dialog secara konstruktif dan saling menghormati, serta mengedepankan prinsip win-win solution dalam setiap tahapan perundingan.

Dalam lawatan tersebut, Airlangga didampingi sejumlah pejabat tinggi Kemenko Perekonomian, antara lain Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono, Deputi Bidang Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Edi Prio Pambudi, Deputi Bidang Perniagaan dan Ekonomi Digital Ali Murtopo, serta Asisten Deputi Irwan Sinaga.

Wajib Jujur dan Hindari Riba, Begini Cara Bisnis Sesuai Tuntunan Nabi Muhammad SAW

Banyak yang bermimpi memiliki bisnis yang tak hanya sukses secara materi, tapi juga membawa berkah dan ketenangan batin. Salah satu cara untuk mencapainya adalah dengan menjalankan bisnis sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW. Rasulullah SAW tak hanya dikenal sebagai pemimpin agama, tetapi juga sebagai pedagang yang jujur, amanah, dan sukses. Prinsip-prinsipnya dalam berbisnis menjadi pedoman yang masih relevan hingga saat ini, terutama bagi yang ingin mengembangkan usaha dengan nilai-nilai spiritual.

Dalam sejarahnya, Nabi Muhammad SAW sudah mulai berdagang sejak usia muda. Beliau menjalankan bisnis dengan prinsip transparansi, kejujuran, dan menghindari praktik curang. Tidak heran bila kemudian banyak pelanggan dan mitra usaha yang percaya dan setia pada beliau. Nilai-nilai inilah yang perlu diterapkan dalam dunia usaha masa kini, agar tak hanya mengejar untung, tetapi juga keberkahan.

Kunci Utama Bisnis Berkembang Ala Rasulullah

Untuk menjalankan bisnis sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW, berikut beberapa prinsip dan kiat yang bisa diterapkan dalam keseharian usaha:

  1. Jujur dan Amanah
    Kejujuran adalah pondasi utama dalam bisnis ala Rasulullah. Menjual produk sesuai kualitas yang sebenarnya dan tidak melebih-lebihkan adalah bentuk kejujuran yang membuat pelanggan percaya. Amanah artinya menjaga tanggung jawab atas kepercayaan yang diberikan konsumen.

  2. Tidak Menipu dan Menghindari Riba
    Rasulullah sangat mengecam praktik penipuan dan riba dalam perdagangan. Dalam bisnis modern, ini bisa diterapkan dengan menghindari bunga yang memberatkan atau sistem yang merugikan salah satu pihak.

  3. Menjaga Silaturahmi dan Etika Dagang
    Nabi selalu menjaga hubungan baik dengan pelanggan dan pedagang lain. Tak pernah ada praktik menjatuhkan saingan atau merusak harga pasar. Menjalin relasi baik justru membuat pasar lebih sehat dan tumbuh bersama.

  4. Bersedekah dari Keuntungan Usaha
    Salah satu kunci berkah dalam bisnis adalah berbagi. Rasulullah menganjurkan untuk menyisihkan sebagian rezeki dalam bentuk sedekah. Hal ini bisa membuka pintu rezeki yang lebih luas dan menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap bisnis yang dijalankan.

  5. Profesional dan Disiplin
    Nabi sangat menghargai waktu dan profesionalisme. Dalam konteks bisnis hari ini, itu berarti tepat waktu saat pengiriman, pelayanan ramah, dan bertanggung jawab atas keluhan pelanggan.

Dengan menerapkan bisnis sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW, bukan hanya keuntungan finansial yang didapat, tetapi juga kepercayaan pelanggan dan ketenangan hati. Prinsip-prinsip ini membangun fondasi kuat bagi usaha agar tahan terhadap berbagai tantangan dan tetap relevan dalam jangka panjang.

Wisatawan Asing yang Menggunakan KAI Meningkat, Yogyakarta dan Bandung Jadi Favorit

0

Jumlah wisatawan asing yang menggunakan KAI tercatat mengalami pertumbuhan signifikan pada semester pertama 2025. PT Kereta Api Indonesia (Persero) melaporkan, sebanyak 278.072 wisatawan mancanegara telah memanfaatkan layanan kereta api jarak jauh di berbagai rute, naik 10,5 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencapai 251.647 orang.

Kenaikan ini menunjukkan tren positif bahwa wisatawan asing yang menggunakan KAI kini semakin menjadikan transportasi rel sebagai pilihan utama dalam menjelajah berbagai destinasi ikonik di Indonesia. Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, menyampaikan bahwa hal ini menegaskan peran penting kereta api dalam mendukung sektor pariwisata nasional.

“Layanan kami kini tidak hanya diandalkan oleh warga domestik, tapi juga semakin diminati oleh wisatawan internasional. Mereka mencari pengalaman bepergian yang nyaman, aman, serta menjangkau kota-kota budaya dan wisata,” kata Anne dalam keterangannya.

Rute Populer dan Destinasi Favorit Bagi Wisatawan dan Pengaruh Musim Liburan

Data KAI mencatat, bulan Juni 2025 menjadi periode tertinggi dengan total 57.464 WNA naik kereta, seiring datangnya musim libur musim panas di sejumlah negara. Destinasi seperti Yogyakarta, Bandung, Semarang, dan Malang masih menjadi favorit berkat kombinasi atraksi budaya, wisata sejarah, serta kekayaan kuliner.

Rute Gambir–Yogyakarta menjadi yang paling banyak dipilih, dengan 14.977 penumpang WNA tercatat dalam enam bulan pertama. Disusul oleh rute Bandung–Gambir, Gambir–Bandung, serta Yogyakarta–Malang yang masing-masing melayani ribuan wisatawan asing.

Selain relasi utama di Pulau Jawa, KAI juga melihat potensi rute-rute baru untuk menjangkau kawasan wisata di luar Jawa, seperti Sumatera dan Bali, melalui integrasi layanan antarmoda. Kolaborasi antara KAI, pemerintah daerah, serta pelaku pariwisata terus diperkuat demi mendukung pariwisata yang berkelanjutan.

Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, KAI juga tengah mengembangkan sistem pemesanan atau reservasi dengan berbagai bahasa, memperluas kanal pembayaran digital internasional, serta meningkatkan pelatihan SDM frontliner agar lebih ramah terhadap wisatawan mancanegara.

“Kereta api akan terus menjadi bagian dari ekosistem pariwisata nasional yang kompetitif secara global,” pungkas Anne.

Penyaluran BSU ke BRI Tembus Rp1,72 Triliun, Jangkau 2,8 Juta Pekerja

Penyaluran BSU ke BRI terus menjadi bagian penting dalam mendukung upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat. Lewat jaringan yang luas dan layanan berbasis teknologi, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk kembali dipercaya menyalurkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) tahun 2025 kepada jutaan pekerja di seluruh Indonesia.

Hingga pertengahan tahun ini, penyaluran BSU ke BRI telah menjangkau 2,8 juta rekening penerima manfaat dengan nilai total bantuan mencapai Rp1,72 triliun. Dana tersebut disalurkan dalam tiga tahap: Tahap pertama sebanyak 1,1 juta rekening dengan total Rp695,46 miliar, tahap kedua 803 ribu rekening senilai Rp481,95 miliar, dan tahap ketiga 919 ribu rekening dengan nominal Rp551,81 miliar.

Direktur Corporate Banking BRI, Riko Tasmaya, menjelaskan bahwa penugasan ini selaras dengan peran BRI sebagai agen pembangunan. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan perbankan memiliki dampak besar terhadap ketahanan ekonomi nasional.

“Kami mengapresiasi kepercayaan yang diberikan pemerintah. Dengan dukungan platform digital seperti BRImo dan jaringan AgenBRILink yang tersebar hingga pelosok, proses penyaluran BSU bisa berlangsung cepat dan efisien,” ujar Riko.

Sebagai bank dengan jaringan layanan terbanyak di Indonesia, BRI memberikan berbagai pilihan kanal pencairan dana, mulai dari aplikasi Super Apps BRImo, lebih dari 742 ribu unit e-Channel BRI, hingga 1,19 juta AgenBRILink.

Perkuat Daya Beli Masyarakat melalui Program BSU

BSU tahun ini merupakan program insentif sebesar Rp300 ribu per bulan yang diberikan sekaligus. Presiden RI Prabowo Subianto mencanangkan bantuan ini untuk memperkuat daya beli pekerja dengan gaji maksimal Rp3,5 juta per bulan, termasuk 3,4 juta guru honorer di seluruh Indonesia.

Keberhasilan BRI dalam menjalankan mandat penyaluran BSU sebelumnya juga tercatat cukup signifikan. Pada 2020, BRI menyalurkan bantuan kepada sekitar 1,4 juta penerima. Dua tahun kemudian, jumlah itu meningkat menjadi 3,2 juta pekerja dengan total bantuan Rp1,92 triliun.

Riko menegaskan bahwa keberlanjutan penyaluran BSU ke BRI adalah bentuk nyata kontribusi BRI dalam mendukung agenda pemulihan ekonomi nasional dan mendorong inklusi keuangan.

“Dengan fokus pada pemberdayaan UMKM, BRI berkomitmen terus menjadi bagian dari solusi pemerintah dalam menciptakan kesejahteraan sosial yang berkelanjutan,” tutupnya.

Gamers Merapat! Ini Peluang Dapat Cuan dari Main Game!

Main game dulu sering dipandang sebelah mata. Dianggap buang waktu, bikin malas, dan nggak produktif. Tapi sekarang, banyak yang mulai buka mata kalau ternyata cuan dari game itu bukan mitos. Bahkan, banyak yang berhasil dapetin penghasilan tetap dari aktivitas yang awalnya cuma sekadar hobi main game di rumah.

Bicara soal cuan dari game, ada banyak cara yang bisa dijalanin. Nggak melulu harus jadi pro player atau jago banget, asal tahu celahnya, hobi main game bisa jadi pintu rezeki.

Peluang yang Bikin Hobi Gaming Nggak Sekadar Main-main

Sekarang ini, industri game berkembang pesat. Banyak jenis pekerjaan atau peluang yang lahir dari dunia ini. Beberapa di antaranya bisa dicoba tanpa modal besar, cukup dengan konsistensi dan sedikit kreativitas:

  1. Streamer dan Content Creator
    Salah satu cara paling populer adalah dengan jadi streamer di platform seperti YouTube, Twitch, atau TikTok Live. Cukup main game sambil ngobrol atau kasih tips menarik, lalu bangun komunitas. Kalau konsisten dan punya ciri khas, bisa dapet endorse, donasi, bahkan kontrak eksklusif.

  2. Ikut Turnamen
    Buat yang jago banget, turnamen bisa jadi ladang cuan. Banyak kompetisi esports yang hadiahnya lumayan gede. Mulai dari tingkat lokal sampai internasional. Nggak cuma game PC, sekarang mobile game juga punya banyak ajang kompetisi.

  3. Jual Akun atau Item Game
    Nggak sedikit orang yang rela bayar mahal buat akun game dengan level tinggi atau item langka. Kalau suka ngegrind dan punya skill manajemen akun, ini bisa jadi peluang buat dapetin cuan dari game.

  4. Tester Game
    Beberapa developer butuh masukan dari pemain asli sebelum merilis game secara resmi. Jadi game tester bisa jadi cara lain buat dapat uang sekaligus menikmati game-game baru lebih awal.

  5. Pelatih atau Jasa Joki
    Buat yang udah pro, bisa juga buka jasa coaching atau joki akun. Banyak pemain kasual yang pengin naik rank tapi nggak punya waktu buat push.

Nggak Sekadar Hobi, Tapi Bisa Jadi Karier

Kunci utama buat dapetin cuan dari game adalah konsistensi dan sikap profesional. Sama seperti bidang lain, perlu waktu, kerja keras, dan strategi yang tepat. Jangan cuma fokus di satu game, coba eksplorasi peluang dari genre lain atau bahkan pelajari sisi bisnisnya juga.

Kalau dijalani serius, bukan nggak mungkin main game bisa jadi karier jangka panjang. Apalagi sekarang banyak perusahaan game, agensi kreatif, bahkan brand besar yang melirik gamer sebagai bagian dari strategi pemasaran mereka.

Jadi, masih mikir kalau main game cuma buang waktu? Siapa tahu hobi yang selama ini digemari justru jadi jalan rezeki yang nggak disangka.

Tak Perlu Panik, Ambil BSU di Kantor Pos Bisa Dilakukan hingga Akhir Juli

0

Pekerja dan buruh yang lolos verifikasi kini sudah bisa ambil BSU di Kantor Pos mulai Rabu, 3 Juli 2025. Bantuan Subsidi Upah (BSU) senilai Rp600 ribu ini disalurkan melalui jaringan Kantor Pos untuk menjangkau para penerima hingga ke pelosok negeri. Dengan lebih dari 4.000 titik layanan di seluruh Indonesia, proses ambil BSU di Kantor Pos diharapkan berjalan cepat dan merata.

Pemerintah menargetkan sekitar 17 juta penerima BSU tahun ini, dan sebanyak 8,7 juta di antaranya dijadwalkan menerima pencairan langsung lewat PT Pos Indonesia. Kemudahan akses dan distribusi yang luas menjadi alasan utama penunjukan Kantor Pos sebagai salah satu mitra penyalur bantuan.

“Sudah menjadi tugas rutin kami untuk menyalurkan bantuan pemerintah, termasuk BSU. Apalagi jaringan Kantor Pos menjangkau hingga ke tingkat kecamatan, bahkan di kota-kota besar sudah kami siapkan sistem yang lebih tertata,” kata M. Yusuf Setiawan dari Satgas BSU Kantor Pos Jakarta, Sabtu (5/7).

Skema Antrian dan Alternatif Penyaluran Disiapkan

Untuk menghindari penumpukan antrean, petugas Kantor Pos telah menyiapkan loket khusus hanya untuk pembayaran Bantuan Subsidi Upah. Sistem ini diklaim mampu mempercepat pelayanan, bahkan satu transaksi bisa selesai dalam waktu kurang dari satu menit.

“Kami belajar dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya. Ketika antusiasme tinggi, kami langsung aktifkan beberapa loket tambahan. Loket-loket ini khusus untuk BSU, terpisah dari layanan lain,” jelas Yusuf.

Selain layanan langsung di Kantor Pos, tersedia pula alternatif penyaluran BSU seperti penyerahan langsung ke perusahaan tempat bekerja, penggunaan aplikasi Pos Giro Cash untuk wilayah minim sinyal, hingga layanan antar oleh petugas pos bagi penerima berkebutuhan khusus.

“Bagi perusahaan yang ingin tetap menjaga produktivitas tanpa terganggu proses pencairan, kami bisa datang ke lokasi kerja. Waktu dan tempatnya akan kami sesuaikan dengan kesiapan masing-masing perusahaan,” ujar Yusuf.

Untuk wilayah Jakarta Barat, Kantor Pos mencatat sekitar 100.275 orang masuk dalam daftar penerima Bantuan Subsidi Upah. Hingga Minggu (6/7), sudah lebih dari 16 persen dari total penerima berhasil mendapatkan bantuan tersebut.

“Per Sabtu kemarin sudah 13 ribu yang tersalurkan, dan hari ini sudah lebih dari 2.000 orang terlayani. Setiap hari kami terus berupaya mengefisienkan proses agar target dapat tercapai,” tandas Yusuf.

Heboh Surat Trump ke Indonesia, Tarif Tinggi Ancam Industri Ekspor Lokal

Isu Surat Trump ke Indonesia tengah ramai menjadi sorotan, menyusul kebijakan tarif baru Amerika Serikat yang dinilai membebani mitra dagangnya, termasuk Indonesia. Dalam surat tersebut, mantan Presiden AS yang kini kembali mencalonkan diri itu menegaskan sikap keras terhadap neraca perdagangan yang menurutnya selama ini merugikan negaranya.

Dikirimkan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto, Surat Trump ke Indonesia berisi pemberitahuan bahwa Negeri Paman Sam tetap akan memberlakukan tarif impor sebesar 32 persen terhadap sejumlah produk asal Indonesia. Meski terdengar seperti langkah sepihak, Trump menyisipkan nada diplomatis dalam suratnya dan membuka ruang negosiasi di masa depan—selama Indonesia bersedia meninjau ulang beberapa kebijakan perdagangan.

Tarik Ulur Kepentingan Dagang AS dan RI

Dalam dokumen yang juga dikirimkan ke 14 negara lainnya, Trump menyatakan komitmennya untuk melindungi industri domestik AS. Namun, bagi Indonesia, kebijakan ini berpotensi menekan sektor ekspor, terutama di bidang tekstil, alas kaki, hingga produk furnitur. Beberapa pelaku usaha di Tanah Air sudah menyatakan kekhawatirannya, menyebut bahwa beban tarif ini bisa melemahkan daya saing produk lokal di pasar global.

Kementerian Perdagangan Indonesia menyebut saat ini komunikasi dengan pihak AS terus dilakukan. Namun, belum ada sinyal pasti apakah Pemerintah Indonesia akan melakukan perundingan ulang atau memilih strategi diplomasi ekonomi yang lebih panjang.

Pengamat hubungan internasional menilai langkah Trump mengirim surat ke sejumlah kepala negara, termasuk Indonesia, sarat muatan politik menjelang pemilu presiden AS yang akan digelar akhir tahun ini. Trump ingin menampilkan diri sebagai pemimpin kuat yang tidak ragu menegakkan “America First”, sembari menjaga hubungan diplomatik tetap terbuka.

Presiden Prabowo, yang baru beberapa bulan menjabat, kini dihadapkan pada tantangan diplomatik pertamanya. Surat dari Trump ini menjadi ujian awal kebijakan luar negeri Indonesia, khususnya dalam menjaga keseimbangan hubungan dagang dengan mitra besar tanpa kehilangan kedaulatan ekonomi.

Pelaku Usaha Minta Kepastian

Sejumlah asosiasi industri mendesak agar pemerintah segera mengambil langkah konkret. Mereka berharap ada kejelasan strategi dari pemerintah untuk mengantisipasi dampak dari kebijakan tarif ini. Opsi diversifikasi pasar ekspor dan peningkatan nilai tambah produk lokal menjadi salah satu strategi yang mulai dibahas.

Seiring dengan meningkatnya tensi geopolitik dan perlambatan ekonomi global, Indonesia harus bersikap cermat dan strategis. Surat dari Trump bukan hanya menyangkut kebijakan tarif, tetapi juga menjadi simbol arah baru dinamika perdagangan internasional yang lebih kompleks.

Teknologi Digitalisasi untuk UMKM, Solusi agar Usaha Nggak Gampang Goyah!

Belakangan ini, istilah digitalisasi semakin ramai dibicarakan, terutama dalam konteks pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Banyak yang bertanya-tanya, apakah benar teknologi digitalisasi untuk UMKM bisa jadi kunci membangun keberlanjutan usaha? Atau justru hanya cuma tren yang sulit diterapkan di level usaha kecil?

Di tengah tantangan ekonomi, UMKM terbukti tangguh. Tapi, daya tahan itu bisa makin kuat kalau pelaku usaha mampu beradaptasi dengan perubahan zaman, salah satunya lewat pemanfaatan teknologi. Saat ini, teknologi digitalisasi untuk UMKM bukan lagi cuma bonus, tapi sudah jadi kebutuhan.

Mulai dari pencatatan keuangan digital, pemasaran lewat media sosial, hingga penggunaan platform e-commerce, semua itu bisa membantu usaha kecil menjangkau pasar yang lebih luas dan efisien dalam operasional.

Langkah Nyata Digitalisasi dan Manfaatnya bagi UMKM di Indonesia

Mengadopsi teknologi tidak harus langsung muluk. Bahkan langkah kecil pun bisa berdampak besar. Contohnya, mengganti pencatatan manual dengan aplikasi kasir digital bisa mengurangi risiko kehilangan data dan meningkatkan keakuratan laporan keuangan. Begitu pula dengan memanfaatkan platform digital seperti WhatsApp Business atau Instagram untuk menjangkau pelanggan.

Selain itu, penggunaan marketplace untuk menjual produk dapat memperluas pangsa pasar tanpa harus membuka cabang fisik. Banyak pelaku UMKM yang awalnya hanya berjualan di lingkungan sekitar, kini mampu menembus pasar nasional—bahkan internasional—berkat kehadiran platform digital.

Hal lain yang tak kalah penting adalah efisiensi. Teknologi membantu pemilik usaha untuk menghemat waktu, biaya, dan tenaga. Misalnya, sistem manajemen stok berbasis aplikasi bisa memberi notifikasi saat barang mulai menipis. Ini menghindari kekosongan stok yang berisiko menurunkan kepuasan pelanggan.

Namun, tentu saja transformasi digital tidak selalu mulus. Tantangan seperti keterbatasan akses internet, kurangnya literasi digital, dan ketakutan terhadap perubahan sering kali jadi penghambat. Tapi dengan adanya banyak pelatihan gratis dari pemerintah dan swasta, serta dukungan dari ekosistem digital yang semakin inklusif, hambatan ini bisa diatasi secara bertahap.

Teknologi itu nggak cuma untuk bisnis besar saja . Justru UMKM yang ingin tetap relevan dan tumbuh dalam jangka panjang sangat dianjurkan mulai bertransformasi. Tidak perlu langsung sempurna, yang penting mulai. Karena di era digital seperti sekarang, yang lambat berubah, akan cepat tertinggal.

Tagihan Rp1,8 Miliar di Ajaib Picu Polemik, Siapa yang Salah?

0

Perbincangan warganet tengah ramai membahas kasus tagihan di Ajaib yang viral karena jumlahnya mencapai Rp1,8 miliar. Polemik ini bermula dari keluhan salah satu investor yang merasa tidak melakukan transaksi sebesar nominal yang ditagihkan. Situasi pun semakin panas setelah pengacara kondang Hotman Paris turun tangan sebagai kuasa hukum nasabah yang bersangkutan.

Kasus tagihan di Ajaib ini pertama kali mencuat lewat media sosial, ketika seorang pengguna akun X (dulu Twitter) mengunggah tangkapan layar tagihan fantastis dari Ajaib Sekuritas. Dalam unggahannya, investor tersebut mengaku terkejut karena menerima notifikasi tagihan tanpa melakukan pembelian saham pada waktu yang dimaksud. Reaksi publik pun cepat menyebar, memicu kekhawatiran akan keamanan dan transparansi platform investasi digital di Indonesia.

Ajaib Sekuritas Buka Hasil Investigasi Internal

Merespons polemik yang semakin meluas, Direktur Utama Ajaib Sekuritas, Theresia Wibowo, akhirnya angkat bicara. Dalam pernyataan resminya, ia menjelaskan bahwa perusahaan telah melakukan investigasi internal secara menyeluruh. Hasilnya, transaksi senilai Rp1,8 miliar tersebut disebut sebagai akibat dari auto order pembelian saham yang seharusnya dibatalkan oleh investor bersangkutan.

Menurut pihak Ajaib, nasabah telah melakukan order pembelian saham dengan metode margin trading, namun tidak membatalkan pesanan tersebut hingga akhirnya sistem tetap mengeksekusi transaksi. Ajaib juga mengklaim bahwa seluruh mekanisme platform telah berjalan sesuai standar operasional dan tidak ada pelanggaran dari sisi sistem keamanan.

Investor Membantah, Hotman Paris Turun Tangan

Tak tinggal diam, pihak investor balik membantah pernyataan Ajaib. Melalui kuasa hukumnya, Hotman Paris, mereka menyatakan bahwa tidak pernah ada niatan untuk melanjutkan pembelian tersebut. Menurut Hotman, kliennya hanya melakukan simulasi dan tidak melakukan konfirmasi akhir. Ia pun mempertanyakan mengapa sistem Ajaib tetap menjalankan eksekusi transaksi jika tidak ada perintah eksplisit.

Hotman bahkan menyebut ada indikasi kesalahan sistem atau kelalaian dari platform. Ia menekankan pentingnya perlindungan hukum bagi investor ritel di era digital seperti sekarang, terlebih ketika jumlah yang terlibat tidak main-main.

Kisruh ini memunculkan kembali pertanyaan mengenai sejauh mana literasi keuangan pengguna platform investasi digital, serta bagaimana regulator mengawasi operasional perusahaan sekuritas berbasis aplikasi. Sejumlah pakar menyarankan agar perusahaan fintech seperti Ajaib memperketat sistem verifikasi sebelum transaksi tereksekusi, dan memberi edukasi lebih jelas kepada pengguna tentang risiko margin trading.

Di sisi lain, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dikabarkan tengah memantau situasi dan meminta laporan dari kedua belah pihak. Jika terbukti ada kelalaian, bukan tidak mungkin akan ada sanksi administratif atau perbaikan sistem yang harus dilakukan oleh Ajaib Sekuritas.