Jumat, Mei 8, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 81

Tips Upgrade Skill Tim Sales dan Marketing di Tengah Revolusi Digital

Belakangan ini istilah Revolusi Marketing makin sering kedengaran—dari otomatisasi, konten personal, sampai social commerce yang bikin pola jualan berubah total. Banyak pekerja di divisi penjualan dan pemasaran mulai waswas: apakah skill lama masih relevan? Kalau tren berubah terus, apa yang harus dipersiapkan? Di era Revolusi Marketing seperti sekarang, bukan cuma soal jago closing, tapi juga adaptif sama data, teknologi, dan perilaku konsumen yang makin dinamis.

Kabar baiknya: perubahan besar ini justru peluang. Selama mau belajar dan upgrade cara kerja, tim sales & marketing bisa jadi lebih efektif, hemat waktu, dan makin dekat sama pelanggan.

Checklist Kesiapan Sales & Marketing di Era Revolusi Digital

1. Melek Data, Bukan Cuma Insting

Keputusan promosi sekarang nggak bisa lagi hanya pakai feeling. Kuasai dasar analitik: conversion rate, CAC (customer acquisition cost), CLV (customer lifetime value), engagement, dan funnel perjalanan pelanggan. Gunakan spreadsheet sederhana dulu kalau belum punya tools canggih.

2. Manfaatkan CRM sebagai “Otak Memori”

Data pelanggan tercecer bikin follow-up gagal. Pakai CRM (gratisan pun jadi) untuk catat histori transaksi, chat, minat produk, dan jadwal tindak lanjut. Dengan catatan rapi, follow-up terasa personal dan peluang repeat order naik.

3. Konten Personal = Nilai Plus

Beda audiens, beda pendekatan. Segmentasi pelanggan lalu kirim konten yang relevan: tips produk, paket promo, atau edukasi singkat. Personalisasi sederhana seperti sebut nama atau menyesuaikan produk favorit sudah bikin interaksi lebih hangat.

4. Omnichannel Biar Nggak Kehilangan Pelanggan

Pelanggan bisa pertama kali lihat produk di Instagram, tanya di WhatsApp, beli di marketplace, dan komplain via email. Pastikan semua kanal nyambung. Minimal, tim tahu riwayat interaksi pelanggan meski pindah platform.

5. Skill Storytelling untuk Closing Lebih Halus

Produk sama bisa terasa beda kalau ceritanya kuat. Ceritakan masalah nyata yang diselesaikan produkmu, testimoni, atau perjalanan brand. Storytelling bikin penawaran nggak terasa memaksa, tapi relevan.

6. Automasi Hemat Waktu

Gunakan auto-reply, broadcast terjadwal, template follow-up, dan chatbot sederhana untuk respon awal. Waktu tim bisa dipakai fokus ke negosiasi bernilai tinggi, bukan balas pertanyaan berulang.

7. Kerja Bareng, Bukan Silo

Tim sales sering pegang umpan balik lapangan, sedangkan marketing pegang data kampanye. Satukan keduanya. Meeting singkat mingguan bisa menghasilkan insight: produk mana yang disukai, konten mana yang bawa lead berkualitas, promosi mana yang gagal.

8. Upgrade Skill Digital Secara Rutin

Jadwalkan belajar berkala: iklan berbayar, analitik sederhana, AI copy assist, desain ringan untuk konten cepat, atau social listening. Nggak harus kursus mahal—banyak sumber gratis.

9. Bangun Kepercayaan, Bukan Sekadar Transaksi

Era digital itu rame, bising, dan penuh pilihan. Yang bikin pelanggan balik: reputasi. Tampilkan review asli, transparansi harga, garansi, dan respons cepat setelah penjualan. Kredibilitas jadi pembeda besar.

Contoh Langkah Praktis 30 Hari

  • Minggu 1: Audit kanal penjualan & data pelanggan.

  • Minggu 2: Pilih CRM sederhana + mapping segmen pelanggan.

  • Minggu 3: Buat skrip follow-up personal & konten edukasi seri pendek.

  • Minggu 4: Tes automasi pesan & tracking hasil (lead, closing, repeat).

Revolusi di dunia pemasaran bukan berarti tim lama harus diganti—yang dibutuhkan adalah cara kerja baru. Dengan kombinasi data, teknologi ringan, komunikasi personal, dan kolaborasi internal, tim sales & marketing bisa makin tajam merebut pasar. Perubahan memang nggak nyaman, tapi yang cepat adaptasi biasanya jadi pemenang.

Peluang Ekspor ke AS Terbuka Lebar Setelah Negosiasi Tarif Resiprokal Berhasil

0

Pelaku industri dalam negeri menyambut hangat keberhasilan pemerintah mendorong negosiasi tarif resiprokal dengan Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Kesepakatan politik tinggi antara Prabowo dan Presiden AS Donald Trump itu dinilai sebagai terobosan penting: hasil negosiasi tarif resiprokal yang memberi ruang lebih kompetitif bagi produk Indonesia masuk pasar Amerika, sekaligus menegaskan posisi Indonesia dalam diplomasi dagang global.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan kalangan manufaktur melihat capaian ini sebagai bukti bahwa pemerintah aktif memperjuangkan kepentingan industri nasional di meja perundingan internasional. “Presiden Prabowo berhasil membuka kembali ruang dialog tarif dengan AS. Ini langkah nyata untuk memperkuat industri dalam negeri di pasar global,” ujarnya di Jakarta, Rabu (16/7).

Menurut Agus, paket kesepakatan yang diumumkan Trump melalui akun resmi di Truth Social dan kanal Gedung Putih menunjukkan bahwa Indonesia mampu meraih perlakuan tarif yang relatif lebih baik dibanding sejumlah negara pesaing. Jika implementasinya berjalan sesuai kesepahaman politik, dampaknya bisa langsung terasa pada peningkatan daya saing ekspor manufaktur.

Dampak pada Industri dan Akses Pasar Amerika

Agus menekankan bahwa akses pasar yang lebih luas ke Amerika akan menjadi pemicu peningkatan utilisasi pabrik. “Penyesuaian tarif pada komoditas ekspor manufaktur Indonesia akan menjaga margin, mendorong utilisasi, dan pada akhirnya menyerap tenaga kerja lebih besar,” kata Agus.

Menperin memaparkan struktur produksi saat ini: sekitar 20 persen output manufaktur Indonesia diarahkan ke pasar ekspor, sementara 80 persen terserap domestik. Dari porsi ekspor itu, sebagian mengalir ke AS—pasar besar yang selama ini menjadi salah satu tujuan utama produk tekstil, garmen, alas kaki, dan sejumlah komoditas olahan lainnya.

Data 2024 menunjukkan ekspor Indonesia ke AS mencapai USD26,31 miliar, setara 9,94 persen dari total ekspor nasional senilai USD264,70 miliar. Tingkat utilisasi industri nasional tahun yang sama berada di 65,3 persen, memberikan ruang kenaikan produksi bila permintaan AS meningkat setelah penyesuaian tarif mulai berlaku. Indonesia juga membukukan surplus perdagangan dengan AS sebesar USD14,34 miliar—kontributor 46,2 persen terhadap total surplus perdagangan nasional.

Agus optimistis euforia pasar akan segera terasa di sektor-sektor padat karya. “Tekstil, produk tekstil, pakaian jadi, alas kaki—ini sektor yang cepat merespons sinyal pasar. Kalau tarifnya lebih bersahabat, kapasitas bisa dinaikkan,” tegasnya.

Di sisi lain, ia menggarisbawahi bahwa momentum eksternal ini hadir berbarengan dengan kemajuan di front lain: penyelesaian politik perundingan Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU‑CEPA). Menurut Agus, kesepakatan dengan Uni Eropa sama pentingnya karena berpotensi melonggarkan hambatan ekspor dan membuka akses yang lebih kompetitif ke pasar Eropa. “Industri menunggu lama IEU‑CEPA. Dengan selesainya proses politik, kita berharap produk manufaktur Indonesia punya pijakan lebih kuat di Eropa,” katanya.

Agus menutup dengan ajakan agar pelaku industri menyiapkan strategi ekspansi lebih dini—mulai dari penyesuaian standar, sertifikasi pasar tujuan, efisiensi produksi, hingga penambahan kapasitas—agar manfaat penuh dari perubahan lanskap tarif global dapat segera dirasakan.

Buka Jasa Servis Laptop Sekarang, Masih Untung atau Nggak?

0

Di tengah gempuran gadget baru tiap tahun, banyak yang bertanya: masih worth nggak buka Bisnis Jasa Servis Laptop? Jangan-jangan orang sekarang lebih pilih beli baru daripada benerin yang rusak? Faktanya, kebutuhan servis justru makin kelihatan karena laptop dipakai buat kerja hybrid, sekolah online, gaming, konten, sampai bisnis rumahan. Jadi, Bisnis Jasa Servis Laptop masih relevan banget—asal tahu cara mainnya dan bisa adaptasi sama kebutuhan zaman.

Laptop dan PC bukan barang sekali pakai. Banyak pengguna pakai perangkat yang sama bertahun-tahun, tapi butuh upgrade RAM, ganti SSD, bersihin kipas, reinstall sistem, atau recovery data penting. Di situ lah peluang servis muncul. Belum lagi komunitas gamer yang sering upgrade performa, pekerja remote yang butuh perangkat siap tempur, dan UMKM yang nggak mau keluar biaya besar buat beli armada laptop baru.

Langkah Mulai & Strategi Layanan Biar Servis Kamu Dicari Banyak Orang

1. Tentukan Segmen Dulu, Jangan Semua Disikat

Servis rumahan? Gamer? Perusahaan kecil? Sekolah? Fokus segmen bikin promosi dan layanan lebih tajam. Misal: “Spesialis Upgrade Laptop Kantoran Hemat” atau “Servis Gaming Laptop + Optimasi Suhu.”

2. Layanan yang Paling Dicari (Minimal Harus Bisa)

  • Bersih total & ganti thermal paste. Laptop panas itu keluhan nomor satu.

  • Upgrade SSD & RAM. Cara tercepat bikin laptop tua ngebut lagi.

  • Install ulang OS + driver resmi. Banyak orang males urus instalasi yang ribet.

  • Backup & recovery data. File tugas, kerjaan kantor, skripsi—semuanya penting.

  • Ganti komponen umum: baterai, keyboard, layar pecah, adaptor DC jack.

3. Tambah Nilai: Paket & Garansi

Jangan cuma benerin lalu selesai. Kasih paket bundel: “Servis bersih + upgrade + optimasi Windows,” atau garansi 30 hari untuk hasil kerja. Garansi kecil aja udah bikin pelanggan lebih yakin.

4. Jemput & Antar = Nilai Plus Besar

Banyak laptop rusak di rumah karena pemiliknya nggak sempat datang ke toko. Kasih layanan jemput-antar berbayar ringan. Bisa juga barengan servis beberapa laptop dari satu kantor atau komplek.

Kenapa Masih Laku? Ini Beberapa Fakta Lapangan

  • Harga laptop baru makin tinggi. Banyak orang pilih upgrade daripada ganti.

  • Kerja jarak jauh: Perangkat rusak = kerja mandek. Layanan cepat dicari.

  • Kesadaran merawat barang naik: Orang makin sayang perangkat produktif.

  • Refurbish buat dijual lagi: Banyak reseller ambil laptop bekas, servis, jual ulang.

Tips Singkat Biar Makin Berkah

Catat semua pekerjaan, stok sparepart, dan riwayat pelanggan. Simpan nomor pelanggan dan follow-up 6 bulan kemudian: “Laptop masih aman? Mau cek rutin gratis?” Cara sederhana ini sering berubah jadi repeat order.

Buka Bisnis Jasa Servis Laptop di zaman sekarang bukan ide basi, tapi peluang yang justru makin kebuka luas kalau digarap profesional, transparan, dan ramah. Fokus ke solusi, bukan sekadar benerin hardware. Bangun kepercayaan, bikin layanan mudah, dan pelanggan bakal datang sendiri.

Mau Unggul dari Pesaing? Ini Cara Sehat Merebut Pangsa Pasar

Dalam dunia usaha yang kompetitif, strategi untuk merebut pangsa pasar menjadi hal yang krusial bagi pelaku bisnis. Tapi sering kali, ambisi besar untuk mendapatkan konsumen justru mengarah pada praktik tidak sehat—seperti menjatuhkan kompetitor atau bersaing harga secara brutal. Padahal, ada cara yang jauh lebih elegan, cerdas, dan beretika untuk merebut pangsa pasar tanpa mengorbankan reputasi bisnis maupun prinsip profesional.

Merebut pangsa pasar bukan soal siapa yang paling cepat menjual atau siapa yang paling gencar promosi, tapi lebih kepada siapa yang paling bisa memahami kebutuhan konsumen dan memberikan solusi terbaik. Persaingan bisa menjadi pemicu untuk lebih inovatif, bukan ajang saling menjatuhkan. Justru dalam persaingan yang sehat, sebuah bisnis bisa tumbuh lebih solid dan berkelanjutan.

Strategi Menarik Konsumen Tanpa Harus Bermain Kotor

  1. Pahami Apa yang Diinginkan Pasar
    Jangan asal tebak atau ikut-ikutan tren. Luangkan waktu untuk benar-benar riset pasar: apa masalah yang sedang dihadapi konsumen, solusi seperti apa yang mereka butuhkan, dan bagaimana cara mereka mengakses produk atau layanan. Semakin dalam pemahaman ini, semakin besar peluang merebut hati konsumen.

  2. Bangun Diferensiasi yang Jelas
    Jika ingin merebut pangsa pasar, maka harus ada alasan kuat kenapa konsumen harus memilih produkmu dibanding kompetitor. Entah itu kualitas, kemasan, layanan, atau pengalaman yang ditawarkan. Jangan takut tampil beda, justru itu yang akan jadi kekuatan.

  3. Berinovasi, Tapi Jangan Melupakan Nilai Dasar
    Inovasi penting, tapi jangan sampai mengorbankan kualitas dasar produk. Pastikan setiap pembaruan yang dilakukan memang memberikan nilai tambah bagi konsumen, bukan sekadar gimmick promosi.

  4. Gunakan Strategi Pemasaran yang Empatik
    Konsumen semakin pintar dan sensitif terhadap cara brand berkomunikasi. Hindari strategi pemasaran yang menjatuhkan pesaing atau terlalu menjual. Gunakan pendekatan yang empatik, edukatif, dan membangun hubungan jangka panjang.

  5. Fokus pada Pelayanan Pasca Penjualan
    Kadang, bisnis terlalu fokus pada penjualan, padahal konsumen lebih loyal pada brand yang memberi pengalaman baik bahkan setelah transaksi selesai. Jaga hubungan lewat pelayanan after-sales, feedback, dan program loyalitas.

Bersaing Itu Seni, Bukan Perang

Merebut pangsa pasar tak perlu dengan cara yang kasar atau saling sikut. Justru dengan memahami pasar, membangun nilai unik, serta menjalin hubungan baik dengan konsumen, bisnis akan tumbuh dengan fondasi yang kuat. Ingat, persaingan yang sehat tak hanya memperkuat brand, tapi juga menjaga ekosistem bisnis tetap positif dan berdaya saing tinggi. Karena pada akhirnya, konsumen akan memilih bukan hanya karena harga atau promosi, tapi karena pengalaman dan kepercayaan.

Tarif Trump ke Indonesia Picu Reaksi Publik: Siapa Untung, Siapa Rugi?

0

Kebijakan perdagangan global kembali jadi sorotan setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan kesepakatan dagang dengan Indonesia pada Selasa, 15 Juli 2025. Salah satu poin paling mencolok dalam kesepakatan tersebut adalah penerapan Tarif Trump ke Indonesia sebesar 19 persen atas produk ekspor ke AS, sementara ekspor dari AS ke Indonesia dibebaskan dari tarif apapun.

Pengumuman itu disampaikan Trump lewat unggahan di media sosial Truth Social dan kemudian dikonfirmasi kepada awak media beberapa jam setelahnya. Meski sudah menyatakan bahwa perjanjian telah final, pihak Indonesia belum memberikan tanggapan resmi hingga Selasa sore waktu setempat.

AS Dapat Bebas Tarif, Indonesia Terkena Bea Masuk 19 Persen

Menurut Trump, dalam perjanjian tersebut Indonesia juga sepakat membeli energi dari AS senilai USD 15 miliar serta produk pertanian sebesar USD 4,5 miliar. Tak hanya itu, Indonesia diklaim telah memesan 50 unit pesawat Boeing, sebagian besar di antaranya merupakan tipe Boeing 777. Kebijakan ini disebut sebagai strategi untuk memperkecil defisit perdagangan AS, salah satunya dengan mengenakan Tarif Trump ke Indonesia guna menciptakan “keseimbangan baru” dalam hubungan dagang.

Trump juga menyebut potensi ekspor tembaga dari Indonesia bisa mendapatkan perlakuan tarif khusus. Pasalnya, tembaga menjadi salah satu komoditas unggulan RI yang sedang dibutuhkan industri teknologi bersih di AS. Namun, nilai ekspor tembaga Indonesia yang hanya sekitar USD 20 juta masih jauh di bawah negara pesaing seperti Chili dan Kanada.

“Sekarang mereka tak mengenakan tarif, tapi kita mengenakannya. Ini pembalikan yang menguntungkan untuk kita,” ujar Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick kepada CNBC.

Trump menambahkan, India juga tengah mengikuti jejak serupa dalam menegosiasikan kesepakatan dagang dengan AS. Ia sebelumnya telah menetapkan tarif 32 persen untuk produk India sebelum akhirnya mencabutnya dalam kebijakan baru yang berlaku hingga awal Agustus.

Trump Puji Indonesia dalam Kesepakatan dan Negosiasi Kali Ini

Trump menyebut kesepakatan dengan Indonesia sebagai “langkah hebat untuk semua pihak”, meskipun belum ada rincian lanjutan yang dirilis oleh Gedung Putih maupun Pemerintah Indonesia.

Langkah ini menjadi perjanjian dagang keempat yang diumumkan Trump dalam tiga bulan terakhir. Meski banyak kesepakatan dijanjikan, realisasinya di lapangan tidak semudah itu, terlebih dengan pendekatan dagang Trump yang cenderung berubah-ubah.

Kebijakan tarif yang fluktuatif disebut telah mempersulit banyak pelaku usaha. Trump berargumen bahwa perusahaan sebaiknya memindahkan produksinya ke dalam negeri untuk menghindari risiko tarif. Namun, banyak pihak menilai hal tersebut tidak realistis mengingat keterbatasan tenaga kerja dan biaya investasi yang tinggi.

Menurut data Departemen Perdagangan AS, Indonesia saat ini berada di posisi ke-23 sebagai mitra dagang utama AS, dengan nilai ekspor barang ke Negeri Paman Sam mencapai USD 28 miliar. Produk pakaian dan alas kaki masih menjadi andalan utama dalam hubungan dagang bilateral ini.

Indonesia dan Uni Eropa Sepakat Percepat Finalisasi IEU-CEPA

Hubungan perdagangan antara Indonesia dan Uni Eropa memasuki babak baru. Kedua belah pihak resmi menandatangani dan bertukar surat sebagai bentuk kesepakatan politik tingkat tinggi demi mempercepat penyelesaian perundingan Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). Kesepakatan ini menjadi sinyal kuat bahwa kemitraan ekonomi strategis antara Indonesia dan Uni Eropa akan segera terwujud dalam waktu dekat.

Penandatanganan dokumen penting ini dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dan Komisioner Perdagangan Uni Eropa, Maroš Šefčovič, dalam pertemuan bilateral yang berlangsung penuh kehangatan. Acara diawali dengan pertemuan tertutup antara keduanya dan dilanjutkan dengan pertukaran surat resmi sebagai penegasan komitmen politik.

Pertemuan Strategis untuk Dorong Finalisasi IEU-CEPA

Surat yang dipertukarkan memuat pengakuan atas kemajuan yang telah dicapai dalam negosiasi serta kesediaan bersama untuk menyelesaikan isu-isu substansial yang masih tertunda. Langkah ini dipandang sebagai titik balik menuju penandatanganan akhir IEU-CEPA pada 2025, dengan harapan dapat menciptakan solusi perdagangan yang berimbang dan saling menguntungkan.

“Saya sangat menghargai komitmen dan keterlibatan aktif Uni Eropa sepanjang proses negosiasi. Kehadiran Komisioner Maroš dan dukungan dari seluruh tim perunding sangat berarti bagi kelancaran proses ini,” kata Menko Airlangga dalam keterangannya.

Komisioner Maroš pun menegaskan bahwa kesepakatan ini merupakan tonggak penting dalam upaya mempererat hubungan antara Uni Eropa dan kawasan Asia Tenggara. “IEU-CEPA adalah instrumen utama dalam strategi kami memperkuat konektivitas ekonomi di kawasan,” ujarnya.

Dengan populasi yang melampaui 285 juta jiwa, Indonesia menawarkan peluang pasar yang luas, sementara Uni Eropa, sebagai blok ekonomi besar dengan lebih dari 400 juta penduduk, memberikan potensi ekspansi investasi dan perdagangan yang signifikan. Nantinya, sekitar 80% pos tarif akan dihapuskan melalui kesepakatan ini.

Pengumuman resmi atas pencapaian ini dilakukan bersamaan dengan pertemuan Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen di Brussels. Keduanya menyampaikan pernyataan bersama yang menekankan pentingnya percepatan penyelesaian IEU-CEPA sebagai pilar penguatan hubungan strategis kedua wilayah.

“Kesepakatan ini juga akan berkontribusi terhadap penguatan rantai pasok bahan baku penting, terutama bagi sektor teknologi hijau dan industri baja di Eropa,” ujar Presiden von der Leyen.

Presiden Prabowo menambahkan, “Saya mengapresiasi kerja keras seluruh tim perunding. Terobosan ini menandai tidak adanya lagi hambatan utama antara kedua pihak. Ini adalah pencapaian besar yang membawa harapan baru.”

Setelah melalui hampir satu dekade negosiasi dan 19 putaran resmi, serta berbagai diskusi teknis antar-sesi, pertukaran surat ini menjadi simbol konkret keseriusan kedua belah pihak. Perundingan dari sisi Indonesia terus dikawal oleh Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional.

Pajak Marketplace Disederhanakan, UMKM Diminta Tidak Khawatir

0

Pemerintah menegaskan bahwa aturan baru terkait pajak marketplace tidak menghadirkan pungutan baru bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Perubahan yang dilakukan murni pada sistem pemungutan, bukan pada besaran tarif. Artinya, UMKM tetap dikenakan pajak seperti yang selama ini berlaku, dan bukan dikenakan tambahan beban. Penyesuaian ini bertujuan agar ekosistem digital, khususnya sektor perdagangan daring, semakin tertib dalam pelaporan dan penyetoran pajak.

“Kami tidak menciptakan pajak baru. Justru kami ingin menyederhanakan prosesnya. Marketplace kami libatkan agar pelaku usaha lebih mudah memenuhi kewajibannya,” jelas Direktur Peraturan Perpajakan I Ditjen Pajak Kemenkeu, Hestu Yoga Saksama dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (15/7/2025).

UMKM Tetap Diuntungkan dengan Ambang Batas yang Jelas

Dalam skema baru pajak marketplace ini, pendapatan UMKM tetap mendapat perlindungan ambang batas. Usaha dengan penghasilan di bawah Rp500 juta per tahun tetap dibebaskan dari pajak. Sementara itu, bagi pelaku usaha yang memperoleh penghasilan antara Rp500 juta hingga Rp4,8 miliar, dikenakan tarif pajak final sebesar 0,5 persen. Adapun mereka yang sudah melebihi batas tersebut akan dikenai tarif pajak normal berdasarkan ketentuan pasal 17, yakni 22 persen untuk badan usaha, dan tarif progresif bagi individu.

Aturan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 37 Tahun 2025, yang secara resmi menunjuk marketplace sebagai pemungut Pajak Penghasilan (PPh) atas penghasilan yang diterima pedagang dalam negeri melalui sistem perdagangan elektronik.

Langkah ini juga sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan. Penunjukan marketplace sebagai pemungut pajak, menurut Hestu, justru akan memberi kemudahan bagi UMKM dalam menyetorkan kewajiban perpajakannya tanpa harus repot mengurus sendiri.

Pemerintah memastikan tak ada permintaan dokumen tambahan dari merchant maupun pihak marketplace. Pelaku usaha yang penghasilannya di bawah Rp500 juta cukup menyampaikan surat pernyataan agar terhindar dari pemungutan otomatis. Di sisi lain, marketplace hanya bertugas memotong dan menyetorkan pajak dari merchant yang telah memenuhi ambang batas.

“Ini hanya soal mekanisme. Dengan keterlibatan marketplace, justru proses jadi lebih tertib dan transparan,” pungkas Hestu.

Tren Investasi Emas Naik, BSI Catat Lonjakan Cicil dan Gadai Emas

Bank Syariah Indonesia (BSI) terus memperkuat komitmennya dalam mempermudah akses investasi emas bagi masyarakat melalui skema Cicil dan Gadai Emas yang sesuai prinsip syariah. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, instrumen logam mulia dinilai menjadi pilihan rasional dan aman bagi masyarakat yang ingin menjaga nilai aset dalam jangka panjang.

Direktur Sales & Distribution BSI, Anton Sukarna, mengatakan bahwa emas kini bukan sekadar tabungan konvensional, melainkan bagian dari strategi pengelolaan keuangan berbasis syariah. “Kami tidak hanya mengedukasi masyarakat untuk menabung emas, tapi juga mendorongnya sebagai bagian dari manajemen keuangan yang lebih sehat dan terencana,” ujar Anton.

BSI sendiri telah menyediakan berbagai layanan investasi emas, mulai dari Cicil dan Gadai Emas, hingga pembelian logam mulia secara langsung melalui platform digital BYOND by BSI. Pembelian dapat dilakukan secara tunai maupun angsuran, dengan tenor fleksibel antara satu hingga lima tahun.

“Keunggulan investasi emas di BYOND adalah keamanannya. Emas disediakan langsung oleh BSI dan disimpan sesuai ketentuan yang diawasi OJK. Karena BSI membeli langsung dari mitra terpercaya, harga yang ditawarkan pun kompetitif,” jelasnya.

Lonjakan Transaksi Cicil dan Gadai Emas Capai Triliunan Rupiah

Performa bisnis emas BSI tercatat mengalami lonjakan signifikan. Hingga Mei 2025, total nilai pembiayaan dari program cicil dan gadai emas menembus angka Rp16,43 triliun—melonjak 92,52% secara tahunan. Secara terperinci, pembiayaan cicil emas menyumbang Rp8,89 triliun atau tumbuh 175,13% year-on-year, sementara gadai emas mencapai Rp7,54 triliun, meningkat 42,18%. Adapun pembelian emas melalui BYOND by BSI mencapai Rp1,11 triliun, naik 21,55%.

Momentum ini turut diperkuat melalui gelaran BSI International Expo 2025, yang digelar pada 26–29 Juni 2025. Dalam empat hari pelaksanaan, minat masyarakat terhadap cicil emas menyumbang transaksi hingga Rp11,2 miliar, sementara pembelian emas melalui BYOND tercatat mencapai Rp6,2 miliar.

Melihat tingginya minat, BSI terus membidik segmen nasabah dengan penghasilan tetap, khususnya mereka yang telah menjadi nasabah payroll BSI. Menurut Anton, edukasi dan literasi keuangan menjadi kunci penting dalam mendorong masyarakat beralih ke investasi yang berkelanjutan dan berbasis nilai.

BSI juga membuka peluang investasi mulai dari 0,1 gram emas, menjadikan logam mulia semakin mudah dijangkau oleh berbagai kalangan. “Kami ingin emas menjadi aset yang inklusif, bisa diakses oleh siapa saja lewat teknologi yang kami sediakan,” tutup Anton.

Romantis Tapi Riskan? Ini Fakta Tentang Menjalankan Bisnis Bersama Pasangan

Memulai bisnis bersama pasangan sering kali terdengar romantis. Bisa kerja bareng, berbagi ide, bahkan meraih sukses bareng orang terkasih. Tapi di balik peluang manis itu, ada tantangan besar yang perlu disadari sejak awal. Banyak pasangan berhasil membangun usaha dari nol, tapi tidak sedikit juga yang justru menghadapi konflik karena urusan bisnis bercampur dengan urusan pribadi.

Buat yang sedang mempertimbangkan jalan ini, penting untuk tahu dulu apa saja kelebihan dan potensi tantangannya. Jangan sampai niat baik malah berujung ribet hanya karena nggak siap dari awal.

Plus Minus Bisnis Bersama Pasangan

1. Keuntungan:

  • Komunikasi lebih terbuka
    Dalam hubungan yang sehat, komunikasi antara pasangan biasanya sudah terjalin baik. Ini bisa jadi modal penting dalam menjalankan bisnis, karena keterbukaan akan membantu mempercepat pengambilan keputusan dan menyelesaikan masalah.

  • Visi dan nilai hidup sejalan
    Pasangan umumnya punya tujuan hidup yang mirip, seperti ingin punya waktu lebih banyak bersama atau mencari kebebasan finansial. Nah, menjalankan bisnis bersama pasangan bisa jadi cara untuk mewujudkan hal-hal itu secara bersamaan.

  • Saling percaya
    Kepercayaan adalah salah satu modal terbesar dalam dunia usaha. Dengan pasangan sendiri, hal ini sudah terbentuk secara alami. Risiko disalahgunakan atau ditipu bisa ditekan, karena keduanya punya kepentingan yang sama terhadap keberhasilan bisnis.

2. Tantangan:

  • Batas pribadi dan profesional jadi kabur
    Kadang obrolan tentang bisnis terus terbawa sampai di rumah. Hal ini bisa membuat hubungan terasa monoton dan kehilangan momen santai. Apalagi jika ada perbedaan pendapat, konflik kerja bisa terbawa ke urusan rumah tangga.

  • Porsi kerja yang tidak seimbang
    Kalau salah satu pasangan merasa lebih banyak berkorban atau bekerja lebih keras dari yang lain, bisa muncul rasa tidak adil. Kalau tidak dibicarakan dengan terbuka, bisa muncul konflik yang berkepanjangan.

  • Potensi gagal berdampak ke dua sisi sekaligus
    Jika bisnis merugi atau gagal, bukan cuma modal yang hilang. Hubungan pribadi juga bisa terganggu karena rasa kecewa, saling menyalahkan, atau kehilangan arah bersama.

Tips Agar Bisnis dan Hubungan Sama-sama Lancar

Agar tetap harmonis, penting banget buat pisahkan peran antara sebagai partner bisnis dan sebagai pasangan. Misalnya, buat jadwal kerja yang jelas dan hindari bahas soal bisnis di luar jam kerja. Jangan lupa juga untuk menyusun perjanjian kerja secara tertulis agar hak dan kewajiban masing-masing jelas.

Selain itu, saling mengapresiasi dan menghargai kontribusi satu sama lain bisa jadi penguat hubungan. Dan yang paling penting, tetap jaga komunikasi yang jujur dan terbuka, baik soal urusan bisnis maupun hal-hal personal.

Bisnis bersama pasangan bisa jadi pengalaman luar biasa asalkan dijalani dengan persiapan, saling pengertian, dan komitmen yang kuat. Jadi sebelum memulai, diskusikan dengan matang dan buat rencana sebaik mungkin.

Setengah Juta Penerima Bansos Terdeteksi Main Judol, PPATK Temukan Transaksi Mencurigakan!

0

Fenomena penerima bansos main judol kembali mencuat setelah Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan indikasi kuat penyalahgunaan dana bantuan sosial oleh ratusan ribu penerimanya. Dari hasil pencocokan data dengan salah satu bank penyalur, diketahui ada lebih dari 500 ribu penerima bansos main judol, dengan total nilai transaksi yang nyaris menyentuh Rp1 triliun.

Ketua PPATK, Ivan Yustiavandana, menjelaskan bahwa temuan ini merupakan hasil dari verifikasi data Nomor Induk Kependudukan (NIK) penerima bansos terhadap aktivitas perbankan. “Kami baru mengaudit dari satu bank penyalur, dan hasilnya cukup mencengangkan. Ada setengah juta lebih NIK penerima bantuan sosial yang ternyata juga aktif bermain judi online,” ujar Ivan dalam keterangan resminya, Jumat (11/7).

Indikasi Pendanaan Terorisme Juga Ditemukan

Selain praktik judi daring, PPATK juga menemukan lebih dari 100 rekening penerima bantuan yang diduga terhubung dengan aktivitas pendanaan terorisme. Ivan menuturkan, temuan tersebut sedang dalam proses pendalaman lebih lanjut oleh lembaganya.

“Hasil penelusuran sementara menunjukkan nilai transaksi gabungan dari praktik judi online dan dugaan pendanaan terorisme mencapai lebih dari Rp900 miliar. Ini tentu menjadi perhatian serius,” tegas Ivan.

Sebagai tindak lanjut, PPATK akan menyerahkan data rekening mencurigakan tersebut kepada Kementerian Sosial (Kemensos). Ivan menyebut langkah ini penting untuk membantu penyaringan dan penindakan terhadap penerima bantuan yang menyimpang dari tujuan program.

Kunjungan tertutup Menteri Sosial Saifullah Yusuf ke kantor PPATK beberapa waktu lalu juga menjadi langkah konkret kerja sama antarlembaga. Dalam pertemuan tersebut, Mensos menegaskan pentingnya akurasi data penerima manfaat agar dana bantuan sosial benar-benar tepat sasaran.

“Masih banyak laporan masyarakat terkait ketidaktepatan penyaluran bantuan. Maka dari itu, Kemensos menggandeng PPATK dalam menelusuri rekening para penerima,” kata Mensos.

Untuk mengatasi persoalan klasik ini, Presiden Joko Widodo sebelumnya telah mewanti-wanti agar sistem penyaluran bansos ke depan lebih akurat. Presiden Prabowo Subianto yang kini menjabat, disebut akan menggunakan basis Data Tunggal dari BPS untuk menata ulang penerima manfaat.

“Dengan pembaruan data berbasis BPS, kami berharap bantuan sosial betul-betul menjangkau mereka yang membutuhkan, bukan malah digunakan untuk praktik menyimpang,” pungkas Saifullah.