Kamis, Mei 7, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 73

104 Ribu UMKM Disiapkan untuk Dukung Program 3 Juta Rumah

0

Keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam Program 3 Juta Rumah menjadi langkah nyata untuk mewujudkan pemerataan ekonomi sekaligus memperkuat fondasi pembangunan nasional. Program ini tidak hanya fokus menyediakan hunian layak, tetapi juga membuka ruang partisipasi luas bagi UMKM agar dapat berkontribusi langsung dalam ekosistem perumahan rakyat.

Deputi Bidang Usaha Kecil Kementerian UMKM, Temmy Satya Permana, menegaskan bahwa kementeriannya berperan aktif dalam mempersiapkan UMKM agar mampu terlibat dalam Program 3 Juta Rumah secara maksimal.

“Peran UMKM diarahkan pada sisi supply, mulai dari jasa konstruksi hingga penyedia bahan bangunan, sehingga pelaksanaan program bisa berjalan efektif,” ujar Temmy dalam keterangan di Jakarta, Kamis (14/8).

Pemberdayaan UMKM untuk Ekosistem Perumahan

Menurut Temmy, keterlibatan UMKM mencakup berbagai bidang, seperti pengembang dan kontraktor kecil, tukang bangunan, instalasi listrik, plumbing, hingga aplikator rumah pracetak seperti Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) dan Rumah Unggul Sistem Panel Instan (RUSPIN). Selain itu, UMKM juga berperan sebagai supplier material, mulai dari semen, pasir, baja, hingga cat bangunan.

Kementerian UMKM, lanjutnya, akan memperkuat pembinaan dan pendampingan agar UMKM memiliki kapasitas usaha yang memadai. Persyaratan bagi UMKM untuk terlibat dalam program ini juga tidak rumit. Salah satunya hanya perlu memahami prosedur registrasi di SIRENG (Sistem Registrasi Pengembang) dan SIKUMBANG (Sistem Kumpulan Pengembang), serta memiliki kapasitas membangun rumah subsidi.

Untuk memperkuat permodalan, pemerintah menyiapkan skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan. Dengan bunga 6 persen dan plafon hingga Rp500 juta, fasilitas ini ditujukan bagi UMKM ekosistem perumahan yang terlibat langsung dalam pembangunan.

Berdasarkan data Sistem Informasi Data Tunggal (SIDT) Kementerian UMKM hingga Agustus 2025, tercatat ada sekitar 104 ribu UMKM yang berpotensi dilibatkan dalam program ini. Dari jumlah tersebut, sekitar 35 ribu bergerak di sektor konstruksi, sementara 69 ribu lainnya merupakan pemasok material bangunan.

“Jika seluruh UMKM ini bisa didorong kapasitasnya, dampaknya akan besar, bukan hanya pada percepatan pembangunan perumahan, tapi juga pada pertumbuhan ekonomi rakyat,” tegas Temmy.

Ekonomi Stabil, Prabowo Optimistis APBN 2026 Dorong Pemerataan dan Kesejahteraan

0

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa APBN 2026 merupakan anggaran pertama yang sepenuhnya ia rancang sebagai Kepala Negara. Menurutnya, APBN 2026 disusun untuk memperkuat fondasi Indonesia menuju kemandirian, ketangguhan, dan kesejahteraan, dengan fokus utama pada sektor pangan, energi, ekonomi, dan pertahanan.

“Kerangka APBN ini adalah wujud implementasi visi saya bersama Wakil Presiden untuk mewujudkan Indonesia yang kuat, mandiri, dan sejahtera. Ketangguhan adalah fondasi bagi kemandirian dan kesejahteraan rakyat. Karena itu, kita akan memperkuat ketahanan pangan, energi, ekonomi, dan pertahanan,” ujar Presiden Prabowo saat menyampaikan pidato kenegaraan RUU APBN 2026 beserta Nota Keuangan di Gedung Nusantara, Jakarta, Jumat (15/8).

Ia menambahkan, pengelolaan sumber daya alam harus diarahkan untuk kepentingan rakyat, memperluas hilirisasi industri, menciptakan lapangan kerja, dan memaksimalkan nilai tambah di dalam negeri. Pemerataan pembangunan, kata Presiden, akan dijalankan dari Sabang hingga Merauke, termasuk pemerataan akses pendidikan dan layanan kesehatan.

Stabilitas Ekonomi di Tengah Gejolak Global

Presiden Prabowo memaparkan bahwa Indonesia berhasil menjaga stabilitas ekonomi meski dihadapkan pada perubahan besar tata kelola dunia, memanasnya tensi geopolitik, hingga ancaman perang fisik dan perang tarif. Ia menyebut, kerja sama seluruh elemen bangsa telah membuat pemerintah mampu melindungi rakyat, menjaga layanan publik, dan mempertahankan pertumbuhan ekonomi positif.

Ekonomi Indonesia pada kuartal II-2025 tumbuh 5,12 persen secara tahunan, naik dari 4,87 persen pada kuartal sebelumnya. Ekspor pun melonjak 10,67 persen, dengan kontribusi terbesar berasal dari nilai tambah hasil hilirisasi.

Selain itu, tingkat pengangguran turun menjadi 4,76 persen dan angka kemiskinan mencapai rekor terendah 8,47 persen. Inflasi juga terkendali di 2,4 persen, sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga. “Bukti nyata bahwa kerja keras dan kesungguhan bisa membawa kesejahteraan bagi jutaan rakyat Indonesia,” ujar Prabowo.

Program strategis seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk 20 juta penerima, Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang menjangkau lebih dari 17 juta orang, serta pembentukan 80 ribu Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih menjadi bagian dari upaya pemerataan ekonomi. APBN tahun depan juga dirancang untuk memberikan stimulus ekonomi, perlindungan sosial, dan dukungan bagi dunia usaha.

Dalam bidang diplomasi, Prabowo menyoroti pencapaian seperti penurunan tarif perdagangan bilateral dengan Amerika Serikat dari 32 persen menjadi 19 persen, serta selesainya perundingan Indonesia–Uni Eropa CEPA setelah tertunda selama satu dekade.

“Kita akan terus memperjuangkan kepentingan nasional di panggung dunia, berdiri sejajar dengan negara mana pun,” tegasnya.

Mengapa Cloud Computing dan IoT Menjadi Kunci Transformasi Digital Industri?

Di era Industri 4.0, teknologi berkembang pesat dan mengubah cara bisnis beroperasi. Salah satu kolaborasi teknologi yang semakin mendapat perhatian adalah Cloud Computing dan IoT. Kombinasi ini tidak hanya memberikan kemudahan akses data, tetapi juga meningkatkan efisiensi operasional, baik untuk perusahaan besar maupun UMKM. Dengan integrasi yang tepat, dua teknologi ini bisa menjadi tulang punggung transformasi digital di berbagai sektor industri.

Mengapa Cloud Computing dan IoT Menjadi Pasangan Ideal?

IoT (Internet of Things) memungkinkan perangkat saling terhubung dan mengirimkan data secara real-time. Namun, semakin banyak perangkat yang digunakan, semakin besar pula volume data yang dihasilkan. Di sinilah peran cloud computing menjadi krusial. Cloud menyediakan ruang penyimpanan dan pengolahan data yang fleksibel, aman, dan dapat diakses kapan saja.

Bayangkan sebuah pabrik yang memiliki ratusan sensor di mesin produksinya. Tanpa cloud, data dari sensor-sensor ini harus disimpan di server lokal yang kapasitasnya terbatas dan rentan gangguan. Dengan cloud, data tersebut dapat langsung diunggah, diproses, dan dianalisis secara cepat, bahkan dari jarak jauh.

Manfaat Cloud Computing dan IoT untuk Industri di Indonesia

Kombinasi cloud dan IoT memberikan berbagai manfaat yang signifikan, terutama bagi industri di Indonesia yang sedang gencar melakukan transformasi digital.

  1. Pengelolaan Data yang Lebih Efisien

Perusahaan tidak perlu menginvestasikan infrastruktur server yang mahal. Cloud memungkinkan penyimpanan data skala besar dengan biaya yang lebih terjangkau. Data IoT dapat diolah dengan cepat tanpa mengorbankan performa sistem.

  1. Akses Data Kapan Saja dan di Mana Saja

Dengan sistem berbasis cloud, manajer pabrik atau pemilik UMKM bisa memantau proses produksi dari smartphone mereka. Tidak lagi perlu berada di lokasi untuk mengetahui kondisi operasional.

  1. Skalabilitas Sesuai Kebutuhan

Cloud bersifat fleksibel. Jika perusahaan menambah jumlah perangkat IoT atau memperluas jangkauan operasional, kapasitas penyimpanan dan pemrosesan data bisa ditingkatkan dengan cepat tanpa penggantian infrastruktur fisik.

  1. Keamanan dan Backup Data

Penyedia layanan cloud biasanya memiliki sistem keamanan berlapis, termasuk enkripsi dan backup otomatis, sehingga risiko kehilangan data dapat diminimalkan.

Penerapan Teknologi Cloud Computing dan IoT di Indonesia

Banyak sektor industri di Indonesia yang mulai mengadopsi kombinasi Cloud Computing dan IoT, mulai dari manufaktur, pertanian, hingga logistik. Misalnya, di sektor manufaktur, sensor IoT dipasang pada mesin untuk memantau suhu, getaran, dan produktivitas. Data ini dikirim ke cloud untuk dianalisis, sehingga tim teknis dapat mengambil tindakan pencegahan sebelum kerusakan terjadi.

Di sektor pertanian, petani modern menggunakan sensor tanah dan cuaca yang terhubung ke cloud untuk menentukan waktu tanam, jumlah air yang dibutuhkan, hingga prediksi panen. Hal ini membantu meningkatkan produktivitas dan mengurangi pemborosan.

Peran Miraswift dalam Mendorong Transformasi di Bidang Cloud Computing dan IoT (Internet of Things)

Sebagai perusahaan teknologi yang fokus pada solusi IoT dan otomasi, Miraswift menyediakan layanan yang memadukan sistem IoT dengan pengelolaan data berbasis cloud. Solusi yang ditawarkan Miraswift dirancang untuk terintegrasi secara real-time, memungkinkan pengguna memantau, mengontrol, dan mengelola proses produksi langsung dari perangkat mobile.

Miraswift memahami bahwa setiap industri memiliki kebutuhan yang berbeda. Oleh karena itu, mereka menawarkan solusi yang dapat disesuaikan, mulai dari home industry hingga big industrial. Dengan dukungan tim profesional, Miraswift memastikan proses implementasi berjalan mulus dan memberikan dampak positif bagi efisiensi bisnis.

Meski manfaatnya besar, penerapan cloud dan IoT juga memiliki tantangan, seperti:

  • Kekhawatiran keamanan data → Solusinya adalah memilih penyedia cloud terpercaya dengan sertifikasi keamanan.
  • Keterbatasan koneksi internet → Menggunakan sistem hybrid (cloud dan edge computing) bisa menjadi alternatif.
  • Kurangnya pemahaman teknis → Perusahaan perlu melakukan pelatihan bagi karyawan untuk memaksimalkan teknologi.

Kombinasi Cloud Computing dan IoT adalah langkah strategis bagi industri di Indonesia untuk menghadapi persaingan di era Industri 4.0. Teknologi ini membantu perusahaan, baik besar maupun kecil, mengelola data dengan efisien, meningkatkan produktivitas, dan mempercepat pengambilan keputusan berbasis data.

Dengan dukungan mitra teknologi seperti Miraswift, transformasi digital nggak lagi cuma wacana, tetapi bisa diwujudkan secara nyata dan memberikan nilai tambah bagi bisnis.

Harga Bitcoin Capai Titik Tertinggi Sepanjang Masa, Apa yang Terjadi di Pasar?

0

Harga Bitcoin Tertinggi kembali mencatat sejarah dengan menembus level di atas 123.000 dolar AS atau setara hampir Rp1,9 miliar per koin. Kenaikan ini menjadi rekor sepanjang masa dan membuat mata para pelaku pasar kripto tertuju pada pergerakan aset digital terbesar tersebut. Lonjakan signifikan ini terjadi dalam waktu singkat, didorong kombinasi faktor eksternal mulai dari sentimen kebijakan pemerintah hingga dinamika pasar global.

Banyak analis menilai, pencapaian Harga Bitcoin Tertinggi kali ini tidak hanya soal euforia pasar, tetapi juga dipicu oleh arah kebijakan baru yang dianggap lebih ramah terhadap ekosistem kripto. Di sisi lain, ekspektasi penurunan suku bunga acuan di Amerika Serikat turut memperkuat arus modal masuk ke aset berisiko seperti Bitcoin.

Sentimen Positif dari Kebijakan dan Pasar Global

Dukungan kebijakan yang lebih terbuka terhadap kripto dari pemerintahan Amerika Serikat menjadi pemicu utama. Langkah ini mendorong keyakinan investor bahwa regulasi ke depan akan semakin memberikan ruang berkembang bagi industri aset digital. Selain itu, kabar mengenai potensi pelonggaran aturan pajak transaksi kripto menambah optimisme pelaku pasar.

Kondisi pasar keuangan global yang tengah bergejolak juga ikut memainkan peran. Dengan meningkatnya ketidakpastian di sektor saham dan obligasi, banyak investor mencari alternatif penyimpanan nilai, dan Bitcoin menjadi pilihan utama. Bahkan, permintaan yang meningkat tidak hanya datang dari investor ritel, tetapi juga dari institusi besar yang mulai menempatkan sebagian portofolionya pada aset digital ini.

Tak hanya Bitcoin, mata uang kripto lainnya seperti Ethereum juga menunjukkan kenaikan signifikan. Meski belum mencapai rekor tertinggi, Ethereum diprediksi akan mengekor tren Bitcoin, terutama jika kondisi pasar tetap mendukung.

Arah Pasar Kripto Selanjutnya

Meski euforia tengah berlangsung, sebagian pelaku pasar mengingatkan pentingnya kewaspadaan. Kenaikan tajam dalam waktu singkat berpotensi diikuti oleh aksi ambil untung yang bisa menekan harga kembali. Namun, jika dukungan kebijakan terus berlanjut dan likuiditas pasar tetap tinggi, prospek Bitcoin dan kripto lainnya diperkirakan masih positif dalam jangka menengah.

Pencapaian rekor baru ini menjadi penanda bahwa Bitcoin semakin diterima di kancah keuangan global, bukan hanya sebagai instrumen spekulatif, tetapi juga sebagai aset yang mulai dilihat layaknya “emas digital”. Bagi sebagian investor, momentum ini menjadi peluang emas untuk memperkuat posisi, sementara bagi yang lain, menjadi peringatan agar tidak terbawa arus euforia tanpa perhitungan matang.

Dengan tren yang terus menguat, pasar kini menunggu apakah Bitcoin mampu mempertahankan posisinya di level rekor atau justru akan menghadapi koreksi dalam beberapa pekan ke depan. Satu hal yang pasti, sejarah telah mencatat lonjakan kali ini sebagai salah satu momen paling penting dalam perjalanan mata uang kripto.

Tips Memanfaatkan Networking Pertemanan untuk Perkembangan Usaha

Dalam dunia bisnis, tidak ada yang lebih berharga daripada koneksi yang kuat. Banyak pelaku usaha sukses yang mengakui bahwa networking pertemanan menjadi salah satu faktor penting dalam perkembangan karier dan bisnis mereka. Melalui hubungan yang terjalin dengan baik, peluang baru dapat muncul—mulai dari kerja sama, akses modal, hingga mendapatkan mentor yang berpengalaman. Networking pertemanan bukan hanya soal mengenal banyak orang, tetapi tentang membangun relasi yang saling menguntungkan dan berjangka panjang.

Kekuatan dari jaringan pertemanan terletak pada rasa percaya dan dukungan yang ada di dalamnya. Saat kita memiliki hubungan yang baik dengan orang-orang di sekitar, mereka cenderung lebih terbuka untuk berbagi ide, memberikan masukan, atau bahkan merekomendasikan kita kepada pihak lain. Dalam beberapa kasus, peluang bisnis besar justru datang dari teman atau kenalan yang mungkin sebelumnya tidak kita sangka.

Cara Memanfaatkan Networking Pertemanan dan Tongkrongan Secara Benar!

Memanfaatkan komunitas atau lingkaran pertemanan untuk kepentingan bisnis bukan berarti hanya hadir dalam acara kumpul-kumpul. Ada strategi yang bisa membuat hubungan ini lebih produktif. Pertama, jadilah pendengar yang baik. Menunjukkan ketertarikan pada cerita dan pengalaman orang lain sering kali membuka peluang kerja sama. Kedua, berikan manfaat sebelum meminta. Misalnya, membantu teman menemukan solusi, memberikan informasi penting, atau mengenalkan mereka ke orang yang dapat membantu perkembangan usaha mereka.

Bergabung dengan komunitas yang relevan dengan bidang yang digeluti juga menjadi langkah efektif. Semakin sering kita berinteraksi dan berkontribusi, semakin besar peluang orang lain mengenal dan mempercayai kita. Di era digital, komunitas atau tongkrongan tidak hanya terbatas secara fisik. Grup online, forum bisnis, hingga platform media sosial bisa menjadi tempat efektif untuk memperluas networking pertemanan, bahkan hingga lintas daerah atau negara.

Dengan membangun dan memelihara relasi yang sehat, kita tidak hanya mendapatkan peluang bisnis, tapi juga sumber pembelajaran yang berharga. Networking yang dikelola dengan baik akan menjadi aset jangka panjang yang mendukung pertumbuhan usaha sekaligus pengembangan diri.

Koperasi Desa Merah Putih, Senjata Baru UMKM Hadapi Persaingan Pasar

0

Memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia, semangat kemerdekaan kembali dimaknai bukan hanya sebatas bebas dari penjajahan fisik, tetapi juga sebagai upaya mewujudkan kedaulatan ekonomi. Salah satu langkah konkrit adalah peluncuran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) oleh Presiden RI pada 21 Juli 2025 lalu.

Sebanyak 80.081 koperasi tingkat desa dan kelurahan diresmikan sebagai wadah bersama untuk memperkuat kemandirian desa, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Presiden Prabowo Subianto menggambarkan konsep koperasi seperti seikat lidi: satu lidi rapuh, tetapi jika disatukan akan menjadi kekuatan besar yang mampu menghadapi berbagai tantangan. “Koperasi adalah alat perjuangan bagi mereka yang masih lemah. Kalau bersatu, kekuatan itu akan tumbuh, dari ekonomi yang rapuh menjadi kokoh,” ujarnya.

Bagi Kementerian UMKM, KDMP berperan sebagai agregator yang mengonsolidasikan kekuatan pelaku UMKM agar mampu bersaing. Deputi Bidang Usaha Mikro, Riza Damanik, menegaskan koperasi membuka peluang bagi UMKM untuk membentuk klaster usaha, mengakses pembiayaan dengan mudah, memperoleh bahan baku secara efisien, hingga memperluas pasar.

Peran Strategis Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dalam Pemberdayaan UMKM

“Tantangan utama UMKM adalah keterbatasan skala usaha yang membuat biaya produksi tinggi dan produktivitas rendah. Melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, UMKM bisa mendapatkan kepastian pasar, pasokan bahan baku, serta peluang tumbuh yang lebih besar,” jelas Riza.

Model ini juga memberi kesempatan bagi produk unggulan daerah untuk menembus pasar lebih luas. Di Bangka Belitung, misalnya, produksi madu lokal kini dikelola bersama dalam koperasi, dengan standar mutu, kemasan, dan pemasaran yang lebih profesional. Dampaknya, produk madu tersebut lebih mudah diterima pasar dan memiliki nilai jual lebih tinggi.

Hal serupa terjadi di sektor pertanian dan perikanan. Petani dan nelayan kini mendapatkan akses pupuk, benih, dan bahan baku berkualitas dengan harga terjangkau. Sebelumnya, mereka harus mencari pasokan sendiri dengan harga fluktuatif dan kualitas tidak konsisten. Melalui koperasi, seluruh proses menjadi lebih efisien sehingga pelaku UMKM dapat fokus meningkatkan produktivitas dan inovasi.

Riza optimistis, langkah ini bukan hanya menambah jumlah koperasi, tetapi juga meningkatkan kualitas dan daya saingnya di kancah global. “Kita ingin koperasi Indonesia tidak sekadar besar dalam jumlah, tetapi juga kuat, produktif, dan membanggakan,” pungkasnya.

Pelaku Usaha Keluhkan Lambatnya Penerbitan Izin Impor Daging

0

Asosiasi Pengusaha dan Pengolahan Daging Indonesia (APPDI) bersama Asosiasi Pengusaha Protein Hewani Indonesia (APPHI) mendesak pemerintah segera mempercepat proses izin impor daging yang tersisa tahun ini. Hingga pertengahan Agustus, realisasi impor masih terkendala akibat lambatnya perizinan, sehingga sisa kuota sebesar 100 ribu ton belum bisa dimanfaatkan secara optimal.

Direktur Eksekutif APPDI, Teguh Boediyana, menjelaskan bahwa hambatan terbesar terletak pada proses penerbitan Laporan Hasil Verifikasi dan Rekomendasi Kuota (LHVRK) di Badan Pangan Nasional (Bapanas). Dokumen ini menjadi syarat penting untuk memperoleh Surat Persetujuan Impor (SPI) dari Kementerian Perdagangan (Kemendag). Tanpa SPI, pelaku usaha tidak bisa mengimpor meski kuota sudah ditetapkan.

Menurut Teguh, keterlambatan pemberian izin impor daging sapi ini tidak hanya merugikan pelaku usaha, tetapi juga berpotensi mengganggu rantai pasok ke sektor kuliner berskala besar seperti hotel, restoran, dan katering (horeka). Jika pasokan bahan baku terganggu, risiko penurunan produksi hingga pemutusan hubungan kerja (PHK) pun meningkat.

Instruksi Presiden Belum Terlaksana

Teguh mengingatkan bahwa pada Sarasehan Ekonomi di Jakarta, 8 April 2025, Presiden Prabowo Subianto sempat memerintahkan penghapusan kuota impor untuk komoditas vital, termasuk daging. Namun, implementasinya di lapangan masih jauh dari harapan. Dari total kuota awal 180 ribu ton, kini tersisa 100 ribu ton yang justru prosesnya berjalan lamban.

Wakil Ketua APPHI, Marina Ratna DK, mengungkapkan bahwa dari 86 perusahaan yang mengajukan izin, hanya setengahnya yang sudah memperoleh persetujuan. Sisanya, sebanyak 26 perusahaan, masih tertahan di tahap Bapanas atau Kemendag.

Bahkan, volume izin yang diberikan kepada perusahaan yang lolos pun tergolong kecil, hanya 200–600 ton per entitas.
Dengan waktu yang semakin sempit menuju akhir tahun, para pelaku usaha menilai percepatan penerbitan izin impor daging menjadi krusial untuk menghindari potensi kelangkaan pasokan di pasar.

Jika hambatan birokrasi tidak segera diatasi, bukan hanya industri pengolahan dan distribusi daging yang akan terpukul, tetapi juga sektor kuliner, perhotelan, dan katering yang bergantung pada bahan baku ini. Situasi ini dikhawatirkan dapat memicu kenaikan harga dan menekan daya beli masyarakat.

Stok Beras Premium Kosong, Ritel Modern Harap Produksi Segera Pulih

0

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Solihin, menyampaikan bahwa hingga pertengahan Agustus 2025, stok beras premium di berbagai jaringan ritel modern masih belum tersedia atau kosong. Menurutnya, selain keterlambatan produksi dari pemasok, dinamika pasar yang sempat terganggu akibat kasus beras oplosan juga memberi dampak pada kelancaran distribusi.

“Ketersediaan beras premium memang tipis, kami masih menunggu produsen memulai produksi baru pada Agustus ini,” ujar Solihin, Rabu (13/8/2025). Ia menambahkan, pihaknya belum mendapatkan kepastian dari pihak produsen terkait waktu pasti pengiriman kembali ke jaringan ritel modern.

Kasus beras oplosan yang mencuat beberapa waktu lalu membuat sejumlah anggota Aprindo harus memberikan keterangan di kepolisian setempat. Padahal, saat itu Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Satgas Pangan Polri mengimbau pelaku ritel untuk tetap memajang stok beras yang mereka miliki. Namun, dalam praktiknya, sejumlah pelaku usaha justru diminta memenuhi persyaratan administrasi yang cukup panjang sebelum dapat melanjutkan penjualan.

Penyaluran Beras Medium dan Tantangan Distribusi

Meski beras premium belum tersedia, pasokan beras medium jenis SPHP dari Perum Bulog mulai masuk ke gudang ritel modern. Proses distribusi dilakukan secara bertahap, dimulai dari pengiriman ke gudang pusat, lalu didistribusikan ke cabang-cabang yang membutuhkan, yang biasanya memakan waktu satu hingga dua hari. Beberapa cabang bahkan sudah mulai menjual beras SPHP, meski jumlah yang sementara masih terbatas.

Ketiadaan beras premium ini berdampak signifikan pada omzet di ritel modern. Dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp74.500 per kemasan, penurunan penjualan komoditas ini memengaruhi rata-rata nilai belanja per pelanggan.

Beras merupakan kebutuhan pokok utama masyarakat dan menjadi salah satu produk dengan perputaran penjualan tertinggi di sektor ritel. Karena itu, pelaku usaha berharap proses produksi dan distribusi segera kembali normal. Pemerintah, melalui Bapanas dan Bulog, terus memantau ketersediaan stok serta mengupayakan agar harga tetap stabil. Langkah ini diharapkan dapat memastikan pasokan mencukupi, menjaga daya beli masyarakat, dan memulihkan kembali omzet sektor ritel yang terdampak.

Program MBG Libatkan Ribuan UMKM untuk Pasok Bahan Pangan Bergizi

0

Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan hanya berfokus pada peningkatan asupan gizi anak-anak, tetapi juga dirancang untuk menggerakkan roda perekonomian, terutama di sektor pangan. Melalui keterlibatan UMKM dalam MBG, program ini diharapkan mampu menjadi ekosistem yang memberi manfaat ganda: memastikan anak bangsa mendapat makanan sehat sekaligus menciptakan peluang usaha bagi jutaan pelaku usaha lokal di seluruh Indonesia.

Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM, Riza Damanik, menjelaskan bahwa 85 persen anggaran MBG dialokasikan untuk pengadaan bahan baku dapur, mulai dari hasil pertanian, peternakan, perikanan, hingga perkebunan. Angka ini membuka ruang besar bagi sekitar 29 juta UMKM sektor pangan, khususnya yang berbasis di pedesaan, untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing.

Hingga kini, tercatat 6.435 pelaku usaha telah masuk dalam rantai pasok MBG. Mereka mencakup pemasok bahan baku seperti petani, nelayan, dan peternak, pedagang pasar, penyedia jasa katering di daerah, hingga pelaku usaha pengolah limbah makanan yang mengubah sisa bahan menjadi pupuk, pakan ikan, atau produk bernilai jual lainnya.

Dampak Nyata di Lapangan dan Tantangannya

Dampak positif program terlihat di berbagai daerah. Di Pamulang, misalnya, seorang pemasok sayuran yang terhubung ke empat dapur MBG merekrut 15 ibu rumah tangga untuk membantu pengolahan sayur, sehingga membuka lapangan kerja baru di lingkungan setempat.

Meski begitu, tantangan masih ada. Standardisasi kualitas dan kuantitas bahan, kesinambungan pasokan, keterbatasan informasi teknis, hingga akses pembiayaan menjadi hambatan yang dihadapi pelaku UMKM. Untuk menjawab hal ini, Kementerian UMKM meluncurkan pendampingan terstruktur secara daring, meliputi sosialisasi, pelatihan, kurasi produk, business matching, dan fasilitasi pembiayaan. Program ini telah diikuti seribu pengusaha.

Kementerian juga menargetkan setiap dapur MBG menggunakan minimal 60 persen bahan baku dari produk UMKM, dengan standar yang akan terus ditingkatkan. Bersama Badan Gizi Nasional, pemerintah meluncurkan program “SPPG Ramah UMKM” untuk memberi apresiasi pada dapur penyelenggara yang konsisten mengutamakan produk lokal.

Menurut Riza, kolaborasi lintas kementerian dan lembaga akan memastikan peran UMKM di MBG menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi desa, sekaligus berkontribusi pada visi mencetak generasi emas Indonesia 2045.

Omzet Bisnis Tak Bergerak? Begini Cara Mengatasi Omzet Terus Stagnan

Omzet yang tidak mengalami kenaikan dalam waktu lama bisa menjadi mimpi buruk bagi pelaku usaha. Ketika penjualan hanya berkisar di angka yang sama dari bulan ke bulan, rasa khawatir dan frustrasi kerap muncul. Situasi seperti ini umum terjadi, baik pada bisnis skala kecil maupun besar. Mengatasi Omzet terus Stagnan nggak cuma soal memberi promo dadakan, tetapi butuh evaluasi menyeluruh terhadap strategi, produk, hingga pelayanan.

Langkah awal yang perlu dilakukan adalah mencari tahu penyebab stagnasi. Bisa jadi, tren pasar sudah berubah sementara produk atau layanan yang ditawarkan tidak lagi relevan. Atau harga yang dipatok terlalu tinggi dibandingkan kompetitor, sehingga calon pembeli memilih brand lain. Bahkan, strategi pemasaran yang kurang tepat sasaran juga bisa menjadi penyebab utamanya.

Setelah menemukan akar masalah, barulah strategi perbaikan bisa disusun. Misalnya, melakukan inovasi produk agar lebih sesuai dengan selera konsumen terkini. Menambah variasi rasa, desain kemasan, atau menambahkan fitur tertentu sering kali mampu menarik minat pembeli baru.

Gimana Strategi yang Efektif untuk Mengangkat Omzet?

Selain memperbarui produk, kualitas pelayanan harus menjadi prioritas. Pelanggan yang puas cenderung melakukan pembelian berulang dan merekomendasikan bisnis kepada orang lain. Respon cepat terhadap pertanyaan dan keluhan, sikap ramah, serta pelayanan yang konsisten akan meningkatkan citra brand di mata konsumen.

Di era digital seperti sekarang, kekuatan media sosial tidak boleh diabaikan. Konten kreatif yang menghibur atau mengedukasi dapat membuat brand lebih dekat dengan audiens. Memanfaatkan iklan berbayar yang menargetkan segmen tertentu juga dapat membantu menjangkau calon pelanggan yang lebih relevan.

Evaluasi keuangan secara rutin juga penting. Data penjualan, biaya operasional, dan margin keuntungan harus dianalisis secara berkala. Dengan begitu, pelaku usaha bisa melihat tren yang terjadi dan mengambil langkah perbaikan lebih cepat.

Penting untuk diingat bahwa Mengatasi Omzet terus Stagnan adalah proses jangka panjang. Diperlukan kesabaran, konsistensi, dan kemauan untuk beradaptasi dengan perubahan pasar. Terkadang, langkah kecil seperti memperbaiki deskripsi produk, mempercantik display toko, atau memperluas jaringan distribusi dapat membawa dampak besar.

Jika semua strategi ini dijalankan secara konsisten, peluang untuk mengembalikan pertumbuhan omzet akan semakin besar. Bisnis tidak hanya mampu bertahan di tengah persaingan, tetapi juga berpotensi berkembang lebih pesat di masa depan.