Minggu, September 13, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 341

Anindya Bakrie dan Inspirasi Mendirikan Perusahaan Kendaraan Listrik di Indonesia

Anindya Bakrie, Chairman of PT VKTR Teknologi Tbk. (VKTR), membagikan cerita inspiratif di balik pendirian perusahaan perdagangan kendaraan listrik dan suku cadang. Inspirasi tersebut muncul setelah dia hampir tertabrak bus listrik di Palo Alto, Amerika Serikat pada tahun 2018.

Pada saat berlari pagi di sekitar kampus Stanford, Anindya, yang akrab dipanggil Anin, hampir bertabrakan dengan bus listrik yang tidak mengeluarkan suara seperti kendaraan konvensional lainnya. Pengalaman ini dia sebut sebagai “a-ha moment” atau “eureka moment”.

Ide Bisnis

“Saat itu saya berpikir, ‘Siapa yang membuat bus ini?… Saya mendapatkan ide, mengapa tidak membawanya ke Indonesia? Mungkin ini bisa menjadi perubahan atau keunikan,” ujarnya saat Media Gathering di Jakarta Selatan, Senin (29/5/2023).

Setelah itu, dia mencari tahu perusahaan yang membuat bus listrik tersebut dan menemukan BYD, produsen otomotif bertenaga baterai dari China. Anin menjelaskan bahwa sejak tahun 2008, Warren Buffett telah berinvestasi di perusahaan otomotif tersebut. Oleh karena itu, pada tahun 2018, VKTR menandatangani MOU dengan BYD dan terus menjalin kemitraan hingga saat ini.

Anindya Bakrie mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 200.000 bus di Indonesia, di antaranya 10.000 berada di Jakarta, jumlah yang melebihi London yang terkenal dengan banyaknya bus, termasuk bus jenis double decker.

Melalui penelitian, dia menemukan bahwa nilai pasar 10.000 unit bus tersebut mencapai Rp40 triliun. Dia juga menemukan bahwa Transjakarta atau Bus Rapid Transit (BRT) memiliki rute sepanjang 250 km, yang ia sebut sebagai yang terpanjang di dunia.

“Memang wajar saja Jakarta sering macet, bising, dan polusinya tinggi,” tambah Anin.

Oleh karena itu, VKTR (dibaca Vek-Tor) berkomitmen untuk mendorong dekarbonisasi. Dukungan publik sangat diperlukan dengan mencatatkan saham perusahaan ini di bursa melalui initial public offering (IPO).

Melantai di Bursa Efek Indonesia

Sebagaimana telah dilaporkan sebelumnya, anak perusahaan PT Bakrie & Brothers Tbk. (BNBR), yaitu PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk. (VKTR), berencana untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perusahaan perdagangan kendaraan listrik dan suku cadang ini menargetkan dana segar sebesar Rp1,14 triliun dengan melepas 8,75 miliar saham dalam kisaran harga penawaran Rp100 hingga Rp130.

Nantinya, sekitar 39,93% dari hasil IPO setelah dikurangi biaya-biaya akan digunakan oleh perusahaan untuk pengeluaran modal. Sekitar 11,59% akan diberikan kepada anak perusahaan, yaitu Bakrie Autoparts (BA), sebagai penyertaan modal untuk pengembangan usaha yang mendukung kegiatan perusahaan.

Selanjutnya, sekitar 2,49% akan digunakan untuk melunasi utang pokok kepada PT Tambara Tama Mandiri (TTM), dan sekitar 1,38% akan digunakan untuk melunasi utang pokok kepada PT Andara Multi Sarana (AMS).

Sementara itu, sekitar 44,61% akan dialokasikan untuk modal kerja dan/atau Operational Expenditure (OPEX) guna memenuhi kebutuhan operasional.

Proses bookbuilding dilakukan pada 26-31 Mei 2023, sedangkan perkiraan penawaran umum akan dilakukan pada 12-14 Juni dan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan pada tanggal 16 Juni.

Belajar dari Konsep Bisnis Mencari Rugi ala Bob Sadino

Bob Sadino bukanlah orang biasa jika tidak memiliki ajaran yang unik. Salah satu ajarannya adalah tentang berbisnis dengan mencari rugi daripada mencari untung. Dalam bukunya yang berjudul “Belajar Goblok dari Bob Sadino” yang ditulis oleh Dodi Mawardi pada tahun 2017, Bob Sadino menyatakan bahwa banyak orang yang tidak percaya dengan konsep bisnis mencari rugi yang dia ajarkan. “Ketika saya menyampaikan hal ini kepada siapa pun, mereka pasti tidak percaya. Mereka menganggapnya tidak masuk akal dan omong kosong. Bagaimana mungkin seseorang berbisnis dengan sengaja mencari kerugian?” ungkap Bob Sadino.

Bob Sadino menjelaskan maksudnya dengan menggunakan perumpamaan tentang gelas yang diisi setengah. Ada dua pendapat yang mungkin muncul, yaitu mengatakan bahwa gelas tersebut setengah kosong atau setengah penuh. Keduanya benar, tergantung dari sudut pandang masing-masing individu, dan tidak ada yang salah.

Konsep Bisnis

Ketika berbisnis, semua orang pasti mengharapkan keuntungan. Namun, dalam perjalanan mencari keuntungan, seringkali kita juga mengalami kerugian. Jika kita mengaitkannya dengan perumpamaan gelas tadi, pernyataan Bob Sadino terdengar masuk akal. Semua ini tergantung pada perspektif yang kita miliki.

Jika kita mencari untung, kita juga bisa menemui kerugian. Begitu pula sebaliknya, jika kita mencari kerugian, kita juga bisa menemukan untung. “Jadi, mengapa Anda mengatakan bahwa bisnis saya yang mencari rugi tidak masuk akal? Bukankah ketika saya mencari rugi, tidak selalu berarti saya akan selalu merugi? Anda bodoh!” ujar Bob Sadino dengan tegas.

Jika kita menggali lebih dalam pemikiran Bob Sadino, ia memberikan pelajaran tentang kebebasan berpikir terutama dalam menjalankan bisnis. Seringkali, saat memulai bisnis, yang terlintas dalam pikiran kita hanyalah keuntungan semata. Hal ini membuat kita takut mengalami kerugian. Padahal, kerugian adalah hal yang wajar dalam dunia bisnis. Keberhasilan seorang pengusaha tidak hanya ditentukan oleh kekayaannya, tetapi juga seberapa sering ia jatuh dan mampu bangkit kembali untuk membangun bisnisnya.

Banyak orang yang memiliki keinginan untuk berbisnis, tetapi karena takut mengalami kerugian, mereka menunda atau bahkan mengurungkan niat mereka. Mereka terjebak dalam tahap perencanaan yang berlarut-larut tanpa tindakan nyata.

Jadi, jika Anda ingin berbisnis, mulailah sekarang dan jangan takut mengalami kerugian. Bahkan, cobalah mencari kerugian jika perlu, karena keuntungan akan datang menghampiri kita ketika kita berani melangkah.

Startup Studio Indonesia Mengumumkan Pendanaan USD 65,8 Juta untuk Para Alumni

0

Startup Studio Indonesia (SSI), program akselerator startup yang didirikan oleh pemerintah Indonesia, mengumumkan pencapaian pendanaan sebesar USD 65,8 juta atau sekitar Rp 977,6 miliar oleh para alumni mereka. Untuk melanjutkan kesuksesan program ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika membuka pendaftaran batch ke-7 pada Mei 2023. SSI bertujuan meningkatkan peluang pendanaan bagi startup dengan membantu mereka menemukan model produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar dan memperluas jaringan mereka.

Pada batch ke-7, SSI akan terus mendukung pengembangan startup tahap awal di Indonesia untuk menciptakan produk yang relevan dengan pasar. Mereka akan membantu meningkatkan iterasi produk, model bisnis, dan retensi pengguna sebelum memperluas pasar. Kominfo menargetkan dukungan untuk 150 startup tahap awal hingga 2024. Hingga saat ini, 97 startup telah dibina melalui Startup Studio Indonesia, dan dengan penambahan 18 startup di batch ke-7, total startup yang dibina akan mencapai 115.

Komitmen Pemerintah

Komitmen pemerintah Indonesia dalam mendukung perkembangan startup diungkapkan oleh Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan. Ia menyatakan bahwa pemerintah akan melakukan segala upaya untuk mendukung startup tahap awal yang memiliki potensi melalui program SSI.

Kriteria utama bagi startup yang ingin bergabung dalam program ini termasuk berada dalam tahap pendanaan bootstrap, pre-seed, seed, atau pra-Seri A. Mereka juga harus memiliki minimal 6 bulan traction dengan pertumbuhan 5% per bulan, potensi perluasan pasar, dan produk yang memiliki keunikan.

Bagi startup yang tertarik, mereka dapat mendaftar langsung melalui situs web Startupstudio.id. Batch ke-7 SSI akan membuka kuota yang lebih besar yaitu 18 startup, meningkat dari 15 startup pada batch sebelumnya.

Dukungan Alumni

Selain membantu dengan pemodelan Product-Market Fit (PMF), SSI juga akan memberikan dukungan kepada alumni setelah program berakhir. Dukungan ini termasuk sesi diskusi dengan para coach dan peluang kolaborasi dengan startup lain atau lembaga terkait. Hingga saat ini, sekitar 30%-40% peserta setiap batch berhasil mendapatkan pendanaan tahap awal setelah program selesai.

Beberapa startup dari batch keenam yang telah berhasil mendapatkan pendanaan adalah Baskit, startup manajemen rantai pasok yang mendapatkan pendanaan pre-seed senilai USD 1,5 juta pada Maret 2023, dan Looyal, startup pengembang solusi customer relation management (CRM) yang juga mendapatkan pendanaan pre-seed pada Mei 2023.

Selama program SSI, para peserta akan mendapatkan bimbingan selama 4 bulan dari 110 coach berpengalaman di dunia startup. Mereka akan belajar dari para pendiri startup terbaik di Asia, seperti Moses Lo, CEO & Pendiri Xendit, Gibran Huzaifah, CEO dan Co-Founder eFishery, dan banyak lagi.

Dengan kolaborasi antara peserta, alumni, dan coach, SSI bertujuan untuk membangun ekosistem teknologi yang berkelanjutan dan mempercepat ekonomi digital Indonesia.

Cara Efektif Memulai Bisnis Rental Mobil, Strategi Sukses dan Panduan

Apakah Anda tertarik memulai bisnis rental mobil yang menguntungkan? Bisnis rental dapat menjadi peluang yang menjanjikan dengan permintaan yang terus meningkat. Dalam artikel ini, kami akan memberikan panduan lengkap tentang bagaimana memulai bisnis rental mobil, serta strategi sukses dan tips praktis yang dapat Anda terapkan.

  • Menganalisis Pasar dan Membuat Rencana Bisnis

Sebelum memulai bisnis rental, langkah pertama yang penting adalah melakukan analisis pasar. Pelajari persaingan, permintaan pasar, dan segmen target yang ingin Anda jangkau. Hal ini akan membantu Anda memahami peluang bisnis dan mengembangkan rencana bisnis yang efektif. Rencana bisnis harus mencakup proyeksi pendapatan, strategi pemasaran, perencanaan keuangan, dan operasional.

  • Menentukan Nama dan Branding Bisnis

Pilihlah nama bisnis rental mobil yang mudah diingat, deskriptif, dan memiliki daya tarik. Pastikan nama tersebut belum digunakan oleh bisnis lain dan sesuai dengan citra yang ingin Anda bangun. Selain itu, buatlah logo dan desain branding yang menarik untuk membedakan bisnis Anda dari pesaing.

  • Menyusun Portofolio Mobil

Tentukan jenis mobil yang ingin Anda tawarkan dalam layanan rental Anda. Sesuaikan portofolio mobil dengan segmen pasar yang dituju, seperti mobil keluarga, mobil ekonomi, mobil mewah, atau mobil khusus seperti van atau bus. Pastikan mobil-mobil tersebut dalam kondisi baik dan teratur dirawat.

  • Membangun Kemitraan dengan Pemasok dan Asuransi

Cari pemasok kendaraan yang dapat menyediakan mobil-mobil berkualitas untuk bisnis rental Anda. Pastikan untuk menjalin kemitraan dengan pemasok yang terpercaya dan dapat memberikan layanan perawatan dan perbaikan yang diperlukan. Selain itu, pastikan Anda memiliki asuransi yang mencakup kerusakan kendaraan dan kecelakaan.

  • Membuat Situs Web dan Menerapkan Strategi SEO

Buatlah situs web yang profesional dan informatif untuk bisnis rental mobil Anda. Pastikan situs web tersebut mudah digunakan, responsif di perangkat mobile, dan mencakup informasi tentang layanan, harga, kebijakan, dan formulir pemesanan. Terapkan strategi SEO dengan menggunakan kata kunci yang relevan dalam konten dan meta tag untuk meningkatkan visibilitas situs web Anda di mesin pencari.

  • Pemasaran dan Promosi

Gunakan strategi pemasaran digital seperti iklan online, media sosial, dan kampanye email untuk mempromosikan bisnis rental mobil Anda. Jalin kerjasama dengan agen perjalanan, hotel, dan perusahaan untuk menciptakan kemitraan yang saling menguntungkan. Berikan juga penawaran khusus, diskon, atau paket promosi untuk menarik pelanggan baru.

  • Fokus pada Pelayanan Pelanggan dan Umpan Balik

Berikan pengalaman pelanggan yang luar biasa dengan memberikan layanan yang ramah, profesional, dan efisien. Tanggapi umpan balik pelanggan dengan cepat dan berupaya meningkatkan kualitas layanan berdasarkan masukan yang diberikan. Pelanggan yang puas akan memberikan rekomendasi dan dapat menjadi aset berharga dalam memperluas jangkauan bisnis Anda.

Dengan mengikuti langkah-langkah di atas dan mengimplementasikan strategi yang tepat, Anda dapat memulai bisnis rental mobil yang sukses dan menguntungkan.

Jadi, jangan ragu untuk memasuki pasar bisnis rental mobil dan manfaatkan peluang yang ada. Dengan perencanaan yang matang, komitmen, dan fokus pada kepuasan pelanggan, bisnis rental mobil Anda dapat berkembang dan mencapai kesuksesan yang Anda impikan.

Peluang Bisnis Industri Esports Indonesia, Mengoptimalkan Potensi Pasar yang Pesat

0

Industri esports di Indonesia sedang mengalami perkembangan yang pesat dan menawarkan nilai bisnis yang besar. Dengan jumlah pemain gim esports mencapai 44,2 juta orang dengan rentang usia 13 hingga 24 tahun, Indonesia telah menjadi salah satu negara terbesar dalam penggunaan gim di pasar Asia Tenggara. Pada tahun 2019, pasar gim di Indonesia mencapai angka US$1,1 miliar, menjadikannya pasar bisnis terbesar di ASEAN.

Dengan meningkatnya popularitas industri esports, peluang bisnis dan profesi yang menarik pun terbuka lebar. Banyak pengusaha yang melihat tren ini sebagai kesempatan untuk mengembangkan bisnis mereka, sementara individu yang memiliki bakat dapat membangun karier yang sukses dalam berbagai peran yang mendukung industri esports.

Mengintip Potensi Bisnis dan Profesi di Industri Esports Indonesia

  • Penyelenggaraan Turnamen

Salah satu peluang bisnis utama dalam industri esports adalah penyelenggaraan turnamen. Banyak pihak dapat berpartisipasi dalam mengorganisir kompetisi lokal, regional, bahkan internasional untuk berbagai permainan esports. Kemitraan dengan publisher lokal semakin terbuka lebar, seperti yang diungkapkan oleh Don Putu Hariswara, Country Director Kohai Infiniti. Kolaborasi dengan publisher lokal di area lain juga menjadi peluang menarik.

  • Peralatan dan Aksesori Gaming

Permintaan akan peralatan gaming berkualitas tinggi terus meningkat. Peluang bisnis ini mencakup penjualan perangkat keras seperti keyboard, mouse, headset, dan aksesori gaming khusus. Membuka toko fisik atau platform e-commerce untuk menjual produk-produk ini dapat menjadi potensi untuk mendapatkan keuntungan.

  • Penyiaran dan Konten Esports

Platform streaming telah menjadi tempat populer bagi penggemar untuk menonton pertandingan esports secara langsung. Peluang bisnis muncul dalam pembuatan konten esports, seperti streaming langsung, pembuatan video highlight, analisis pertandingan, dan wawancara dengan pemain. Dengan membangun basis penggemar yang besar, Anda dapat memonetisasi konten melalui sponsor, donasi, dan iklan.

  • Jasa Manajemen dan Konsultasi

Dalam industri esports, terdapat permintaan untuk jasa manajemen tim, pelatih, konsultan strategi, dan pengembangan bakat. Jasa ini berguna untuk membantu tim esports dan mengasah pemain agar mencapai performa terbaik.

  • Event Organizer dan Pemasaran

Mengorganisir acara esports seperti konferensi, pameran, atau pertemuan komunitas merupakan peluang bisnis lainnya. Dengan pertumbuhan ekosistem esports di Indonesia, profesi lain di tim esports dapat menyediakan layanan perencanaan acara, pemasaran, dan promosi untuk turnamen dan kompetisi esports. Hal ini juga menciptakan kesempatan bagi profesi seperti caster dan host.

  • Pembuatan Konten Digital

Industri esports membutuhkan konten digital yang menarik, seperti video, artikel, podcast, dan media sosial. Anda dapat memanfaatkan keterampilan menulis, editing video, atau produksi konten untuk menciptakan konten yang menghibur dan informatif bagi komunitas esports.

Dengan mengoptimalkan potensi pasar yang pesat dalam industri esports Indonesia, peluang bisnis dan profesi yang menarik dapat dijelajahi dan dimanfaatkan dengan baik.

Maraknya Wisatawan Mancanegara Bekerja di Bali dengan Visa Turis

Anggota Komisi I DPR RI, Christina Aryani, mengajukan permintaan kepada Kementerian Luar Negeri RI untuk memberikan perhatian terhadap meningkatnya jumlah wisatawan mancanegara di Bali yang bekerja sambilan untuk kepentingan bisnis, meskipun hanya memiliki visa turis.

“Dalam konteks ini, kami mendorong Kemenlu agar isu ini juga menjadi perhatian. Melalui Dubes warga asing di Indonesia bisa dikeluarkan semacam imbauan terkait larangan bekerja tanpa izin untuk warga negaranya di Indonesia, khususnya Bali,” ujar Christina dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin (29/5).

Christina mengungkapkan bahwa maraknya praktik wisatawan mancanegara yang bekerja sambilan di Bali tidak hanya melibatkan masalah keimigrasian dan ketenagakerjaan, tetapi juga terkait diplomasi antarnegara.

“Kami mendorong dua pihak untuk bergerak, baik pemerintah kita sendiri maupun otoritas negara asal warga negara asing,” tambahnya.

Selain melanggar peraturan keimigrasian, Christina juga menyoroti isu penting dari meningkatnya fenomena wisatawan mancanegara yang bekerja sambilan di Bali, yaitu pengambilalihan lapangan kerja warga lokal.

“Keluhan terkait ini semakin marak belakangan ini, dan Bali bukan hanya menjadi tempat wisata bagi para turis, tetapi juga tempat mereka mencari uang,” ungkapnya.

Menurut Christina, berbagai temuan di lapangan menunjukkan bahwa wisatawan mancanegara dapat dengan mudah melakukan pekerjaan seperti menyewakan kendaraan, bekerja di salon, menjadi fotografer, dan jenis pekerjaan lainnya yang seharusnya dapat dilakukan oleh warga setempat.

“Kami tidak menolak investasi asing masuk, sebaliknya, kami sangat mendukung hal tersebut selama sesuai dengan regulasi yang ada. Isu yang kami angkat terkait pekerjaan-pekerjaan yang diambil alih oleh warga negara asing yang bukan merupakan keahlian khusus, padahal pekerjaan tersebut sebenarnya dapat dilakukan oleh warga kita sendiri,” jelasnya.

Christina menilai bahwa selain penerapan aturan yang perlu diperkuat, meningkatnya jumlah wisatawan mancanegara yang mengambil alih pekerjaan warga lokal juga disebabkan oleh kurangnya kontrol dan pengawasan.

Bahkan, menurutnya, isu mengenai tingginya jumlah wisatawan mancanegara yang menetap dan mencari penghidupan di Bali dapat mengganggu kedaulatan negara jika tidak segera ditangani.

“Kami juga melihat bahwa semakin banyak turis yang berperilaku mengganggu dan menyebabkan konflik dengan warga lokal. Beberapa orang terkesan seolah-olah mereka sedang membangun kerajaan mereka di Bali. Hal ini tidak sehat. Memang, Bali adalah tempat wisata yang siap menerima siapa pun, tetapi kepentingan kedaulatan negara tetap harus kita jaga bersama,” tegas Christina.

Sebelumnya, pada Minggu (28/5), Gubernur Bali, Wayan Koster, mengungkapkan bahwa sudah ada 129 orang wisatawan mancanegara yang dideportasi sejak Januari hingga Mei 2023 karena melanggar peraturan perundang-undangan dan ketentuan pariwisata di Bali.

“Terkait dengan berbagai pelanggaran yang terjadi, kami telah mengambil tindakan, termasuk melakukan deportasi terhadap 129 orang sejak Januari lalu. Jumlah ini cukup banyak dan menunjukkan responsivitas kami,” kata Koster di Denpasar, Minggu.

Selain deportasi, Gubernur Bali juga menyebut bahwa tindakan hukum pidana telah dilakukan terhadap 15 orang wisatawan mancanegara yang melanggar peraturan dan melanggar izin visa. Selain itu, sebanyak 1.100 orang juga telah diproses hukum karena pelanggaran lalu lintas.

Mendekati Era 5G: Dampaknya pada Perkembangan Teknologi dan Koneksi Internet

0

Dunia teknologi dan konektivitas internet semakin dekat dengan era 5G yang revolusioner. Teknologi jaringan seluler generasi kelima ini diharapkan akan mengubah lanskap teknologi dan membawa dampak signifikan pada perkembangan industri serta konektivitas internet yang lebih cepat dan andal. Artikel ini akan menjelaskan potensi dan dampak era 5G dalam mengubah cara kita berinteraksi dengan teknologi dan menghadirkan koneksi internet yang lebih maju.

  • Kecepatan dan Latensi yang Luar Biasa

Teknologi 5G menawarkan kecepatan dan latensi yang luar biasa dibandingkan dengan teknologi sebelumnya. Dengan kecepatan unduh dan unggah yang sangat tinggi, pengguna dapat mengakses konten multimedia, mengunduh file berukuran besar, dan melakukan streaming video dengan cepat dan tanpa gangguan. Latensi yang rendah juga berarti respons yang lebih cepat, yang penting dalam aplikasi real-time seperti kendaraan otonom dan telemedicine.

  • Internet of Things (IoT) yang Lebih Maju

Era 5G akan menjadi pendorong utama untuk pertumbuhan Internet of Things (IoT). Koneksi yang lebih cepat dan lebih stabil memungkinkan lebih banyak perangkat terhubung secara simultan, dari perangkat rumah pintar hingga infrastruktur kota cerdas. Ini membuka peluang baru untuk otomatisasi yang lebih luas, pengumpulan dan analisis data yang lebih baik, serta perkembangan aplikasi cerdas yang dapat meningkatkan efisiensi dan kenyamanan hidup kita sehari-hari.

  • Transformasi Industri

Perkembangan teknologi 5G berpotensi mengubah berbagai industri seperti manufaktur, transportasi, kesehatan, dan pertanian. Dengan konektivitas yang lebih cepat dan lebih andal, sistem otomatisasi dan robotika dapat digunakan dengan lebih efisien dan dapat diandalkan. Di bidang kesehatan, 5G dapat mendukung telesurgery dan telemedicine yang canggih, memungkinkan perawatan jarak jauh yang lebih baik. Sementara itu, di sektor transportasi, kendaraan otonom akan menjadi kenyataan dengan koneksi 5G yang andal untuk pertukaran data yang cepat antara mobil dan infrastruktur jalan.

  • Pengembangan Aplikasi Inovatif

Teknologi 5G membuka pintu bagi pengembangan aplikasi inovatif yang sebelumnya tidak mungkin. Augmented reality (AR), virtual reality (VR), dan mixed reality (MR) akan menjadi lebih realistis dan responsif dengan koneksi 5G yang cepat dan latensi rendah. Aplikasi game, edukasi, dan hiburan akan mengalami kemajuan signifikan, membawa pengalaman yang lebih imersif dan interaktif bagi pengguna.

  • Peningkatan Konektivitas Pedesaan dan Daerah Terpencil

Salah satu keuntungan besar dari teknologi 5G adalah kemampuannya untuk menyediakan konektivitas internet yang lebih baik ke daerah pedesaan dan terpencil. Dengan infrastruktur 5G yang diperluas, wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau dapat terhubung ke dunia digital, membuka peluang baru dalam pendidikan, bisnis, dan pembangunan ekonomi.

Mendekati era 5G akan membawa perubahan revolusioner dalam perkembangan teknologi dan konektivitas internet. Dengan kecepatan dan latensi yang luar biasa, teknologi 5G akan mendorong pertumbuhan IoT, transformasi industri, pengembangan aplikasi inovatif, dan peningkatan konektivitas di daerah terpencil. Dengan memanfaatkan potensi era 5G dengan bijak, kita dapat mengalami kemajuan yang signifikan dalam cara kita berinteraksi dengan teknologi dan internet, membawa dampak positif pada kehidupan kita sehari-hari.

Pemerintah Geram! Shell Mundur dari Blok Migas Masela Tanpa Bertanggung Jawab

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, mengungkapkan kekesalannya terhadap perusahaan minyak dan gas bumi (migas) raksasa asal Belanda, Shell, yang dinilai tidak bertanggung jawab. Shell telah mundur dari pengelolaan Blok Migas Masela tanpa memberikan kejelasan mengenai pelepasan hak partisipasi (PI) mereka sebesar 35% dalam proyek tersebut.

Keputusan Shell untuk mundur dari pengelolaan Blok Masela telah merugikan negara dalam pengembangan yang telah berlarut-larut. Maka dari itu, Menteri Arifin menyatakan bahwa pemerintah akan melakukan evaluasi ulang terhadap rencana pengembangan Blok Masela atau Plan of Development (PoD).

“Saat ini, Indonesia juga merasa dirugikan. Inpex telah menunjukkan kesungguhan mereka, tetapi tidak jelas apakah Shell sudah mundur dan tidak bertanggung jawab. Tulislah itu,” tegas Arifin ketika dijumpai di Gedung Kementerian ESDM pada Jumat (26/5/2023).

Menurut Arifin, Blok Masela bisa kembali ke negara jika Inpex sebagai operator dan mitra mereka, yaitu Shell, tidak melakukan kegiatan apapun hingga tahun 2024. Hal ini sesuai dengan rencana pengembangan (PoD) yang disepakati antara pemerintah dan operator pada tahun 2019.

Sebelumnya, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) telah mengungkapkan bahwa PoD Blok Masela akan dievaluasi. Hal ini disebabkan oleh kesulitan dalam negosiasi pengalihan hak partisipasi (PI) Shell sebesar 35% di Blok Masela ke PT Pertamina (Persero).

Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto, mengatakan bahwa jika rencana pengembangan proyek Blok Masela tidak segera dilaksanakan, maka akan dilakukan evaluasi. Pasalnya, penundaan proses pelepasan PI oleh Shell telah membuat rencana pengembangan Blok Masela oleh Inpex menjadi terhambat.

“Jika penundaan pelepasan PI Shell menjadi salah satu faktor mengapa Inpex tidak dapat melanjutkan proyek ini, jika Shell terlalu lama menahan dan tidak segera melaksanakan divestasi yang telah dijanjikan sejak awal 2020, sudah tiga tahun berlalu, kita harus mengevaluasi apa yang dapat kita ambil,” kata Dwi saat diwawancarai di Gedung DPR pada Rabu (24/5/2023).

Oleh karena itu, Dwi berharap agar rencana pengembangan Blok Masela dapat dilanjutkan. Jika operator atau pemegang PI tidak segera melaksanakan kegiatan, pemerintah akan mengambil tindakan yang tegas.

“Kami akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menyelesaikan hal-hal yang tertunda. Kami berharap kontraktor maupun pemegang PI bertanggung jawab atas PoD yang telah disetujui,” ujar Dwi.

Startup Evermos Dapatkan Pendanaan Seri C USD 39 Juta untuk Mendorong Pertumbuhan UMKM di Seluruh Indonesia

Evermos, startup teknologi asal Bandung, baru-baru ini berhasil meraih pendanaan seri C sebesar USD 39 juta atau sekitar Rp 585 miliar. Pendanaan ini dipimpin oleh International Finance Corporation (IFC), sebuah lembaga keuangan yang terkait dengan Bank Dunia.

Selain IFC, investor lain yang berpartisipasi dalam putaran pendanaan ini adalah Jungle Ventures, Shunwei Capital, UOB Venture Management, dan Telkomsel Mitra Inovasi. Selain itu, ada juga mitra investor baru yang bergabung dalam pendanaan ini, yaitu SWC Global, Endeavor Catalyst, dan Uni-President Asset Holdings.

Evermos, yang didirikan pada November 2018, berfokus pada UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah). Mereka mencatat bahwa hanya sekitar 0,5% UMKM yang dapat berkembang, dan salah satu tantangannya adalah logistik. Dengan geografi Indonesia yang terdiri dari lebih dari 17 ribu pulau dengan jarak mencapai 5.100 kilometer dari barat ke timur, ekspansi nasional menjadi mahal dan memakan waktu, terutama di kota-kota dengan tingkat kategori yang lebih rendah.

Ghufron Mustaqim, salah satu pendiri sekaligus CEO Evermos, mengatakan, “Kami akan terus memanfaatkan inovasi untuk menghubungkan brand lokal dengan pelanggan di kota-kota dengan tingkat kategori yang lebih rendah secara lebih efisien.”

Startup Evermos memungkinkan pemilik merek atau brand untuk mengakses 500 kota melalui 160 ribu reseller yang beroperasi di platform mereka. Selama periode 2020 hingga 2022, Evermos mencatat pertumbuhan nilai transaksi bruto (Gross Merchandise Value/GMV) sebanyak 17 kali lipat.

Dalam penggunaan dana segar ini, Evermos memiliki beberapa rencana strategis. Pertama, mereka akan memperkuat jaringan reseller dengan memperdalam penetrasi di Jawa dan melakukan ekspansi ke Sumatera. Selain itu, mereka juga akan memperluas layanan di seluruh rantai nilai ritel untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan. Selanjutnya, mereka akan memimpin upaya pengembangan keterampilan bagi reseller dengan memperluas basis pelanggan melalui iklan digital di luar jaringan pribadi. Evermos mencatat bahwa penjualan bagi reseller yang menggunakan alat-alat digital meningkat hingga 18 kali lipat dibandingkan dengan yang hanya mengandalkan jaringan pribadi. Terakhir, Evermos akan mendukung pengembangan berbagai tools dan solusi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk membantu reseller memahami konsumen lebih baik melalui Customer Relationship Management (CRM).

Randall Riopelle, Acting Country Manager IFC untuk Indonesia dan Timor-Leste, menyatakan bahwa mendukung platform social commerce seperti Evermos dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka akses ke pasar, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan jutaan UMKM dan pengusaha.

“Investasi kami di Evermos tidak hanya akan mendorong kemakmuran bersama dan inklusi keuangan dan digital, tetapi juga berkontribusi signifikan dalam memajukan ekonomi digital yang terus berkembang pesat di Indonesia,” tambah Riopelle.

Yash Sankrityayan, Managing Partner di Jungle Ventures, juga menambahkan dukungannya terhadap Evermos, yang telah didukung oleh perusahaan sejak putaran pendanaan seri A pada tahun 2019. Yash menjelaskan bahwa Evermos telah berhasil menjalin jaringan distribusi terbesar untuk produk konsumen diskresioner di seluruh Indonesia, sambil memberikan penghasilan signifikan bagi ratusan ribu penduduk di kota-kota dengan tingkat kategori 2 dan 3.

Wendi Xiang, Vice President SWC Global, menyatakan fokus perusahaan pada pertumbuhan startup Asia di sektor-sektor seperti Mobile Internet, Deep Technology, dan Consumer Internet of Things (IoT). Wendi mengakui pertumbuhan yang mengesankan dari Evermos dengan dasar bisnis yang kuat, serta dampak sosial positif yang telah diberikan kepada reseller di kota-kota dengan tingkat lebih rendah dan daerah pedesaan Indonesia.

Mia Melinda, CEO Telkomsel Mitra Inovasi, menambahkan bahwa Evermos telah menjadi pelopor dalam layanan yang memberdayakan individu dari kelompok rentan, dan membuktikan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia.

Transformasi Bank Mandiri dan Kolaborasi BUMN Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional

0

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) telah melaksanakan transformasi dan kolaborasi dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lainnya dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Data terbaru menunjukkan bahwa Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia mencapai level 5,31%, mencatat angka tertinggi dalam 10 tahun terakhir, dan berhasil mengungguli negara-negara berkembang lainnya, terutama selama dan pasca pandemi Covid-19.

Dalam sebuah wawancara khusus bersama MNC Media pada tanggal Rabu (24/5/2023), Darmawan Junaidi, selaku Direktur Utama Bank Mandiri, menyampaikan rasa syukurnya akan pertumbuhan PDB Indonesia yang sangat positif. Ia mengakui bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari berbagai kebijakan pemerintah yang mendukung dan mendorong pemulihan ekonomi nasional, terutama dalam menghadapi pandemi. Menurut Darmawan, dampak pandemi Covid-19 yang mulai mereda juga berkontribusi dalam mempercepat pemulihan ekonomi.

Upaya Transformasi

Melalui upaya transformasi BUMN, Bank Mandiri beserta aset-aset BUMN lainnya telah berhasil menyumbangkan sekitar 53% dari total PDB Indonesia pada tahun 2021, dan angka tersebut terus mengalami peningkatan. Darmawan menegaskan bahwa kolaborasi yang erat antara pemerintah dan sektor usaha turut memberikan dampak positif bagi Bank Mandiri. Ia mengungkapkan, “Melalui kolaborasi ini, kami dapat melihat potensi-potensi pasar yang dapat digarap, dan kami juga melihat bahwa Bank Mandiri berhasil mencatat kinerja yang sangat baik pada tahun 2022 ini.”

Sebagai salah satu elemen utama dalam roda ekonomi nasional, BUMN dapat dikatakan sebagai pilar penting yang mendorong pertumbuhan ekonomi. Darmawan menekankan bahwa Bank Mandiri secara khusus melihat bahwa upaya transformasi yang dilakukan oleh Kementerian BUMN semakin meningkatkan kontribusi BUMN secara keseluruhan dengan dampak yang sangat positif.

Darmawan menjelaskan, “Jika kita melihat kontribusi BUMN dari tahun 2020 hingga 2022, terlihat adanya peningkatan yang signifikan. Dalam hal setoran kepada negara, jumlahnya mencapai Rp1.198 triliun, naik sebesar Rp68 triliun dibandingkan periode 2017-2019 yang berjumlah Rp1.130 triliun. Semua ini merupakan bentuk dividen, pajak, dan penerimaan negara.”

Salah satu bentuk dukungan BUMN dalam pembangunan Indonesia, khususnya dalam hal pembiayaan, adalah melalui Bank Mandiri. Bank ini telah menyalurkan kredit sebesar Rp339,44 triliun per Maret 2023 untuk membiayai proyek-proyek infrastruktur. Sebagai contoh, kolaborasi antar BUMN, terutama Himbara, telah mendorong peningkatan penyerapan tenaga kerja melalui pembiayaan yang diberikan kepada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Misalnya, proyek Jalur Trans Jawa telah berhasil memangkas waktu tempuh perjalanan dari Jakarta ke Surabaya dari 15 jam menjadi hanya 9 jam.

Dengan adanya upaya transformasi dan kolaborasi antar BUMN, Bank Mandiri berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, baik melalui kontribusi langsung terhadap PDB maupun melalui dukungan pembiayaan untuk pembangunan infrastruktur dan sektor UMKM.