Jumat, November 6, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 34

Daya Saing Industri Tak Hanya Bergantung pada Harga Gas, Apa Faktor Penentunya?

Daya Saing Industri nasional dinilai tidak hanya dipengaruhi oleh harga gas untuk sektor manufaktur. Sejumlah kalangan menilai masih banyak faktor lain yang turut menentukan kemampuan industri bertahan di tengah tekanan ekonomi global, sehingga penyelesaian persoalan harus dilakukan secara menyeluruh dan tidak hanya berfokus pada biaya energi.

Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan, Said Iqbal, mengatakan pelaku industri yang bergantung pada konsumsi energi memang menghadapi tantangan besar akibat kenaikan harga energi dunia. Namun, kondisi tersebut bukan satu-satunya penyebab menurunnya performa sektor manufaktur maupun munculnya ancaman pemutusan hubungan kerja.

Menurutnya, pelemahan daya beli masyarakat juga ikut memengaruhi kondisi industri. Ketika permintaan pasar menurun, kapasitas produksi perusahaan ikut berkurang sehingga mendorong berbagai langkah efisiensi.

Selain itu, fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat turut menambah beban operasional, terutama bagi industri yang masih mengandalkan bahan baku impor. Perusahaan harus membeli material dengan mata uang asing, sementara hasil penjualannya tetap menggunakan rupiah sehingga margin keuntungan menjadi semakin tertekan.

Daya Saing Industri Dipengaruhi Berbagai Faktor

Said Iqbal mengungkapkan pemerintah bersama berbagai pemangku kepentingan saat ini terus membahas langkah-langkah mitigasi, khususnya bagi industri granit, keramik, dan tekstil yang belakangan menghadapi tekanan cukup besar.

Ia juga meluruskan kabar mengenai potensi pemutusan hubungan kerja dalam jumlah besar. Menurutnya, informasi yang menyebut puluhan ribu pekerja akan kehilangan pekerjaan tidak sesuai dengan kondisi yang terjadi di lapangan.

Pemerintah, kata dia, tetap mengutamakan upaya pencegahan agar PHK dapat diminimalkan. Jika pada akhirnya tidak dapat dihindari, perusahaan tetap diwajibkan memenuhi seluruh hak pekerja sesuai ketentuan yang berlaku.

Kajian Sebut Harga Gas Bukan Penentu Utama

Sementara itu, kajian yang dilakukan ReforMiner Institute menyebut Daya Saing Industri lebih banyak ditentukan oleh kombinasi berbagai aspek. Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, Komaidi Notonegoro, menjelaskan harga gas hanya menjadi salah satu komponen dalam struktur biaya produksi.

Menurutnya, strategi bisnis, produktivitas tenaga kerja, efisiensi operasional, ketersediaan bahan baku, teknologi, nilai tukar, sistem logistik, hingga kondisi permintaan pasar memiliki pengaruh yang tidak kalah besar terhadap Daya Saing Industri nasional.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik yang dianalisis ReforMiner, biaya energi seperti gas, listrik, dan pelumas hanya menyumbang sekitar 6,35 persen dari total struktur biaya industri. Sebaliknya, komponen bahan baku dan bahan penolong mendominasi biaya produksi dengan porsi antara 64,60 hingga 96,76 persen, tergantung jenis industrinya.

Karena itu, Daya Saing Industri dinilai akan lebih kuat apabila pembenahan dilakukan secara menyeluruh. Perbaikan pasokan bahan baku, peningkatan produktivitas, penguatan teknologi, hingga perluasan akses pasar dipandang sama pentingnya dengan kebijakan terkait harga energi agar industri nasional mampu tumbuh lebih kompetitif.

Inilah Ide Bisnis Titip Barang yang Bisa Dimulai Tanpa Modal Besar

0

Kebiasaan saling menitip barang kepada teman atau keluarga yang sedang bepergian sudah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia. Namun, siapa sangka kebiasaan sederhana tersebut bisa berkembang menjadi ide bisnis titip barang yang menghasilkan keuntungan? Berempat.com melihat peluang ini semakin terbuka seiring meningkatnya mobilitas masyarakat dan kemudahan memasarkan jasa melalui media sosial.

Mulai dari titip oleh-oleh, produk luar kota, barang edisi terbatas, hingga kebutuhan yang sulit ditemukan di daerah tertentu, semuanya memiliki pasar tersendiri. Bahkan, tidak sedikit pelaku usaha yang awalnya hanya membantu teman membeli barang, kemudian berkembang menjadi penyedia jasa titip atau personal shopper dengan pelanggan tetap.

Fenomena ini sejalan dengan meningkatnya aktivitas perdagangan digital di Indonesia. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan nilai transaksi e-commerce terus mengalami pertumbuhan dalam beberapa tahun terakhir, menandakan masyarakat semakin terbiasa melakukan pembelian secara online. Kondisi tersebut turut membuka peluang bagi layanan titip barang yang menawarkan akses terhadap produk yang sulit dijangkau konsumen.

Meski terlihat sederhana, bisnis titip barang tetap membutuhkan sistem yang jelas agar pelanggan merasa nyaman dan percaya menggunakan layanan tersebut.

Mengapa Bisnis Titip Barang Semakin Diminati?

Tidak semua orang memiliki waktu atau kesempatan untuk datang langsung ke toko tertentu, menghadiri pameran, atau bepergian ke luar kota hanya untuk membeli satu produk.

Di sinilah jasa titip hadir sebagai solusi.

Misalnya, seseorang ingin membeli produk UMKM khas Bandung, makanan viral dari Surabaya, atau merchandise konser yang hanya dijual di lokasi acara. Daripada mengeluarkan biaya perjalanan yang jauh lebih besar, mereka lebih memilih menggunakan jasa titip.

Selain lebih praktis, pelanggan juga mendapatkan akses terhadap produk yang mungkin belum tersedia di daerah tempat tinggalnya.

Menariknya, model usaha ini tidak selalu membutuhkan modal besar. Dalam banyak kasus, pembelian dilakukan setelah pelanggan melakukan pemesanan dan pembayaran terlebih dahulu sehingga risiko stok menjadi lebih kecil.

Bangun Kepercayaan Sebelum Memikirkan Keuntungan

Salah satu tantangan terbesar dalam menjalankan ide bisnis titip barang adalah membangun kepercayaan.

Pelanggan biasanya mentransfer uang sebelum barang dibeli. Karena itu, transparansi menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  • Menampilkan identitas bisnis secara jelas.
  • Memberikan estimasi harga dan biaya jasa sejak awal.
  • Mengirim dokumentasi proses pembelian.
  • Memberikan nomor resi pengiriman segera setelah barang dikirim.

Kebiasaan sederhana tersebut mampu meningkatkan rasa aman pelanggan, terutama bagi mereka yang baru pertama kali menggunakan jasa titip.

Cara Mengembangkan Ide Bisnis Titip Barang agar Terlihat Profesional

Setelah mulai mendapatkan pelanggan, langkah berikutnya adalah mengubah aktivitas titip barang menjadi layanan yang lebih terstruktur.

Tentukan Fokus Produk

Tidak semua produk harus dilayani sekaligus.

Sebagian pelaku usaha memilih fokus pada kosmetik, makanan khas daerah, produk fashion, mainan koleksi, atau barang dari luar negeri.

Spesialisasi membuat bisnis lebih mudah dikenal dan memudahkan pelanggan mengingat layanan yang ditawarkan.

Buat Jadwal Open PO

Daripada menerima pesanan setiap saat, tentukan periode tertentu untuk membuka pemesanan.

Misalnya setiap akhir pekan atau ketika sedang berada di kota tertentu.

Cara ini membantu mengatur waktu, mengurangi kesalahan pembelian, sekaligus memberikan kesan bahwa bisnis dikelola secara profesional.

Manfaatkan Media Sosial

Media sosial bukan hanya tempat mengunggah foto barang.

Gunakan platform seperti Instagram, TikTok, atau WhatsApp Channel untuk memperlihatkan proses berburu produk, suasana toko, hingga proses pengemasan.

Konten semacam ini menjadi bukti bahwa layanan benar-benar dijalankan dan bukan sekadar menerima pesanan tanpa aktivitas nyata.

Menurut laporan We Are Social dan Meltwater, lebih dari 139 juta pengguna internet di Indonesia aktif menggunakan media sosial pada awal 2025. Jumlah tersebut menjadi peluang besar bagi pelaku usaha jasa titip untuk menjangkau calon pelanggan tanpa harus memiliki toko fisik.

Jangan Abaikan Pencatatan Keuangan

Karena sebagian besar transaksi dilakukan berdasarkan pesanan pelanggan, banyak pelaku usaha menganggap pencatatan keuangan tidak terlalu penting.

Padahal setiap transaksi tetap perlu dicatat secara rinci, mulai dari harga barang, biaya jasa, ongkos kirim, hingga keuntungan yang diperoleh.

Dengan pencatatan yang baik, pelaku usaha dapat mengetahui produk apa yang paling diminati, menghitung margin keuntungan, dan menentukan strategi pengembangan bisnis berikutnya.

Bitcoin Masih Kokoh di Tengah Gejolak Kripto, Investor Fokus pada Langkah Strategy

0

Bitcoin Masih Kokoh bertahan di atas level psikologis USD60 ribu meski pasar kripto tengah diwarnai berbagai sentimen baru. Perhatian investor kini tertuju pada langkah pendanaan yang dilakukan Strategy Inc., terutama menjelang penyesuaian dividen saham preferen perusahaan yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Juni 2026.

Berdasarkan data perdagangan terbaru, harga Bitcoin menguat sekitar 0,73 persen hingga menyentuh level USD60.348. Posisi tersebut membuat aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia tetap berada di atas batas penting yang selama ini menjadi perhatian pelaku pasar.

Momentum tersebut terjadi ketika investor mencermati saham preferen abadi Strategy berkode STRC yang akan memasuki periode ex-dividend pada 30 Juni 2026. Pemegang saham yang telah tercatat sebelum tanggal tersebut berhak memperoleh pembayaran dividen perdana sebesar USD0,48 per saham yang dijadwalkan cair pada 15 Juli 2026.

Selain pembagian dividen, pasar juga menunggu keputusan perusahaan terkait penyesuaian tingkat dividen bulanan. Saat ini STRC diperdagangkan di kisaran USD73 atau sekitar 27 persen di bawah nilai nominalnya sebesar USD100. Kondisi tersebut membuat tingkat imbal hasil efektif meningkat hingga mendekati 15 persen.

Strategi Pendanaan Strategy Jadi Sorotan Investor

Perdagangan saham STRC yang masih berada di bawah nilai nominal memunculkan berbagai spekulasi di kalangan investor. Sebagian pelaku pasar memperkirakan perusahaan akan menaikkan tingkat dividen dari 11,5 persen agar lebih menarik sekaligus menyesuaikan kondisi pasar saat ini.

Di sisi lain, CEO Ripple, Brad Garlinghouse, menilai strategi penggalangan dana Strategy lebih menyerupai rekayasa keuangan dibanding menciptakan nilai jangka panjang bagi perusahaan. Meski demikian, kritik tersebut tidak ditujukan kepada prospek Bitcoin, melainkan terhadap model pendanaan yang digunakan untuk membeli aset digital dalam jumlah besar.

Menurut Garlinghouse, Bitcoin Masih Kokoh sebagai aset investasi jangka panjang. Namun, penggunaan instrumen saham preferen secara terus-menerus dinilai meningkatkan risiko apabila kondisi pasar berubah drastis.

Bitcoin Masih Kokoh Meski Strategy Catat Kerugian

Data BitcoinTreasuries menunjukkan Strategy saat ini menguasai sekitar 844 ribu Bitcoin dengan harga pembelian rata-rata mencapai USD75.600 per koin. Dengan harga pasar yang masih berada di kisaran USD60 ribu, perusahaan diperkirakan membukukan kerugian belum terealisasi lebih dari USD12 miliar.

Nilai tersebut bahkan melampaui kapitalisasi pasar sejumlah aset kripto besar seperti Dogecoin, Cardano, Litecoin, Chainlink, hingga Bitcoin Cash. Besarnya eksposur tersebut memperlihatkan skala investasi Strategy terhadap aset digital terbesar di dunia.

Meski demikian, Bitcoin Masih Kokoh dipandang tetap mampu menjaga kepercayaan investor karena masih bertahan di atas level psikologis penting. Sementara itu, pergerakan aset kripto lain berlangsung bervariasi. Ethereum tercatat menguat sekitar 0,5 persen ke level USD1.583, XRP naik sekitar 1,2 persen, sedangkan BNB justru mengalami pelemahan sekitar 1 persen.

Produk Tembakau Indonesia Jadi Penopang Ekonomi, Serap Ratusan Ribu Tenaga Kerja

Keberadaan Produk tembakau Indonesia masih menjadi salah satu penopang penting sektor industri nasional karena melibatkan rantai usaha yang panjang, mulai dari petani, industri pengolahan, hingga pasar ekspor. Dengan karakteristik tersebut, pemerintah menilai sektor pertembakauan memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional maupun kesejahteraan masyarakat di berbagai daerah.

Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar Kementerian Perindustrian, Merrijantij Punguan Pintaria, menjelaskan bahwa Indonesia memiliki ekosistem pertembakauan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Luas lahan tembakau nasional mencapai sekitar 267 ribu hektare dan hampir seluruhnya merupakan perkebunan rakyat.

Lebih dari 527 ribu petani menggantungkan mata pencaharian pada komoditas tersebut. Setiap tahun, industri hasil tembakau juga menyerap sekitar 508 ribu ton daun tembakau serta 134 ribu ton cengkeh yang mayoritas berasal dari produksi dalam negeri.

Menurut Merrijantij, sekitar 68 hingga 72 persen hasil panen petani berhasil diserap industri sebagai bahan baku. Sementara kebutuhan yang belum dapat dipenuhi dari produksi domestik masih dilengkapi melalui impor sebagai bahan pencampur untuk menjaga kualitas produksi.

Produk Tembakau Indonesia Dorong Industri dan Lapangan Kerja

Data Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas) menunjukkan terdapat sekitar 1.700 pelaku usaha di sektor hasil tembakau. Sebanyak 87 persen di antaranya merupakan industri kecil dan menengah yang berperan besar dalam menggerakkan ekonomi daerah.

Sepanjang 2025, sektor ini mencatatkan investasi sekitar Rp6,1 triliun dengan penyerapan hampir 540 ribu tenaga kerja langsung. Selain menciptakan lapangan pekerjaan, Produk tembakau Indonesia juga menjadi salah satu penyumbang utama penerimaan negara melalui cukai hasil tembakau yang nilainya menembus lebih dari Rp200 triliun setiap tahun.

Tak hanya memenuhi pasar domestik, Produk tembakau Indonesia juga telah dipasarkan ke berbagai negara. Posisi Indonesia bahkan tercatat sebagai salah satu eksportir tembakau terbesar di dunia, sehingga sektor ini dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat kinerja ekspor nasional.

Kebijakan Industri Dinilai Perlu Pertimbangkan Dampak Ekonomi

Di sisi lain, pembahasan mengenai rencana penerapan kemasan rokok polos atau plain packaging kembali memunculkan perhatian dari sejumlah pemerintah daerah. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama sejumlah kepala daerah menyampaikan penolakan terhadap usulan tersebut karena dikhawatirkan berdampak pada keberlangsungan industri pertembakauan.

Menurut Khofifah, sektor ini selama bertahun-tahun memberikan kontribusi besar terhadap penerimaan negara, penciptaan lapangan kerja, hingga peningkatan kesejahteraan petani. Ia juga mengingatkan bahwa kebijakan yang memengaruhi Produk tembakau Indonesia perlu dikaji secara menyeluruh agar tidak mengganggu stabilitas industri maupun penerimaan cukai nasional.

Data menunjukkan Jawa Timur menjadi penyumbang terbesar cukai hasil tembakau di Indonesia. Pada 2024, kontribusinya mencapai sekitar Rp133,2 triliun atau lebih dari 61 persen dari total penerimaan cukai nasional. Karena itu, berbagai kebijakan yang berkaitan dengan industri hasil tembakau dinilai perlu mempertimbangkan dampaknya terhadap investasi, tenaga kerja, serta keberlanjutan rantai usaha dari petani hingga pelaku industri.

Mau Saldo Dompet Digital Awet? Mulai Kelola Pengeluaran Bulanan dengan Cara Ini!

0

Kemudahan transaksi digital membuat banyak orang semakin praktis dalam berbelanja. Namun di balik kenyamanan tersebut, tantangan untuk Kelola Pengeluaran Bulanan juga semakin besar. Di Berempat.com, kami melihat dompet digital kini bukan hanya alat pembayaran, tetapi juga menjadi tempat yang paling sering “bocor” karena berbagai transaksi kecil yang sering luput dari perhatian.

Membayar kopi, berlangganan aplikasi, membeli makanan lewat layanan pesan antar, hingga memanfaatkan promo cashback memang terasa ringan jika dilakukan satu per satu. Masalahnya, ketika semua transaksi itu dikumpulkan selama satu bulan, nominalnya bisa jauh lebih besar dari yang dibayangkan.

Fenomena ini juga tercermin dalam meningkatnya penggunaan uang elektronik di Indonesia. Data Bank Indonesia menunjukkan bahwa nilai transaksi uang elektronik terus bertumbuh dari tahun ke tahun dan telah mencapai ratusan triliun rupiah setiap tahunnya. Angka tersebut menunjukkan bahwa masyarakat semakin terbiasa melakukan pembayaran digital untuk berbagai kebutuhan.

Karena itu, mengelola saldo dompet digital tidak cukup hanya dengan rutin mengisi ulang. Yang lebih penting adalah memahami ke mana uang tersebut mengalir setiap hari.

Kenali Pola Pengeluaran Sebelum Menentukan Anggaran

Langkah pertama untuk Kelola Pengeluaran Bulanan bukan langsung memangkas semua pengeluaran, melainkan memahami kebiasaan belanja.

Selama satu hingga dua minggu, coba catat setiap transaksi yang dilakukan melalui dompet digital. Tidak perlu menggunakan aplikasi khusus jika belum terbiasa. Catatan sederhana di ponsel pun sudah cukup membantu.

Setelah itu, kelompokkan pengeluaran ke dalam beberapa kategori seperti:

  • Makanan dan minuman
  • Transportasi
  • Belanja kebutuhan rumah tangga
  • Langganan digital
  • Hiburan
  • Belanja impulsif

Sering kali seseorang baru menyadari bahwa pengeluaran terbesar bukan berasal dari kebutuhan utama, melainkan transaksi kecil yang dilakukan berulang kali.

Misalnya membeli minuman seharga Rp30.000 sebanyak empat kali dalam seminggu. Dalam satu bulan, totalnya bisa mencapai hampir Rp500.000. Nominal tersebut sebenarnya sudah cukup untuk menambah dana darurat atau investasi rutin.

Pisahkan Saldo Berdasarkan Fungsinya

Salah satu penyebab saldo dompet digital cepat habis adalah semua kebutuhan menggunakan satu sumber dana yang sama.

Cara yang lebih efektif adalah membagi anggaran berdasarkan fungsi.

Sebagai contoh:

  • Saldo khusus transportasi
  • Saldo untuk makan di luar
  • Saldo belanja harian
  • Saldo cadangan

Beberapa dompet digital maupun rekening digital kini sudah menyediakan fitur kantong atau budgeting yang memudahkan pengguna memisahkan dana sesuai kebutuhan.

Pendekatan ini membantu mengurangi risiko menggunakan anggaran kebutuhan pokok untuk belanja yang sebenarnya bisa ditunda.

Strategi Kelola Pengeluaran Bulanan Tanpa Merasa Terlalu Dikekang

Banyak orang gagal menjaga kondisi keuangan karena menerapkan aturan yang terlalu ketat. Padahal tujuan mengatur pengeluaran adalah menciptakan kebiasaan yang dapat dipertahankan dalam jangka panjang.

1. Manfaatkan Promo Secara Selektif

Promo memang menguntungkan jika digunakan pada barang yang memang dibutuhkan.

Namun jangan sampai cashback atau diskon justru menjadi alasan membeli sesuatu yang sebelumnya tidak ada dalam daftar kebutuhan.

Menurut survei Populix mengenai perilaku pembayaran digital, promo menjadi salah satu alasan utama masyarakat menggunakan dompet digital. Karena itu, penting untuk membedakan antara menghemat uang dan sekadar tergoda potongan harga.

2. Jadwalkan Hari Tanpa Belanja

Cobalah menetapkan satu atau dua hari setiap minggu tanpa melakukan transaksi digital sama sekali.

Kebiasaan sederhana ini dapat membantu mengurangi pembelian impulsif sekaligus melatih disiplin dalam mengendalikan pengeluaran.

3. Evaluasi Langganan Otomatis

Banyak saldo dompet digital terkuras oleh layanan berlangganan yang sudah jarang digunakan.

Periksa kembali aplikasi streaming, penyimpanan cloud, musik digital, atau layanan premium lainnya. Jika sudah tidak memberikan manfaat maksimal, menghentikan langganan bisa menjadi langkah sederhana untuk menghemat pengeluaran setiap bulan.

Kebiasaan Kecil Memberikan Dampak Besar

Mengatur keuangan tidak selalu membutuhkan perubahan besar. Justru kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten sering memberikan hasil yang lebih terasa.

Laporan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi tersebut menjadi sinyal positif bahwa semakin banyak masyarakat mulai memahami pentingnya mengelola keuangan secara lebih bijak.

Karena itu, Kelola Pengeluaran Bulanan tidak seharusnya dipandang sebagai pembatas gaya hidup. Sebaliknya, kebiasaan ini menjadi cara untuk memastikan setiap rupiah digunakan sesuai prioritas.

Ekosistem Musik Nasional Tumbuh Pesat, Royalti Musisi Indonesia Terus Meningkat

0

Penguatan ekosistem musik Indonesia kembali menjadi perhatian pemerintah seiring berkembangnya industri kreatif berbasis digital. Kementerian Ekonomi Kreatif menilai kehadiran platform streaming telah membuka peluang lebih luas bagi musisi lokal untuk memperkenalkan karya mereka hingga ke pasar internasional, sekaligus menciptakan sumber pendapatan yang lebih berkelanjutan.

Komitmen tersebut disampaikan Menteri Ekonomi Kreatif sekaligus Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, saat menghadiri acara Spotify Loud & Clear Indonesia di Jakarta. Menurutnya, musik kini bukan hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga media yang mampu membawa identitas budaya Indonesia ke berbagai belahan dunia.

Ia menuturkan, ketika lagu-lagu karya musisi Indonesia didengarkan di negara lain, secara tidak langsung budaya dan cerita yang terkandung di dalamnya ikut dikenal oleh masyarakat global. Kondisi itu dinilai memperkuat posisi ekonomi kreatif sebagai salah satu sektor yang berkontribusi terhadap citra Indonesia di tingkat internasional.

Spotify Loud & Clear sendiri merupakan program tahunan yang menghadirkan transparansi mengenai mekanisme distribusi royalti dari layanan streaming. Melalui inisiatif tersebut, para pelaku industri dapat memahami bagaimana pendapatan dari karya musik dihasilkan sekaligus melihat peluang memperluas pasar di luar negeri.

Streaming Digital Perluas Peluang Musisi Indonesia

Teuku Riefky menilai perkembangan platform digital telah mengubah cara musisi membangun karier. Kini, talenta dari berbagai daerah memiliki kesempatan yang sama untuk dikenal tanpa harus bergantung pada jalur distribusi konvensional.

Menurutnya, pembangunan ekosistem musik yang sehat membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah, pelaku industri, dan para kreator. Sinergi tersebut penting agar industri musik nasional mampu tumbuh secara berkelanjutan sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi para pelakunya.

Saat ini sektor ekonomi kreatif tercatat menyerap sekitar 27,4 juta tenaga kerja. Lebih dari separuh jumlah tersebut berasal dari generasi muda, terutama kalangan milenial dan Generasi Z, yang menjadi motor penggerak lahirnya inovasi baru di berbagai subsektor kreatif, termasuk musik.

Musik Lokal Semakin Diminati Pasar Global

Managing Director Spotify Southeast Asia, Gustav Back, mengungkapkan bahwa sepanjang 2025 karya musisi Indonesia ditemukan lebih dari 6,3 miliar kali oleh pendengar baru melalui platform Spotify. Selain itu, pendapatan royalti musisi Indonesia meningkat lebih dari 16 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Menariknya, sekitar 60 persen royalti tersebut berasal dari pendengar di luar negeri, seperti Amerika Serikat, Jepang, Jerman, Malaysia, hingga Inggris. Fakta tersebut menunjukkan bahwa ekosistem musik Indonesia semakin mampu menembus pasar internasional melalui dukungan teknologi digital.

Data Spotify juga memperlihatkan dominasi karya anak bangsa di dalam negeri. Sepanjang 2025, sekitar 80 persen lagu yang masuk dalam daftar Spotify Indonesia Daily Top 50 berasal dari musisi lokal. Capaian tersebut menjadi sinyal positif bahwa ekosistem musik nasional terus berkembang, didukung kolaborasi pemerintah dan industri dalam menciptakan ruang yang lebih inklusif, adaptif, serta kompetitif bagi para pelaku musik Indonesia.

Cuaca El Nino Segera Melanda, Bapanas Optimistis Stok Beras Cukup hingga 2027

0

Pemerintah memastikan kesiapan menghadapi potensi Cuaca El Nino yang diperkirakan mulai memengaruhi Indonesia dalam beberapa waktu ke depan. Salah satu langkah antisipasi yang telah dilakukan adalah memperkuat cadangan pangan nasional, khususnya beras, sehingga kebutuhan masyarakat tetap terjaga meski terjadi gangguan produksi akibat perubahan iklim.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang juga menjabat sebagai Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan pemerintah telah belajar dari pengalaman menghadapi El Nino pada 2023. Persiapan dilakukan jauh sebelum potensi musim kering kembali datang, termasuk memperbesar Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

Menurut Amran, stok beras nasional saat ini mencapai sekitar 5,2 hingga 5,3 juta ton. Jumlah tersebut menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah pengelolaan cadangan beras pemerintah dan dinilai cukup untuk menjaga stabilitas pasokan apabila Cuaca El Nino berdampak pada sektor pertanian.

Ia optimistis ketersediaan beras masih mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir 2026. Bahkan, berdasarkan perhitungan pemerintah, stok yang tersedia diperkirakan masih mencukupi sampai sekitar Mei tahun berikutnya apabila kondisi berjalan sesuai proyeksi.

Stok Beras Dinilai Cukup Hadapi Cuaca El Nino

Berdasarkan pembaruan Proyeksi Neraca Pangan nasional, stok beras pada akhir 2026 diperkirakan mencapai 16,24 juta ton. Angka tersebut berasal dari stok awal tahun yang dipadukan dengan proyeksi produksi sekitar 34,76 juta ton, kemudian dikurangi kebutuhan konsumsi nasional sepanjang tahun.

Dengan proyeksi tersebut, pemerintah menilai cadangan yang tersedia mampu memenuhi kebutuhan konsumsi selama kurang lebih lima bulan pada 2027. Selain itu, memasuki musim panen raya pada Maret dan April, persediaan beras diperkirakan kembali bertambah sehingga ketahanan pangan nasional semakin kuat menghadapi Cuaca El Nino.

Sementara itu, realisasi penyaluran Cadangan Beras Pemerintah hingga 23 Juni 2026 telah mencapai lebih dari satu juta ton. Penyaluran tersebut mencakup bantuan pangan beras, program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), kebutuhan anggaran pemerintah, serta penanganan keadaan darurat.

Di sisi lain, stok beras yang tersimpan di Perum Bulog tercatat mencapai sekitar 5,17 juta ton. Sebagian besar berasal dari hasil pengadaan produksi dalam negeri sepanjang 2026, ditambah sisa stok akhir 2025 yang juga berasal dari serapan gabah petani lokal.

Penerbangan AirAsia Jakarta-Singapura Resmi Dihentikan Mulai Juli 2026, Apa Alasannya?

Layanan Penerbangan AirAsia untuk rute langsung Jakarta-Singapura akan resmi dihentikan mulai 1 Juli 2026. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari strategi maskapai dalam menata kembali jaringan penerbangannya agar lebih efisien di tengah meningkatnya biaya operasional, termasuk lonjakan harga bahan bakar pesawat akibat konflik yang terjadi di Timur Tengah.

Mulai awal Juli, penumpang yang hendak bepergian dari Jakarta ke Singapura menggunakan AirAsia tidak lagi dapat menikmati penerbangan non-stop. Sebagai gantinya, perjalanan akan dilakukan melalui Kuala Lumpur sebelum melanjutkan penerbangan ke tujuan akhir.

Chief Executive Officer AirAsia X Group, Bo Lingam, mengatakan langkah tersebut diambil setelah perusahaan melakukan evaluasi terhadap performa sejumlah rute internasional. Menurutnya, kapasitas penerbangan kini akan difokuskan pada jalur yang memiliki permintaan lebih tinggi sehingga operasional maskapai tetap berkelanjutan.

Ia menegaskan penghentian Penerbangan AirAsia di rute Jakarta-Singapura bukan dilakukan tanpa pertimbangan. Maskapai juga berupaya mengurangi dampak terhadap pelanggan dengan menyediakan layanan transit melalui pusat operasionalnya di Kuala Lumpur maupun hub lainnya.

Selain itu, AirAsia akan terus memantau perkembangan pasar dan melakukan penyesuaian jadwal apabila diperlukan.

Rute Transit Diprediksi Kurang Kompetitif

Perubahan skema perjalanan membuat durasi penerbangan menjadi jauh lebih lama dibanding sebelumnya. Jika selama ini perjalanan langsung Jakarta-Singapura hanya membutuhkan waktu kurang dari dua jam, kini total waktu tempuh dapat melampaui 10 jam, bergantung pada lamanya transit di Kuala Lumpur.

Di sisi lain, Penerbangan AirAsia masih harus bersaing dengan sejumlah maskapai lain yang tetap mempertahankan layanan langsung pada rute Jakarta-Singapura. Penumpang masih memiliki banyak pilihan penerbangan non-stop dengan jadwal keberangkatan yang beragam setiap harinya.

Analis penerbangan independen Brendan Sobie menilai kondisi tersebut berpotensi membuat layanan transit AirAsia kurang diminati. Menurutnya, ketika alternatif penerbangan langsung masih tersedia dengan harga kompetitif, sebagian besar penumpang cenderung memilih perjalanan yang lebih singkat.

Penghentian rute ini juga mencerminkan berkurangnya aktivitas Indonesia AirAsia di Singapura. Data industri menunjukkan frekuensi Penerbangan AirAsia dari Bandara Changi menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi tersebut menjadi bagian dari strategi penyesuaian jaringan yang dilakukan perusahaan sebagai respons terhadap perubahan pasar dan tantangan industri penerbangan global.

NIB untuk Konten Kreator Mulai Jadi Perhatian, Siapa yang Wajib Mengurusnya?

0

Pemerintah mulai menerapkan aturan baru mengenai legalitas pelaku usaha digital melalui Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 19 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE). Kebijakan ini membuat isu NIB untuk Konten Kreator menjadi sorotan publik setelah muncul berbagai anggapan bahwa seluruh kreator digital kini diwajibkan memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) agar dapat terus berkarya di platform digital.

Regulasi tersebut sebenarnya tidak hanya menyasar kreator digital, melainkan seluruh pelaku usaha yang menjalankan aktivitas perdagangan melalui marketplace, media sosial, hingga layanan live shopping. Pemerintah menegaskan bahwa kepemilikan NIB bertujuan menciptakan ekosistem usaha digital yang lebih tertib sekaligus memberikan perlindungan kepada konsumen.

Melalui sistem Online Single Submission Risk Based Approach (OSS-RBA), pelaku usaha dapat mengurus legalitas secara daring. NIB berfungsi sebagai identitas resmi usaha yang sekaligus membuka akses terhadap berbagai layanan pemerintah, mulai dari pembiayaan hingga pengembangan usaha.

Meski demikian, pembahasan mengenai NIB untuk Konten Kreator memunculkan beragam informasi yang tidak sepenuhnya benar. Di media sosial beredar anggapan bahwa seluruh pemilik akun yang aktif membuat video atau konten wajib segera mengurus NIB. Narasi tersebut memicu kebingungan, terutama di kalangan kreator pemula.

NIB Bukan Aturan Baru Khusus untuk Konten Kreator Digital

Pemerintah menegaskan bahwa NIB bukanlah kebijakan baru yang dibuat khusus untuk profesi kreator digital. Nomor Induk Berusaha telah lama menjadi bagian dari sistem perizinan usaha di Indonesia, sedangkan yang mengalami pembaruan adalah klasifikasi jenis usaha melalui Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025.

Perubahan KBLI membuat berbagai profesi di sektor ekonomi digital, termasuk kreator konten, memiliki klasifikasi usaha yang lebih jelas. Artinya, yang diperbarui adalah pengelompokan kegiatan usahanya, bukan kewajiban baru mengenai kepemilikan NIB.

Dengan demikian, NIB untuk Konten Kreator hanya diperlukan apabila aktivitas yang dilakukan telah memenuhi kategori sebagai kegiatan usaha. Pemerintah menilai pendekatan tersebut penting agar pelaku ekonomi digital memperoleh kepastian hukum sekaligus pengakuan resmi atas bisnis yang dijalankan.

Pemerintah Pastikan Kewajiban Disesuaikan dengan Aktivitas Usaha

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menegaskan bahwa tidak semua kreator digital otomatis wajib memiliki NIB. Penilaian dilakukan berdasarkan bentuk kegiatan usaha yang dijalankan, bukan semata-mata karena seseorang memiliki akun media sosial atau rutin mengunggah konten.

Pemerintah juga menjelaskan bahwa kreator dengan penghasilan di bawah batas Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) tidak diwajibkan mengurus legalitas usaha tersebut. Penjelasan ini sekaligus meluruskan berbagai informasi yang berkembang di masyarakat.

Melalui kebijakan NIB untuk Konten Kreator, pemerintah ingin memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha digital yang telah menjalankan bisnis secara profesional. Regulasi tersebut diharapkan mampu menciptakan iklim usaha digital yang lebih sehat tanpa menghambat kreativitas masyarakat. Karena itu, pelaku usaha maupun kreator digital diimbau memahami ketentuan NIB untuk Konten Kreator secara utuh agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang keliru.

In This Economy, Gimana Cara Berhemat Tapi Tetap Masuk Akal?

0

In This Economy bukan lagi sekadar ungkapan yang ramai di media sosial. Kalimat tersebut kini sering digunakan untuk menggambarkan kondisi ketika biaya hidup terasa terus meningkat sementara banyak orang berusaha menjaga kondisi keuangan tetap sehat. Di Berempat.com, kami melihat fenomena ini tidak hanya memengaruhi keputusan belanja konsumen, tetapi juga cara masyarakat mengatur pengeluaran sehari-hari.

Ketika harga kebutuhan pokok, biaya transportasi, hingga tagihan rumah tangga mengalami kenaikan, banyak orang mulai mencari cara berhemat. Namun, berhemat bukan berarti memangkas semua pengeluaran tanpa perhitungan. Justru dalam situasi In This Economy, kemampuan mengelola uang secara bertanggung jawab menjadi semakin penting.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi tahunan Indonesia masih berada di kisaran yang memengaruhi daya beli masyarakat, terutama pada kelompok pengeluaran makanan, transportasi, dan perumahan. Sementara itu, survei dari Bank Indonesia menunjukkan bahwa sebagian rumah tangga mulai lebih berhati-hati dalam mengatur konsumsi karena mempertimbangkan kondisi ekonomi ke depan.

Kondisi tersebut membuat pola hidup hemat mengalami pergeseran. Jika dahulu hemat sering diartikan sebagai mengurangi pengeluaran sebanyak mungkin, kini pendekatannya lebih mengarah pada penggunaan uang yang efektif dan sesuai prioritas.

Hemat Bukan Berarti Menunda Semua Kesenangan

Salah satu kesalahan yang sering terjadi saat kondisi ekonomi menantang adalah menerapkan penghematan secara ekstrem. Akibatnya, seseorang merasa tertekan dan akhirnya kembali melakukan pengeluaran impulsif dalam jumlah besar.

Pendekatan yang lebih sehat adalah membedakan kebutuhan, keinginan, dan pengeluaran yang benar-benar memberikan manfaat jangka panjang.

Misalnya, mengurangi frekuensi membeli kopi premium setiap hari bisa menjadi langkah penghematan yang masuk akal. Namun menunda pemeriksaan kesehatan rutin atau mengabaikan perawatan kendaraan demi menghemat biaya justru berpotensi menimbulkan pengeluaran lebih besar di masa depan.

Konsep ini dikenal sebagai “smart spending”, yaitu mengalokasikan uang berdasarkan nilai manfaat, bukan semata-mata berdasarkan harga yang paling murah.

Prioritaskan Dana Darurat Sebelum Menambah Gaya Hidup

Data dari berbagai survei keuangan menunjukkan masih banyak masyarakat yang belum memiliki dana darurat memadai.

Padahal, In This Economy, dana darurat berfungsi sebagai bantalan ketika terjadi hal-hal tidak terduga seperti kehilangan pekerjaan, penurunan pendapatan, atau kebutuhan mendesak lainnya.

Banyak perencana keuangan menyarankan dana darurat minimal setara tiga hingga enam bulan pengeluaran rutin. Dengan adanya cadangan dana tersebut, seseorang tidak perlu langsung berutang ketika menghadapi kondisi darurat.

In This Economy, Begini Strategi Hemat yang Tetap Realistis!

Menghemat uang tidak harus dilakukan melalui perubahan besar. Justru kebiasaan kecil yang konsisten sering kali memberikan dampak lebih signifikan dalam jangka panjang.

1. Buat Anggaran yang Fleksibel

Anggaran yang terlalu ketat sering kali sulit dipertahankan.

Sebaliknya, alokasikan dana untuk kebutuhan pokok, tabungan, investasi, dan hiburan dalam porsi yang realistis. Cara ini membantu menjaga keseimbangan antara tanggung jawab finansial dan kualitas hidup.

2. Evaluasi Langganan Digital

Layanan streaming, aplikasi premium, dan berbagai platform digital sering kali menguras anggaran tanpa disadari.

Cobalah mengecek kembali layanan yang benar-benar digunakan setiap bulan. Menghapus satu atau dua langganan yang jarang dipakai bisa menghemat ratusan ribu rupiah dalam setahun.

3. Terapkan Aturan Menunggu Sebelum Membeli

Banyak pembelian impulsif terjadi karena keputusan yang terlalu cepat.

Sebelum membeli barang non-prioritas, beri jeda 24 hingga 48 jam. Dalam banyak kasus, keinginan tersebut akan berkurang setelah beberapa waktu.

4. Fokus pada Nilai, Bukan Diskon

Diskon sering menciptakan ilusi penghematan.

Padahal membeli barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan tetap merupakan pengeluaran. Karena itu, pertimbangkan apakah barang tersebut benar-benar memberikan manfaat sebelum tergoda potongan harga.

Tanggung Jawab Finansial Juga Berarti Memikirkan Masa Depan

In This Economy, banyak orang fokus bertahan untuk hari ini hingga lupa mempersiapkan masa depan.

Padahal investasi, asuransi, dan pengembangan keterampilan tetap perlu mendapat perhatian. Menyisihkan sebagian pendapatan untuk meningkatkan kompetensi kerja atau membangun sumber penghasilan tambahan dapat menjadi investasi yang memberikan manfaat jangka panjang.

Laporan World Economic Forum bahkan menunjukkan bahwa kemampuan beradaptasi dan meningkatkan keterampilan menjadi salah satu faktor penting dalam menghadapi perubahan ekonomi global. Artinya, investasi pada diri sendiri sering kali sama pentingnya dengan investasi keuangan.