Selasa, Mei 12, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 134

Resmi Diterapkan, Opsen Pajak Kendaraan Bermotor Disebut Hambat Penjualan

0

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, mengungkapkan bahwa penerapan pungutan tambahan pajak (opsen) oleh pemerintah daerah untuk kendaraan bermotor dapat memberikan beban besar pada sektor industri otomotif nasional.

“Yang menjadi tantangan utama bagi produsen mobil dan konsumen adalah pajak yang diberlakukan oleh pemerintah daerah, yang dikenal sebagai opsen. Hal ini bisa membuat sektor otomotif menghadapi tekanan berat,” ujar Agus seperti dikutip dari Antara.

Agus menjelaskan bahwa kebijakan opsen pajak kendaraan bermotor, jika diterapkan dalam jangka panjang, justru bisa berdampak negatif terhadap perekonomian daerah. Ia memperkirakan bahwa pemerintah daerah (pemda) pada akhirnya akan menyadari dampak tersebut dan mulai mencari alternatif kebijakan untuk mendongkrak pendapatan daerah, termasuk kemungkinan memberikan relaksasi pajak.

“Saya yakin tidak akan butuh waktu lama sebelum pemda memahami bahwa kebijakan opsen ini sebenarnya dapat merugikan perekonomian mereka sendiri. Cepat atau lambat, mereka akan mencoba mencari solusi dengan menerbitkan regulasi baru, seperti relaksasi pajak,” ungkapnya.

Masyarakat Enggan Membeli Kendaraan Baru

Lebih lanjut, Agus menilai bahwa kebijakan opsen berisiko menurunkan minat masyarakat untuk membeli kendaraan baru. Kondisi ini, menurutnya, justru bisa berakibat pada penurunan pendapatan bagi pemerintah daerah sendiri.

“Kalau masyarakat lokal enggan membeli mobil baru, pada akhirnya pemasukan yang diharapkan dari kebijakan ini tidak akan terealisasi. Pemda tidak akan mendapatkan pendapatan yang signifikan. Oleh karena itu, perlu ada evaluasi segera terhadap regulasi ini,” jelasnya.

Aturan Opsen Berlaku Mulai Januari 2025

Opsen pajak kendaraan bermotor resmi diterapkan pada Januari 2025. Kebijakan tersebut diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (HKPD). Opsen ini adalah pungutan tambahan pajak yang dihitung berdasarkan persentase tertentu.

Adapun jenis pajak yang dikenai opsen mencakup Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), serta Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB). Besaran opsen untuk masing-masing jenis pajak disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku di setiap daerah.

Melalui pendekatan yang lebih bijak, Agus berharap pemerintah daerah dapat segera mengevaluasi kebijakan ini agar tidak menghambat perkembangan industri otomotif maupun daya beli masyarakat.

Kabar Baik! Aktivitas Manufaktur Indonesia Meningkat, Daya Beli Masyarakat Kian Kuat

0

Aktivitas manufaktur di Indonesia menunjukkan pertumbuhan signifikan, menutup tahun 2024 dengan optimisme tinggi. Pada Desember 2024, Purchasing Managers’ Index (PMI) Indonesia naik ke level 51,2 dari sebelumnya 49,6 pada November. Angka ini menandakan ekspansi, sekaligus menjadi pencapaian tertinggi sejak Mei 2024. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan produksi dan lonjakan permintaan baru, baik dari pasar domestik maupun internasional, menjelang libur Natal dan Tahun Baru.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu, menyebut peningkatan ini sebagai sinyal positif bagi ekonomi nasional. “Kembalinya sektor manufaktur ke zona ekspansi merupakan pertanda baik. Ini menunjukkan bahwa perekonomian kita tetap kokoh menghadapi tantangan global maupun domestik. Kami optimis, pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat melampaui 5% pada 2024,” ujarnya.

Di antara negara ASEAN lainnya, Indonesia tampil lebih baik. PMI Vietnam dan Malaysia, misalnya, masih berada di zona kontraksi dengan masing-masing mencatatkan angka 49,8 dan 48,6.

Konsumsi Domestik Jadi Pilar Utama

Permintaan domestik yang solid memainkan peran besar dalam mendukung kinerja manufaktur. Indeks Penjualan Ritel (IPR) tumbuh 1,7% secara tahunan (yoy) pada November 2024, naik dari 1,5% pada Oktober. Sementara itu, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Bank Indonesia juga meningkat tajam, mencapai 125,9 pada November dibandingkan 121,1 pada bulan sebelumnya.

Tren ini menunjukkan daya beli masyarakat yang terus menguat di tengah inflasi yang terkendali. “Optimisme dari konsumen dan pelaku usaha, tercermin dari peningkatan indeks penjualan ritel, keyakinan konsumen, hingga aktivitas manufaktur yang ekspansif, memberikan modal kuat bagi kita untuk menghadapi tantangan tahun 2025,” tambah Febrio.

Selain itu, peningkatan aktivitas manufaktur di Indonesia turut membawa dampak positif pada penyerapan tenaga kerja, yang semakin memperkuat sektor ini.

Inflasi Terkendali, Kebijakan Pemerintah Berbuah Hasil

Sepanjang 2024, inflasi tetap berada dalam kisaran target pemerintah. Pada Desember, inflasi tercatat sebesar 1,57% (yoy), lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 2,61%. Faktor utama yang menjaga stabilitas inflasi adalah melimpahnya stok pangan, cuaca yang mendukung, serta kebijakan pengendalian inflasi yang sinergis antara pusat dan daerah.

Inflasi inti, yang mencerminkan tren daya beli masyarakat, meningkat menjadi 2,26% (yoy) pada Desember 2024. Pertumbuhan ini didorong oleh sektor makanan, pakaian, dan perawatan pribadi, termasuk kenaikan harga emas. Namun, jika harga emas dikecualikan, inflasi inti tetap stabil di angka 1,72% (yoy).

Harga pangan juga terkendali dengan inflasi volatile food hanya mencapai 0,12% (yoy), jauh lebih rendah dibandingkan Desember 2023 yang mencapai 6,73%. Penurunan ini didukung oleh kebijakan pengendalian harga yang efektif, cuaca yang kondusif, dan stok pangan yang mencukupi.

Sementara itu, inflasi yang diatur pemerintah (administered price) juga melandai, turun ke 0,56% (yoy) dibandingkan 0,82% pada November. Penurunan tarif transportasi udara selama libur Natal dan Tahun Baru berkontribusi pada deflasi transportasi bulanan.

“Sinergi kebijakan antara fiskal, energi, dan transportasi telah membuahkan hasil. Kami akan terus memastikan momentum ini terjaga agar daya beli masyarakat tetap kuat,” pungkas Febrio.

Dengan berbagai indikator yang positif, pemerintah optimistis dapat terus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di tahun 2025.

Rahasia Mendapatkan Penghasilan Tambahan Tanpa Tinggalkan Pekerjaan Utama

Banyak orang bertanya-tanya, apakah mungkin mendapatkan penghasilan tambahan tanpa harus meninggalkan pekerjaan utama? Jawabannya: tentu saja bisa! Di era sekarang, ada banyak peluang untuk menambah cuan, bahkan dengan waktu dan modal yang terbatas. Yang penting adalah kamu tahu bagaimana memanfaatkan waktu luangmu dan menemukan peluang yang sesuai dengan minat atau keahlianmu.

Kenapa Banyak Orang Mencari Penghasilan Tambahan?

Alasan utamanya adalah kebutuhan hidup yang terus meningkat. Selain itu, banyak orang juga ingin punya kebebasan finansial, membangun tabungan, atau mengejar mimpi yang belum tercapai. Dengan penghasilan tambahan, kamu punya kesempatan lebih besar untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut.

Ide-Ide untuk Mendapatkan Cuan Tambahan

Untuk mendapatkan penghasilan tambahan, kamu tidak selalu harus punya modal besar atau keterampilan khusus. Bahkan, dengan sedikit kreativitas dan kemauan belajar, peluangnya sangat banyak. Beberapa ide yang bisa kamu coba, antara lain:

  1. Jualan Online
    Punya barang-barang yang tidak terpakai di rumah? Kamu bisa menjualnya di platform seperti Tokopedia, Shopee, atau marketplace lainnya. Selain itu, kamu juga bisa mencoba jadi reseller atau dropshipper produk yang sedang tren.
  2. Freelance Sesuai Keahlian
    Kalau kamu punya keahlian tertentu, seperti menulis, desain grafis, atau fotografi, coba manfaatkan skill itu. Banyak platform freelance seperti Fiverr, Upwork, atau Sribulancer yang membuka peluang buat kamu mendapatkan proyek sampingan.
  3. Jadi Content Creator
    Media sosial sekarang bukan cuma tempat hiburan, tapi juga ladang cuan. Kamu bisa mulai membuat konten di Instagram, TikTok, atau YouTube tentang hal-hal yang kamu kuasai, seperti masak, review produk, atau bahkan cerita lucu. Kalau konsisten, kamu bisa mendapatkan penghasilan dari endorse atau iklan.
  4. Investasi atau Trading
    Kalau kamu punya sedikit modal dan berani belajar, coba investasi reksadana, saham, atau trading cryptocurrency. Tapi ingat, jangan asal terjun! Pastikan kamu paham risiko dan belajar dulu sebelum memulai.
  5. Jasa Titip atau Personal Shopper
    Kamu suka jalan-jalan atau sering belanja? Manfaatkan itu dengan membuka jasa titip. Banyak orang yang butuh bantuan membeli barang-barang yang tidak ada di daerah mereka.

Tips Mengatur Waktu untuk Penghasilan Tambahan

Memiliki pekerjaan utama berarti waktu luangmu terbatas. Supaya tetap seimbang, ada beberapa tips yang bisa kamu terapkan:

  • Pilih pekerjaan sampingan yang fleksibel, sehingga tidak mengganggu jam kerja utama.
  • Gunakan waktu luang dengan bijak, seperti akhir pekan atau setelah jam kerja.
  • Jangan lupa istirahat. Jangan sampai mengejar cuan tambahan malah membuatmu kelelahan dan menurunkan produktivitas.

Apakah Bisa Mendapatkan Hasil yang Besar?

Tentu bisa, tapi semua tergantung usaha dan konsistensi kamu. Penghasilan tambahan biasanya tidak datang instan, tapi kalau kamu tekun, hasilnya bisa signifikan. Bahkan, beberapa orang yang memulai dari sampingan berhasil mengembangkan bisnis hingga menjadi pekerjaan utama.

Jadi, kalau kamu sedang mencari cara untuk mendapatkan cuan tambahan, jangan ragu untuk mencoba. Mulailah dari hal-hal kecil yang sesuai dengan minat dan keahlianmu. Siapa tahu, ini bisa menjadi awal dari perjalananmu menuju kebebasan finansial!

Harga Emas Dunia Bangkit! Awali Tahun 2025 dengan Kejutan Positif

0

Harga emas dunia membuka tahun 2025 dengan langkah positif setelah dua pekan berturut-turut berada di zona merah. Berdasarkan data Refinitiv, harga emas (XAU) pada penutupan perdagangan Jumat (3/1/2025) turun tipis sebesar 0,68%, berada di posisi US$ 2.639,12 per troy ons. Meski mengalami pelemahan harian, kenaikan pada dua hari sebelumnya berhasil membawa harga emas mencatatkan penguatan mingguan sebesar 0,73%.

Kenaikan ini menjadi kabar baik bagi pasar setelah emas mengalami pelemahan selama dua minggu terakhir di penghujung tahun 2024. Penguatan mingguan ini juga menjadi tanda bahwa emas masih memiliki daya tarik kuat di tengah berbagai ketidakpastian global yang mengintai pada awal tahun ini.

Faktor Penggerak Harga Emas Dunia

Lonjakan harga emas selama sepekan terakhir dipengaruhi oleh meningkatnya risiko di pasar global. Ketidakpastian geopolitik, potensi meningkatnya defisit fiskal yang memicu lonjakan utang pemerintah, serta kemungkinan bahwa bank sentral global, termasuk Federal Reserve (The Fed), tidak akan memangkas suku bunga secepat ekspektasi menjadi pendorong utama.

“Emas terus menjadi pilihan investor sebagai aset safe haven yang andal. Ketika ketidakpastian meningkat, permintaan emas cenderung melonjak karena statusnya sebagai lindung nilai terhadap risiko ekonomi dan politik,” ujar seorang analis pasar.

Risiko global lainnya, seperti ketegangan geopolitik dan dampak kebijakan-kebijakan baru pemerintah Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump yang akan dilantik pada 20 Januari, juga turut berperan dalam menjaga daya tarik emas.

Pasar Menanti Data Ekonomi Penting

Para pelaku pasar kini tengah menunggu data ekonomi terbaru yang akan memberikan gambaran lebih jelas terkait kondisi ekonomi global. Laporan payroll Amerika Serikat dan data inflasi menjadi sorotan utama menjelang rapat pertama Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) The Fed di tahun 2025.

Kebijakan moneter The Fed, yang kerap menjadi penggerak utama pasar emas, diharapkan dapat memberikan panduan lebih jelas tentang arah suku bunga. Jika suku bunga tetap tinggi atau hanya turun secara bertahap, emas kemungkinan besar akan terus diminati sebagai aset lindung nilai.

Prospek Emas di Tahun 2025

Dengan berbagai risiko yang membayangi pasar global, termasuk ketidakpastian kebijakan fiskal dan geopolitik, prospek emas di tahun 2025 masih dianggap cerah. Permintaan terhadap logam mulia ini diproyeksikan tetap tinggi, mengingat perannya sebagai instrumen konservatif di tengah volatilitas ekonomi dunia.

Harga emas yang berhasil menutup pekan pertama tahun ini dengan positif memberikan optimisme bagi para investor. Emas diperkirakan akan tetap menjadi pilihan utama di tengah kondisi global yang penuh tantangan.

Tingkatkan Mobilitas dan Ekonomi, Stasiun Whoosh Karawang Cetak Prestasi

0

Stasiun Whoosh Karawang resmi melayani masyarakat selama sepuluh hari pertama sejak beroperasi, mencatat total 5.500 penumpang naik dan turun dalam periode 24 Desember 2024 hingga 2 Januari 2025.

Eva Chairunisa, General Manager Corporate Secretary PT KCIC, menjelaskan bahwa keberadaan Stasiun Karawang memberikan dampak positif, baik untuk mobilitas masyarakat maupun pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut.

Jumlah Penumpang dan Rute Favorit

“Rata-rata penumpang yang naik dan turun di Stasiun Karawang mencapai 400 hingga 500 orang per hari. Puncaknya terjadi pada 29 Desember 2024, di mana tercatat sebanyak 777 penumpang dilayani dalam satu hari,” ungkap Eva.

Selama masa operasional tersebut, rute favorit penumpang meliputi:

  • Karawang – Padalarang: 1.389 penumpang
  • Padalarang – Karawang: 996 penumpang
  • Halim – Karawang: 896 penumpang

Mayoritas penumpang berasal dari Karawang yang menggunakan layanan Whoosh untuk berwisata ke Bandung, sementara sebagian lainnya adalah pengunjung dari luar Karawang yang memanfaatkan kereta cepat ini untuk berbelanja di premium outlet di Karawang.

Fasilitas Intermoda dan Shuttle Gratis

Untuk menunjang aksesibilitas, Stasiun Karawang telah dilengkapi berbagai fasilitas transportasi, termasuk taksi konvensional, layanan transportasi online, dan shuttle bus gratis. Shuttle ini melayani rute ke The Grand Outlet dan Summarecon Villaggio Outlets. Penumpang hanya perlu menunjukkan tiket Whoosh untuk menikmati layanan tersebut.

Tarif dan Kemudahan Pembelian Tiket

Tarif perjalanan kereta cepat Whoosh bervariasi berdasarkan rute:

  • Halim – Karawang: mulai dari Rp125.000 untuk kelas Premium Economy
  • Karawang – Padalarang/Tegalluar Summarecon: mulai dari Rp175.000 untuk kelas Premium Economy

Tiket dapat dibeli secara online melalui aplikasi Whoosh, situs resmi ticket.kcic.co.id, serta mitra seperti Access by KAI, Livin by Mandiri, Brimo, Wondr by BNI, dan tiket.com. Alternatif offline juga tersedia di loket dan Ticket Vending Machine (TVM) di stasiun.

Operasional Natal dan Tahun Baru

Selama masa liburan Natal dan Tahun Baru 2025, dari total 48 jadwal perjalanan Whoosh, 20 perjalanan berhenti di Stasiun Karawang. Rinciannya adalah 10 keberangkatan menuju Stasiun Halim dan 10 keberangkatan menuju Stasiun Padalarang/Tegalluar Summarecon.

“Melalui operasional Stasiun Karawang, kami berharap dapat meningkatkan kenyamanan perjalanan dan memperluas akses transportasi bagi masyarakat, sekaligus mendukung transportasi yang ramah lingkungan,” tutup Eva.

Siapkan dari Sekarang! Ini Tren UMKM yang Bakal Meledak di 2025

Tahun 2025 diperkirakan akan jadi momen penting bagi perkembangan UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah). Banyak faktor yang mendorong hal ini, mulai dari teknologi yang semakin maju, perubahan gaya hidup masyarakat, hingga kesadaran terhadap isu-isu lingkungan. Kalau kamu punya rencana untuk memulai bisnis atau ingin mengembangkan usaha yang sudah ada, sekarang adalah waktu yang tepat untuk mulai bergerak.

Kenapa UMKM tetap punya prospek besar? Alasannya sederhana: UMKM itu fleksibel dan bisa dengan cepat menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar. Apalagi, dengan meningkatnya penggunaan teknologi, UMKM punya peluang lebih besar untuk menjangkau konsumen baru. Tapi tentu saja, nggak semua jenis bisnis akan booming. Penting buat kamu tahu sektor mana yang punya potensi besar ke depannya.

Bisnis Kuliner yang Sehat dan Digital

Salah satu bidang yang bakal terus jadi favorit adalah bisnis makanan dan minuman. Tapi bukan sekadar jualan makanan biasa. Konsumen sekarang makin sadar soal kesehatan dan cenderung mencari makanan sehat yang praktis. Jadi, kalau kamu tertarik ke dunia kuliner, coba tawarkan sesuatu yang berbeda, misalnya menu berbasis tanaman (plant-based) atau makanan lokal dengan kemasan modern. Jangan lupa manfaatkan platform digital seperti aplikasi pesan antar untuk memperluas jangkauan.

Produk Ramah Lingkungan untuk Generasi Muda

Selain kuliner, ada juga tren produk ramah lingkungan yang semakin naik daun. Generasi muda sekarang suka banget sama produk yang nggak cuma keren tapi juga punya dampak positif buat lingkungan. Misalnya, tas dari bahan daur ulang atau sabun organik. Kalau kamu bisa memadukan kreativitas dan nilai keberlanjutan, peluangmu besar banget.

Jasa Digital yang Selalu Dibutuhkan

Bicara soal teknologi, jasa digital juga nggak kalah menjanjikan. Banyak UMKM kecil sampai menengah yang butuh bantuan untuk urusan desain, pemasaran, atau pengelolaan media sosial. Kalau kamu punya keahlian di bidang ini, tawarkan jasamu. Kamu bisa mulai dari hal-hal sederhana, seperti membuat konten kreatif untuk Instagram atau TikTok.

Pendidikan Online: Tren yang Bertahan

Ada satu lagi yang nggak boleh ketinggalan: pendidikan online. Sejak pandemi, belajar online jadi hal yang wajar, dan kebiasaan ini akan terus bertahan. Kalau kamu punya skill tertentu, seperti memasak, fotografi, atau bahkan coding, coba tawarkan kelas online. Orang-orang terus mencari cara untuk meningkatkan keterampilan mereka, dan ini bisa jadi peluang besar buatmu.

Produk Kesehatan dan Kebugaran

Lalu, jangan lupa bidang kesehatan dan kebugaran. Produk seperti minuman herbal, suplemen, atau alat olahraga portable makin diminati. Orang-orang sekarang lebih peduli dengan kesehatan, dan mereka mencari produk yang mendukung gaya hidup sehat.

Kerajinan Tangan dengan Sentuhan Kreatif

Kalau kamu lebih suka sesuatu yang kreatif, bisnis kerajinan tangan bisa jadi pilihan. Produk handmade dengan sentuhan modern, seperti dekorasi rumah atau aksesori unik, selalu punya tempat di hati konsumen, terutama kalau kamu bisa memasarkan ke pasar internasional lewat platform seperti Etsy.

Kunci Sukses Memulai Bisnis di 2025

Kuncinya, persiapkan bisnis kamu dengan baik. Pelajari teknologi yang bisa membantu operasional, pahami siapa target pelangganmu, dan pastikan produk atau layananmu punya nilai lebih. Jangan lupa, branding itu penting banget. Kalau bisnismu punya identitas yang kuat, orang akan lebih mudah mengingat dan percaya.

Intinya, bisnis UMKM punya peluang besar di 2025, tapi kamu harus mulai sekarang. Jangan tunggu tren lewat. Dengan persiapan yang matang, bisnis kamu nggak cuma bisa bertahan, tapi juga berkembang pesat. Siap untuk memulai?

Kabar Gembira! Aset Kripto Tak Masuk Daftar Barang Mewah, Pajak Lebih Murah?

0

Mata uang kripto dipastikan tidak akan terkena dampak kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12 persen yang mulai berlaku pada tahun 2025. Sebaliknya, kripto justru berpeluang mendapatkan tarif pajak yang lebih rendah seiring dengan pergeseran statusnya menjadi aset keuangan digital berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Pemerintah menerapkan tarif PPN 12 persen hanya untuk barang-barang mewah. Sedangkan transaksi pada perdagangan berjangka komoditi (PBK) serta aset kripto tidak termasuk dalam kategori tersebut, sehingga tidak dikenakan tarif PPN tersebut,” ujar Olvy Andrianita, Sekretaris Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), dalam keterangan resminya pada Kamis (2/1/2025).

Dua Komponen Pajak Utama pada Transaksi Kripto

Pendapatan negara dari pajak transaksi aset kripto hingga saat ini berasal dari dua jenis pajak utama. Pertama, Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 yang dikenakan pada transaksi penjualan aset kripto melalui platform exchanger. Kedua, Pajak Pertambahan Nilai Dalam Negeri (PPN DN) yang dikenakan pada pembelian aset kripto. Ketentuan ini telah diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 68 Tahun 2022 yang mengatur PPN dan PPh atas transaksi perdagangan aset kripto.

Dari sisi kontribusi pajak, sektor kripto terus menunjukkan peningkatan yang signifikan. Data dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mencatat bahwa sepanjang Januari hingga November 2024, penerimaan pajak dari transaksi kripto mencapai Rp 511,8 miliar. Angka ini menunjukkan kenaikan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, yaitu Rp 246,45 miliar pada 2022 dan Rp 220,83 miliar pada 2023. Jika dijumlahkan, penerimaan pajak dari kripto sejak regulasi ini diberlakukan telah mencapai total Rp 979,08 miliar, dengan PPN menyumbang bagian terbesar, yaitu Rp 519,73 miliar.

Kripto Beralih Status ke Aset Keuangan Digital

Hasan Fawzi, Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan dan Aset Digital OJK, menjelaskan bahwa status kripto di Indonesia sebelumnya diperlakukan sebagai komoditas. Oleh karena itu, pajak yang dikenakan mengikuti skema pajak barang biasa. Namun, seiring diterbitkannya Peraturan OJK (POJK) Nomor 27 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Perdagangan Aset Keuangan Digital, kripto kini didefinisikan sebagai bagian dari aset keuangan digital yang berada di bawah pengawasan langsung OJK.

“Kami berharap unsur perpajakan kripto ke depannya akan mengikuti kebijakan yang berlaku untuk aset keuangan digital lainnya. Ini membuka peluang untuk tarif pajak yang lebih ringan dibandingkan saat kripto masih dianggap sebagai kelas aset komoditas,” ungkap Hasan saat ditemui di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, hari ini.

Pergeseran ini diharapkan dapat memberikan kemudahan kepada pelaku usaha kripto di Indonesia, sekaligus mendukung pengembangan sektor aset digital yang semakin berkembang di tingkat global.

Jangan Panik! Harga Pangan Aman di 2025, Berkat Program Baru Ini

0

Pemerintah terus memperkuat upaya stabilisasi harga pangan melalui eskalasi Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Presiden Prabowo Subianto telah memberikan lampu hijau untuk memperluas cakupan dan target program tersebut dalam Rapat Terbatas di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (30/12/2024).

Menurut Arief Prasetyo Adi, Kepala Badan Pangan Nasional (NFA), tahun 2025 akan menjadi momen penting dalam peningkatan pelaksanaan SPHP, yang mencakup perluasan komoditas strategis dan peningkatan volume distribusi.

“Bapak Presiden Prabowo telah menyetujui usulan Menko Pangan terkait eskalasi SPHP ini. Target distribusinya diperluas, tidak hanya untuk beras, tetapi juga mencakup jagung pakan dan kedelai,” ujar Arief setelah mengikuti rapat koordinasi di Semarang, Jawa Tengah, Selasa (31/12/2024).

Sasaran dan Target SPHP 2025

Dalam implementasi SPHP 2025, Perum Bulog sebagai pelaksana program melalui penugasan NFA akan menyalurkan 1,5 juta ton beras, 250 ribu ton jagung pakan, dan 100 ribu ton kedelai. Pasokan ini sebagian besar bersumber dari Cadangan Pangan Pemerintah (CPP), yang berasal dari hasil panen lokal.

Arief menjelaskan bahwa upaya ini merupakan bagian dari akselerasi produksi pangan nasional. “Pemerintah akan mempercepat produksi pangan, dan pascapanen kita siapkan penyalurannya melalui SPHP. Dengan begitu, BUMN pangan akan menyerap hasil panen petani dan mendistribusikannya ke pasar, peternak, dan produsen untuk menjaga stabilitas harga,” jelasnya.

Pencapaian SPHP Sebelumnya

Program SPHP telah berjalan sejak 2022 dengan hasil signifikan. Pada tahun tersebut, pemerintah berhasil menyalurkan 1,3 juta ton beras. Sementara pada 2023, realisasi mencapai 1,196 juta ton, atau 110,3 persen dari target 1,085 juta ton. Hingga akhir Desember 2024, distribusi beras telah menyentuh 1,399 juta ton, atau hampir 100 persen dari target.

Pemerintah menegaskan pentingnya program ini dalam mengantisipasi inflasi, mengingat kenaikan harga beras sebesar 10 persen dapat memicu inflasi hingga 0,34 persen. Dengan demikian, perluasan intervensi melalui SPHP dipandang krusial untuk menjaga stabilitas harga pangan.

Fokus pada Jagung dan Kedelai

Selain beras, SPHP jagung yang dimulai sejak November 2023 akan terus diperluas. Sebanyak 303 ribu ton jagung pakan dengan harga Rp 5.000 per kilogram telah disalurkan kepada peternak mandiri untuk membantu stabilisasi harga di sektor peternakan unggas.

Program SPHP kedelai juga terus didorong untuk mendukung produksi tahu dan tempe. Kedelai hasil panen petani lokal, seperti dari Pati, Jawa Tengah, telah disalurkan ke koperasi produsen seperti KOPTI Bandung dan Bogor. Penyaluran ini juga diperkuat dengan komitmen dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan pelaku usaha, untuk menyerap hasil panen lokal.

Dengan langkah ini, pemerintah optimistis program SPHP yang lebih masif di tahun 2025 dapat memberikan dampak positif, baik bagi stabilitas harga pangan maupun kesejahteraan masyarakat.

Jangan Lewatkan! Diskon Listrik Hingga 50 Persen di Awal Tahun ini!

Pemerintah memberikan dorongan ekonomi kepada masyarakat dengan mengumumkan diskon tarif listrik sebesar 50 persen untuk rumah tangga dengan daya 450—2.200 VA. Program ini berlaku selama dua bulan, yakni Januari hingga Februari 2025. Langkah ini diambil untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah kebijakan kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12 persen.

Diskon tersebut berlaku untuk pelanggan listrik prabayar maupun pascabayar tanpa perlu registrasi. Potongan harga secara otomatis akan diterapkan melalui sistem PLN, sehingga masyarakat hanya perlu membeli token atau membayar tagihan listrik seperti biasa. Namun, pemerintah mengingatkan agar pelanggan tetap membeli token listrik secara bijak, mengingat adanya batas maksimal pembelian sesuai daya listrik rumah tangga masing-masing.

Batas Pembelian Token Listrik Berdasarkan Golongan Daya

PLN menetapkan batas maksimal pembelian token listrik berdasarkan kebutuhan listrik selama 720 jam penggunaan per bulan. Berikut adalah rinciannya:

  1. Daya 450 VA
    Pelanggan daya 450 VA dapat membeli maksimal 324 kWh dengan harga Rp134.460. Diskon 50 persen memberikan penghematan hingga Rp67.230.
  2. Daya 900 VA
    Untuk pelanggan daya 900 VA, batas pembelian adalah 648 kWh dengan harga Rp876.096. Dengan diskon, pelanggan dapat menghemat hingga Rp438.048.
  3. Daya 1.300 VA
    Pelanggan dengan daya 1.300 VA dapat membeli token hingga 936 kWh seharga Rp1,35 juta, dengan potongan maksimal Rp676.119.
  4. Daya 2.200 VA
    Bagi pelanggan dengan daya 2.200 VA, batas pembelian mencapai 1.584 kWh dengan total Rp2,28 juta. Diskon yang didapat bisa mencapai Rp1,14 juta.

Kemudahan Membeli Token Listrik

Token listrik dapat dibeli melalui berbagai saluran, seperti aplikasi PLN Mobile, minimarket, atau agen terdekat. Berikut langkah pembelian melalui dua metode populer:

  • Melalui Aplikasi PLN Mobile
    1. Buka aplikasi PLN Mobile dan login dengan akun terdaftar.
    2. Pilih menu Kelistrikan dan klik fitur Token & Pembayaran.
    3. Masukkan ID pelanggan atau nomor meteran, lalu pilih nominal token.
    4. Lakukan pembayaran sesuai metode yang diinginkan, dan token akan diterima setelah transaksi berhasil.
  • Melalui Minimarket
    1. Kunjungi minimarket seperti Alfamart atau Indomaret.
    2. Beritahu kasir nomor meter atau ID pelanggan PLN.
    3. Pilih nominal token, lalu bayar secara tunai atau nontunai.
    4. Kasir akan memberikan struk berisi kode token yang dapat dimasukkan langsung ke meteran listrik rumah.

Dengan adanya diskon ini, pemerintah berharap dapat membantu masyarakat menjaga kesejahteraan di awal tahun 2025, sekaligus memastikan konsumsi listrik tetap terjangkau.

Tunggu Pengumuman! Apple akan Rilis Rencana Investasi di Indonesia Januari Ini

0

Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, mengungkapkan bahwa rencana investasi Apple di Indonesia akan diumumkan pada 7 Januari 2025. Hal ini sejalan dengan agenda pertemuan yang dijadwalkan bersama pihak Apple pada tanggal tersebut.

“Saya akan membuat pengumuman. Kita tunggu pihak Apple datang, yang diharapkan pada tanggal 7 Januari nanti. Dalam pertemuan itu, saya bersama Apple akan mengumumkan detail investasi mereka,” ujar Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan pada Kamis (2/1/2025).

Rosan menjelaskan bahwa proses menuju investasi ini sudah memasuki tahap signifikan. Pihak Apple telah mengirimkan surat informal, baik kepada Kementerian Investasi dan Hilirisasi maupun Kementerian Perindustrian.

“Mereka sudah menyampaikan surat informal ke kami dan juga ke Kementerian Perindustrian terkait aspek-aspek industri. Namun, investasi ini melibatkan kedua pihak secara paralel. Saya sampaikan kepada mereka, kita akan berjalan beriringan. Insya Allah, tanggal 7 mereka akan bertemu dengan saya dan jajaran Kemenperin, dan saat itu detailnya akan kami umumkan,” jelas Rosan.

Meski begitu, Rosan belum bersedia membeberkan jumlah pasti investasi yang akan dilakukan oleh Apple. “Kita tunggu saja nanti,” tambahnya singkat.

Apple dan Kendala Investasi di Indonesia

Sebelumnya, Apple mengalami kendala dalam memasarkan iPhone 16 di Indonesia akibat belum tuntasnya negosiasi investasi antara perusahaan teknologi asal Amerika Serikat tersebut dan pemerintah Indonesia.

Akibat pelarangan ini, Apple beberapa kali mengajukan proposal investasi kepada pemerintah, namun nilai investasi awal yang ditawarkan sebesar US$ 100 juta atau sekitar Rp 1,5 triliun sempat ditolak. Namun, informasi terkini menyebutkan bahwa Apple akhirnya sepakat untuk menanamkan investasi minimal US$ 1 miliar atau sekitar Rp 16 triliun demi memenuhi syarat penjualan produk mereka di Tanah Air.

Investasi besar dari apple ini diharapkan tidak hanya membuka peluang ekonomi baru, tetapi juga memperkuat ekosistem teknologi dan industri manufaktur di Indonesia. Pemerintah optimis bahwa kesepakatan ini akan memberikan manfaat luas bagi masyarakat dan mendorong inovasi dalam sektor teknologi.