OYO Klaim Naikkan 30% Okupansi Hotel di Indonesia hingga USA

0
339
Oyo Rooms Indonesia (dok echinasia.com)

Bisnis hotel jaringan OYO Hotels & Homes kian menggurita. Meski baru berjalan 6 tahun, namun perkembangannya cukup pesat. Menurut data internal mereka mengklaim telah melebarkan sayap bisnis ke lebih dari 800 kota dengan 23 ribu hotel dan 850 ribu kamar hingga Juni 2019.

Kamar-kamar OYO pun bisa ditemukan di China sebanyak 500 ribu kamar yang tersebar di 337 kota, Indonesia ada di 80 kota, Asia 20 ribu kamar di 720 hotel, Britania Raya 25 tempat wisata dan 85 hotel, Amerika Serikat 67 hotel di 40 kota.

Menurut founder sekaligus CEO Grup OYO Hotels & Homes, Ritesh Agarwal dalam pers rilis, Kamis (11/07/2019) OYO memiliki lebih dari 850.000 kamar eksklusif di jaringan hotel. Lebih lanjut ua juga mengklaim lebih dari 500.000 orang beristirahat di hotel OYO setiap harinya.

Kabarnya kehadiran hotel jaringan itu meningkatkan keuntungan dari para hotel dan kamar yang bekerja sama dengan OYO. Setidaknya ada peningkatan okupansi sekitar 30%, serta kenaikan 2,5 kali lipat di profit dan RevPar (revenue per available Room/pendapatan per kamar).

Pesatnya pertumbuhan kamar OYO tentu juga meningkatkan  neraca keuangan dengan indikasi aset perusahaan mencapai US$1,5 miliar. Pendaan tersebut kembali diinvestasikan ke seluruh lini bisnis guna menjaga pertumbuhan bisnis. Dari jumlah tersebut 40% dari seluruh pendanaannya dialokasikan ke China, tepatnya senilai US$100 juta.

Kucuran dana itu akan difokuskan pada peningkatan pelayanan untuk pelanggan, kualitas, dan penyempurnaan sistem, selain juga untuk meningkatkan pertumbuhan, pengembangan SDM, pembangunan kompetensi, dan pengembangan infrastruktur di negara tersebut.

Dengan model bisnis eskalasi berbasis teknologi, OYO telah menarik pendanaan dari berbagai investor besar, termasuk Airbnb, Softbank Vision Fund, Greenoak Capital, Sequoia Capital, dan Hero Enterprise.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.