Viral, Tambah Satu Digit Suara Rakyat, Penyelenggara Pemilu Dibayar Cash Rp 250 Juta dan Dijanjikan Rp 12 Miliar

0
360

Maraknya kecurangan yang terjadi di Pemilu Presiden, legislatif hingga DPD akhirnya diungkap salah seorang penyelenggara pemilu yang videonya menyebar di media sosial.

Penyelenggara pemilu yang diwawancarai televisi nasional itu menyebut ia diiming-imingi uang tunai Rp 250 juta hingga Rp 12 miliar jika berani mengubah data suara hasil pemilu.

“Ada yang lansung di depan mata saya, uang Rp 250 juta itu di simpan dalam kantong kresek hitam, dan kalau yang Rp 12 miliar dalam bentuk rekening,” jelasnya.

Permintaan para pelaku penyuapan penyelenggara pemilu itu pun simpel. Mereka hanya meminta menambahkan 1 digit di depan atau di belakang hasil perolehan suara.

“Misal kalau suara 220 jadi 1.220 atau 2200,” tambahnya.

Pria yang identitasnya dirahasiakan ini mengaku sempat goyah dan tergoda, namun dengan mempertimbangkan mudharatnya lebih besar daripada uang yang ia terima, pria ini pun menolaknya.

“Kalau saya ambil Rp 250 juta itu, lalu saya dipidana dan terbukti akan dipenjara 5 tahun. Kalau uangnya disita Negara dan dijatuhi denda mending saya nggak ambil. Jangan main-mainlah denbgan suara rakyat,” tukasnya.

Ia pun menceritakan bahwa sebagai penyelenggara pemilu, ia banyak berkomunikasi dengan partai politik dan caleg. Mereka pun banyak yang datang untuk berkonsolidasi datang ke kentor penyelenggara pemilu tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.