Sepenggal Kisah Heroik Enti Pertaruhkan Nyawa Demi Selamatkan Anak Majikan

0
579
Atase Ketenagakerjaan Indonesia d Singapura Agus Ramdhany (tengah) saat menjenguk Enti dan rekan kerjanya di Singapura. (Dok. Kemnaker)

Berempat.com – Enti Sadiyah, itulah nama sang penyelamat yang rela mempertaruhkan nyawa demi menyelamatkan anak majikannya dari tragedi kebakaran di sebuah kapal pesiar. Sekelumit kisah itu diceritakan oleh Atase Ketenagakerjaan Indonesia d Singapura Agus Ramdhany.

Agus mengisahkan, tragedi itu terjadi pada Kamis, 22 Maret 2018 lalu di Sentosa Cove, Singapura. “Berdasarkan laporan sementara, musibah kebakaran di kapal pesiar itu terjadi  secara tiba-tiba. Kobaran api dengan cepat membakar bagian kapal yang menjadi tempat bagi para penumpang kapal,” ungkap Agus seusai mejenguk Enti di Singapore General Hospital (SGH) akhir pekan ini.

Saat kejadian itu, Enti yang merupakan pekerja Imigran Indonesia asal Cirebon itu spontan memeluk anak majikannya yang baru berusia 3 tahun di tengah besarnya kobaran api.

“Dengan aksi yang begitu berani dan heroik, Enti terus berlari untuk mencari jalan keluar dengan menerobos kobaran api sambil  mendekap erat anak majikannya,” sambung Agus.

Saat berusaha mencari jalan keluar, tubuh Enti perlahan sudah dihanguskan oleh api. Namun Enti terus berjuang menyelamatkan diri sambil memeluk anak majikannya dan terus berteriak-teriak mencari pertolongan.

Beruntung, Enti akhirnya berhasil menyelematkan diri bersama anak majikannya. Namun, tubuh Enti sudah dipenuhi luka bakar yang cukup parah. Menurut Agus, akibat kejadian itu Enti yang baru bekerja 6 bulan di Singapura itu menderita luka bakar mencapai 50% tubuhnya.

“Hampir sekujur tubuhnya menderita luka bakar. Yang agak parah adalah wajah, seluruh bagian lengan dan kaki. Namun saat ini kondisinya terus membaik dan bisa berkomunikasi dengan lancar,” ujar Agus.

Saat ini kondisi Enti dikabarkan sudah stabil dan berangsur pulih. Namun perawatan intensif terus dilakukan oleh para dokter dan petugas media di SGH ini.

Menurut Agus, pihak majikan bersedia bertanggung jawab  penuh dan menjamin  pengobatan untuk Enti sampai sembuh. Enti juga tetap akan bekerja dengan majikannya setelah sembuh nanti.

Selain itu, Agus juga menegaskan bila pemerintah Indonesia turut memberikan apresiasi atas perjuangan  Enti yang mau mempertaruhkan nyawa untuk menyelamatkan keluarga majikannya.

“Pemerintah juga akan terus menjaga,  mengawasi dan mengawal  Enti sampai sembuh dan menyelesaikan masalah ini sampai tuntas,” pungkas Agus.

Selain Enti, seorang pekerja migran asal Filipina juga menyelamatkan anak majikannya yang baru berusia 9 bulan saat tragedi itu terjadi. Pengobatannya juga ditanggung oleh sang majikan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.