Capaian Pendapatan Penjualan Intiland Melonjak 3 Kali Lipat di Triwulan I 2018

0
423
Intiland. (Aktual.com)

Berempat.com – Capaian besar dirasakan oleh PT Intiland Development Tbk yang membukukan pendapatan penjualan pada triwulan I 2018 ini sebesar Rp 966 miliar. Nilai tersebut melonjak lebih dari tiga kali lipat jika dibandingkan pencapaian tahun lalu. Tahun 2017 perolehan pendapatan penjualan Intiland dalam periode yang sama hanya mencapai Rp 236 miliar.

Menurut Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland Archied Noto Pradono, lonjakan siginifikan tersebut berasal dari penjualan unit-unit kondominium Fifty Seven Promenade sepanjang tiga bulan pertama tahun ini. Ia juga mengatakan, besarnya peroleh pendapatan penjualan tersebut setara 29,3% dari target tahunan yang senilai Rp 3,3 triliun.

“Minat konsumen untuk membeli unit-unit kondominium Fifty Seven Promenade tetap tinggi. Total penjualan yang kami bukukan dari proyek ini mencapai Rp 2,3 triliun,” ungkap Archied pada rilis yang diterima Berempat.com, Minggu (15/4).

Proyek pengembangan kawasan terpadu ini memberikan kontribusi marketing sales Rp 753 miliar di triwulan I 2018. Jumlah tersebut setara 78% dari total perolehan pendapatan penjualan di triwulan I 2018.

Selain dari penjualan unit kondominium Fifty Seven Promenade, proyek yang juga dianggap memberikan kontribusi cukup besar berasal dari penjualan unit apartemen 1Park Avenue di Jakarta Selatan.

Archied mengungkapkan, penjualan dari segmen pengembangan kawasan perumahan membukukan pendapatan penjualan sebesar Rp 98 miliar atau setara 10% dari keseluruhan. Pencapaian tersebut naik 44 persen dibandingkan perolehan pada triwulan I tahun 2017 yang hanya sebesar Rp 68 miliar.

Sementara itu, segmen pengembangan kawasan industri masih memberikan kontribusi cukup stabil bagi kinerja pendapatan penjualan perseroan. Pada triwulan I 2018, kontribusi lahan industri yang berasal dari Ngoro Industrial Park, Mojokerto, Jawa Timur mencatatkan pendapatan penjualan sebesar Rp 45 miliar, atau memberikan kontribusi 5%.

Namun, rupanya nilai tersebut menurun 10% dibandingkan pendapatan penjualan triwulan I tahun 2017 yang mencapai Rp 50 miliar.

Menurut Archied, meskipun capaian pendapatan penjualan di triwulan I 2018 ini melonjak 3 kali lipat, namun ia meniai secara umum pasar masih cenderung wait and see.

“Kami perlu menyiapkan langkah-langkah strategi untuk mengantisipasi perubahan kondisi pasar dan minat konsumen,” tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.