Smartfren Buka-Bukaan Siapkan Belanja Modal Rp2,8 T, Untuk Apa?

0
537
Presiden Direktur Smartfren Merza Fachys. (IST)

Berempat.com – Sesuai dengan jadwal yang ditentukan, hari ini, Rabu (20/2) PT Smartfren Telecom Tbk. (FREN) buka-bukaan soal melejitnya harga saham dalam beberapa hari terakhir. Di hadapan media, perusahaan telekomunikasi ini mengaku telah menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar US$200 juta atau setara Rp2,8 triliun (kurs Rp14.000).

Presiden Direktur Smartfren Merza Fachys mengatakan, seluruh dana tersebut akan digunakan untuk menambah jumlah menara Base Transceiver Station (BTS). Sebagai informasi, saat ini Smartfren memiliki sekitar 16.768 menara BTS.

“Targetnya jadi 20 ribu BTS,” ujar Merza di Gedung BEI, Jakarta.

Terkait isu merger dengan XL Axiata yang sempat beredar beberapa waktu lalu, Merza menampik bahwa dana capex yang disiapkan ditujukan untuk merger. “Bukan buat beli-beli,” tambahnya.

Merza pun mengungkapkan bahwa dana capex yang ada berasal dari 3 rencana aksi korporasi yang sebelumnya telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) 25 September 2018 lalu. 3 aksi korporasi yang yang dimaksud ialah right issue sebesar Rp6,7 triliun.

“Itu sudah dilaksanakan di antara 16-30 November 2018. Dananya digunakan untuk 2 hal, pembayaran utang dan modal kerja,” jelasnya.

Kemudian, Smartfren akan menerbitkan waran seri II sebesar Rp3,6 triliun yang masa pelaksanaannya sepanjang 16 Mei 2019-22 November 2021. Terakhir ialah Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) melalui penerbitan obligasi wajib konversi senilai Rp1,2 triliun dengan periode pelaksanaan 25 September 2018-25 September 2020.

Namun, kendati menegaskan bahwa tidak ada rencana merger saat ini, Merza tak menampik jika dikemudian hari perseroan melakukan aksi tersebut. Apalagi, ia mengakui jika selama ini para pemain sangat aktif berdiskusi satu sama lain tentang arahan merger tersebut. Sebab itu, ia mengakui pembicaraan terkait hal tersebut semakin intens belakangan ini.

“Bukan rahasia banyak terjadi pembicaraan antara semua pemain dan memang belakangan ini makin kenceng pembicaraannya. Ini karena memang pemain sadari ini jalan keluarnya untuk efisiensi industri telco,” tambahnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.