Citibank dan IBL Bantu Generasi Muda Mandiri Secara Finansial

0
101
Citibank bersama Indonesia Business Link bersama-sama mendorong generasi muda untuk bisa mandiri secara finansial. (eksekutif.id)

Berempat.com – Citi Indonesia (Citibank) melalui kegiatan corporate social responsibility (CSR), Citi Peka (Peduli dan Berkarya) menggandeng Indonesia Business Link (IBL) bersama-sama membantu generasi muda meningkatkan diri untuk bisa berkarya dan meraih kemandirian finansial. Komitmen tersebut dilakukan melalui program Skilled Youth tahap III yang diadakan di lima wilayah Jawa Barat, yakni Bekasi, Cikarang, Karawang, Bandung, dan Purwakarta.

Director Country Head of Corporate Affairs Citi Indonesia Elvera N. Makki mengatakan, generasi muda yang ikut dalam program tersebut akan berkesempatan memiliki kemampuan ekonomi yang lebih baik, melalui peningkatan kapasitas dalam mempersiapkan diri untuk menjadi tenaga kerja yang siap berkompetisi, serta bagi mereka yang ingin membuka peluang berwirausaha.

Upaya ini, imbuhnya, sejalan dengan komitmen Pathways to Progress yang diinisiasi Citi Foundation untuk dapat memberikan dampak positif bagi 500.000 anak muda di seluruh dunia hingga 2020.

“Bersama dengan mitra pelaksana kami, Indonesia Business Links, Citibank berkomitmen untuk terus mendukung individu-individu muda agar dapat mengembangkan potensi diri serta memiliki kemandirian finansial sejak dini, sehingga dapat mengurangi jumlah pengangguran di Indonesia, utamanya di daerah yang menjadi target program ini,” ujar Elvera di Jakarta, Rabu (9/1).

Saat ini tingginya jumlah pengangguran di Indonesia masih menjadi salah satu isu sosial utama. Lapangan kerja yang terbatas, rendahnya kualitas sumber daya manusia, lemahnya sistem pendukung yang tidak dapat membantu menambah keterampilan menjadi tenaga kerja kompeten, serta kesulitan membangun bisnis mandiri adalah beberapa masalah yang dihadapi tenaga kerja usia muda.

Pada Agustus 2018, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa jumlah pengangguran penduduk di atas usia 15 tahun mencapai 7 juta orang. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tertinggi masih didominasi oleh lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebesar 11,24%.

Sementara ditinjau berdasarkan provinsi, Jawa Barat menjadi daerah dengan TPT tertinggi kedua di Indonesia sebesar 8,17%, setelah Banten yang menempati urutan pertama TPT tertinggi dengan 8,52% dari total pengangguran nasional.

Rendahnya kompetensi tenaga kerja muda di wilayah Jawa Barat itulah yang mendorong terjadinya komitmen bersama antara Citibank dan IBL dengan Pemkab Bekasi, Pemkab Karawang, dan Pemkot Bandung.

“IBL dan Citibank berkomitmen akan terus melanjutkan program Skilled Youth hingga ke seluruh penjuru daerah. Komitmen yang dilakukan bersama ketiga pemda tersebu tak lepas dari kondisi tingginya jumlah penggangguran muda di wilayah Jawa Barat. Tentu ini menjadi perhatian khusus pihak-pihak terkait, mengingat daerah tersebut berdampingan langsung dengan ibukota negara,” papar Direktur Eksekutif IBL Mohamad Fahmi.

Program Skilled Youth tahap III ini diklaim akan memberdayakan potensi ekonomi peserta melalui peningkatan kemampuan, baik soft-skill dan hard-skill, pendampingan bisnis kewirausahaan serta bimbingan kerja. Menggunakan pendekatan Skilled Youth-Bekerja dan Skilled Youth-Berwirausaha, Fahmi merasa bahwa hal tersebut akan mampu menanamkan motivasi kepada peserta agar semangat mengembangkan kemampuan dirinya terus berkarya secara positif untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Program Skilled Youth tahap III telah berlangsung sejak Agustus 2018 dan akan berakhir pada Juni 2019. Program ini ditargetkan dapat menjangkau 250 pemuda usia 16-25 tahun. Program ini merupakan bagian dari salah satu pilar kegiatan CSR Citibank, yaitu kesempatan ekonomi bagi generasi muda atau Youth Economic Opportunities.

Melalui program ini, Citibank berharap semakin banyak kaum muda yang mampu mencapai potensi tertinggi mereka, dalam meningkatkan peluang ketenagakerjaan dan keahlian kewirausahaan yang dimiliki sehingga mampu berkontribusi bagi perkembangan ekonomi lokal dan nasional.

Menulis adalah upaya menjaga nalar agar tetap hidup

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here