Dorong Food Startup Tumbuh, Bogasari Adakan Young Foodpreneur Challenge 2018

0
105
Ilustrasi (Josstoday.com/Fariz Yarbo)

Berempat.com – Sebagai upaya mendorong tumbuhnya pengusaha startup di industri kuliner, PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (Divisi Bogasari) mengadakan Bogasari Young Foodpreneur Challenge 2018, sebuah kompetisi bisnis di bidang industri makanan berbasis terigu yang menyasar anak muda.

“Bogasari yang tahun ini berusia 47 tahun, berkomitmen untuk mendorong lahir dan tumbuh kembangnya usaha para anak-anak muda,” ungkap Vice President Commercial Bogasari Ivo Ariawan Budiprabawa dalam keterangan tertulisnya, Jumat (30/11).

Bogasari Young Foodpreneur Challenge 2018 sendiri berlangsung sejak hari ini, 30 November hingga 2 Desember 2018 di Atrium Lower Ground, Pakuwon Trade Center, Surabaya. Para peserta akan mengikuti tiga kategori pada kompetisi tersebut, yakni Food Start Up, Bisnis Ideasi, dan Lomba Cipta Kreasi Resep (LCKR).

Seleksi untuk kompetisi Food Start Up sudah dilakukan pada 1 September-7 Oktober 2018. Para peserta yang mendaftar diharuskan memiliki bisnis yang sudah berjalan selama 2-3 tahun dan wajib mengisi formulir sebagai bahan penilaian. Kriteria penilaian dalam proses seleksinya yaitu Produk, Market, Badan Usaha, Kemitraan, Risiko, Safety, dan Investasi.

Sementara itu, untuk kompetisi Bisnis Ideasi dan LCKR diikuti khusus diikuti oleh anak SMK dan SMA sederajat. Dalam proses pendaftaran dan tahap seleksi, para siswa SMK dan SMA diharuskan mengajukan proposal usaha makanan berbasis terigu yang isinya meliputi aspek Produk, Market , Badan Usaha, Kemitraan, Risiko, Safety dan Investasi.

LCKR sendiri mengangkat tema Kreasi Pao dengan bahan terigu Cakra Kembar Emas kemasan 5 kg. Adapun jumlah siswa yang berpartisipasi dalam kompetisi Bisnis Ideasi ini berjumlah 20 orang yang berasal dari 9 SMK dan SMA se-Surabaya, sedangkan LCKR diikuti oleh 144 siswa dari 48 sekolah.

Selain tiga kompetisi tersebut, pada acara Bogasari Young Foodpreneur Challenge 2018 juga digelar stand penjualan aneka makanan berbasis terigu, 25 di antaranya akan menjajakan produk maknaan dari peserta Food Start Up.  Acara juga diisi talkshow, baking demo dan workshop foodstylish.

Seorang calon dokter yang gagal jadi desain grafis dan nyasar jadi Jurnalis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here