Survei LinkedIn: Separuh Penduduk Indonesia Ingin Jadi Pengusaha

0
7885
Deretan startup Indonesia yang sudah diakselerasi oleh GK-Plug and Play Indonesia pada batch ke-3 di Soehanna Hall, Jakarta. (Berempat.com/Shandy)

Berempat.com – Platform media sosial khusus para profesional, LinkedIn baru saja merilis hasil studi perdana mereka yang berjudul ‘LinkedIn Opportunity Index’. Studi tersebut melibatkan 9 negara di kawasan Asia Pasifik dengan total 11.000 responden. Untuk di kawasan Asia Pasifik sendiri LinkedIn memiliki 153 juta pengguna, dan 11 juta di antaranya berasal dari Indonesia.

Berdasarkan hasil survei LinkedIn Opportunity Index, Indonesia menjadi negara yang masyarakatnya paling percaya diri menatap masa depan. Bahkan, Indonesia menjadi negara tertinggi kedua yang penduduknya ingin menjadi pengusaha. Jumlahnya sekitar 50% dari total responden di Indonesia. Sementara peringkat pertama diduduki Filipina dengan 53%. Sementara itu, Jepang hanya memiliki sedikit penduduknya yang ingin berbisnis (7%), disusul Australia dan Hong Kong (13%).

"Di Indonesia, peluang juga berarti lebih dari sekadar karier," tutur Managing Director LinkedIn Asia Pacific Oliver Legrand dalam keterangan resminya, Rabu (28/11).

Apa yang diucapkan Oliver berlandaskan pada tingginya responden Indonesia (38%) yang ingin menggunakan kemampuan untuk memulai peluangan merintis bisnis. Sementara itu, rata-rata responden di negara lain memilih menjaga keseimbangan kehidupan karier dan personal menjadi aspirasi tertinggi (40%) bagi rata-rata responden di Asia Pasifik, sedangkan di Indonesia hanya 34% responden.

Peluang, bagi masyarakat Indonesia pun tak hanya diartikan sebagai usaha personal dalam meraih kesempatan kerja. Sebab 82% responden Indonesia menyatakan bahwa mereka turut membantu orang lain untuk terhubung dengan kesempatan kerja yang lebih baik.

Sebanyak 56% responden Indonesia menyatakan bahwa mereka membantu memperkenalkan kerabat ke orang yang tepat agar bisa meraih kesempatan kerja. Bahkan, 47% responden menyebut bahwa mereka telah menuliskan surat referensi kerja bagi kerabat mereka.

Data tersebut bisa menjadi gambaran bagaimana kultur gotong royong masih sangat melekat bagi masyarakat Indonesia.

Hasil studi ini pun menunjukkan bahwa Indonesia menjadi negara dengan penduduk yang paling percaya diri menatap masa depan.

"Kami percaya akses menuju serta meraih peluang seharusnya universal dan dapat diakses oleh siapa pun. Melalui studi perdana LinkedIn Opportunity Index, kami berusaha memahami aspirasi masyarakat di kawasan Asia Pasifik, tentang kesempatan dalam meraih berbagai peluang di masa depan, dan juga hambatannya," ujarnya.

Adapun sembilan negara yang disurvei oleh LinkedIn yaitu Indonesia, Australia, Tiongkok, Hong Kong, India, Jepang, Malaysia, Filipina, dan Singapura.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.