Top Mortar Gak Takut Hujan
Home Bisnis Klarifikasi Keterlibatan AM Hendropriyono dengan Panji Gumilang Pimpinan Al Zaytun

Klarifikasi Keterlibatan AM Hendropriyono dengan Panji Gumilang Pimpinan Al Zaytun

0
Klarifikasi Keterlibatan AM Hendropriyono dengan Panji Gumilang Pimpinan Al Zaytun

Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), AM Hendropriyono, belakangan ini sering dikaitkan dengan Pondok Pesantren Al Zaytun dan Panji Gumilang. Keterlibatannya disebut-sebut sebagai pendukung dari keberadaan Ponpes Al Zaytun dan Panji Gumilang. Namun, Hendropriyono akhirnya angkat bicara dan membantah tuduhan tersebut.

Menurut Hendropriyono, pertama kali ia mengenal Panji Gumilang pada tahun 1999 ketika menjabat sebagai Menteri Transmigrasi dan Pemukiman Perambahan Hutan. Pada saat itu, Panji Gumilang meminta Presiden RI ke-3, BJ Habibie, untuk meresmikan pondok pesantren tersebut. Habibie kemudian meminta Menteri Agama untuk menyelidiki pesantren yang berada di Kabupaten Indramayu itu. Itulah saat pertama kali Hendropriyono mendengar nama Pondok Pesantren Al Zaytun.

Kemudian, pada masa pemerintahan Presiden ke-5, Megawati Soekarnoputri, ketika Hendropriyono menjabat sebagai Kepala BIN, ia diminta untuk menggantikan Megawati yang seharusnya menghadiri peletakan batu pertama pembangunan gedung pembelajaran di Al Zaytun. Saat menghadiri acara tersebut, Hendropriyono berkenalan dengan Panji Gumilang untuk pertama kalinya. Sejak itu, Hendropriyono melihat bahwa secara politik tidak ada masalah dengan Pondok Pesantren Al Zaytun.

Berdasarkan hal tersebut, Hendropriyono merasa heran ketika ada pihak-pihak yang menuduhnya sebagai pendukung di balik Pondok Pesantren Al Zaytun. Ia menegaskan bahwa ia tidak memiliki kekuatan apa pun untuk membela pondok pesantren tersebut.

Pernah Bekerja Sama di Masa Lalu

Namun, dalam kesempatan lain, mantan Kepala BIN tersebut mengakui bahwa ia pernah bekerja sama dengan Panji Gumilang untuk menghambat pergerakan Negara Islam Indonesia (NII). Hal ini dilakukan setelah Hendropriyono dilantik menjadi Kepala BIN pada tahun 2021. Saat itu, ia mendapatkan informasi bahwa pendiri Al Zaytun sedang merekrut orang-orang untuk menjadi kader NII.

Langkah pertama yang diambil oleh Hendropriyono saat itu adalah mengangkat mantan Panglima Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII), Abdul Fatah Wirananggapatih, sebagai agen BIN. Selain itu, Hendropriyono juga merekrut putra Pendiri DI/TII dan NII, Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo, yaitu Sardjono Kartosoewirjo. Melalui kedua orang tersebut, Hendropriyono mengaku berhasil bertemu dengan Panji Gumilang dan mengundangnya ke Kantor BIN, Jakarta Selatan, antara tahun 2001 hingga 2004.

Menurut Hendropriyono, ideologi dan aktivitas kader NII bertentangan dengan pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri yang berhaluan nasionalis. Oleh karena itu, Hendropriyono berpendapat bahwa BIN perlu bekerja sama dengan Panji untuk menghalangi gerakan NII yang berupaya membentuk pemerintahan sendiri berdasarkan ajaran agama Islam.

Exit mobile version