Partai Golkar Bersiap di Pemilu 2024: Airlangga Hartarto Ingatkan Pentingnya Kesiapan Kader

0
361
Partai Golkar
Partai Golkar Bersiap di Pemilu 2024: Airlangga Hartarto Ingatkan Pentingnya Kesiapan Kader
Pojok Bisnis

Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, mengingatkan para kader partainya agar tidak meremehkan Pemilu 2024. Oleh karena itu, Airlangga meminta agar para kader Partai Golkar mampu memperoleh suara terbanyak pada Pemilu 2024.

Airlangga menegaskan bahwa Golkar telah berjuang untuk menerapkan sistem proporsional terbuka yang disahkan oleh Mahkamah Konstitusi (MK). Oleh karena itu, Golkar harus dapat membuktikan keunggulannya melalui sistem proporsional terbuka.

“Penting bagi Partai Golkar untuk membuktikan bahwa suara terbanyak adalah milik Golkar jika kita menginginkan sistem yang terbuka sesuai dengan aspirasi partai,” ujar Airlangga saat memberikan arahan pada Konsolidasi Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Kabupaten dan Kota se-Sumatra Utara pada Kamis (22/6).

Bukti Kesiapan Kader

Airlangga menyatakan bahwa seluruh kader harus membuktikan kesiapannya untuk mendapatkan suara terbanyak, bukan hanya untuk memenangkan Pemilihan Legislatif (Pileg), tetapi juga Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Ia memberikan instruksi kepada setiap kader untuk segera bergerak dan berjuang untuk mendapatkan simpati rakyat mulai sekarang.

PT Mitra Mortar indonesia

“Kita tidak hanya ingin memenangkan Pileg, tetapi juga harus memenangkan Pilpres. Oleh karena itu, kita harus bekerja dengan semaksimal mungkin, sekeras mungkin, dan pekerjaan tersebut harus dimulai sekarang,” ujar Airlangga.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian ini menambahkan bahwa para kader partai dengan lambang pohon beringin harus menghindari meremehkan Pemilu 2024. Menurutnya, jika pemimpin yang dipilih salah pada Pemilu 2024, Indonesia berisiko gagal mengejar potensi menjadi salah satu negara maju di dunia.

Airlangga menyatakan bahwa pada Pemilu 2024 mendatang, Indonesia akan berada di persimpangan ketiga. Ia menegaskan bahwa persimpangan pertama dan kedua telah berhasil diatasi dengan baik, sehingga Indonesia dapat menjadi negara berkembang. Sekarang, pada persimpangan ketiga Pemilu 2024, Indonesia berpotensi menjadi salah satu negara maju di dunia.

“Setelah melalui masa reformasi, kita dihadapkan pada tantangan berikutnya, yaitu menjadi negara maju atau tetap menjadi negara menengah,” tegas Airlangga.

Calon presiden dari Partai Golkar ini mengatakan bahwa Indonesia hanya memiliki waktu 13 tahun untuk melewati tantangan tersebut agar menjadi negara maju. Menurutnya, kurun waktu tersebut mencakup periode sepuluh tahun, mulai dari Pemilu 2024 hingga 2034.

Stabilitas Politik Sebagai Modal Negara Maju

Airlangga menyatakan bahwa modal untuk menjadi negara maju adalah stabilitas politik. Ia menegaskan bahwa hal ini hanya dapat terwujud dengan adanya koalisi politik yang permanen.

Selain itu, Indonesia juga membutuhkan pemimpin yang memiliki dukungan kekuatan politik yang solid.

“Kita harus siap membangun koalisi partai yang besar. Partai Golkar ingin berkoalisi dengan empat partai besar atau tiga atau dua, dan Golkar ingin membentuk koalisi dengan partai yang memiliki kekuatan politik yang kuat,” ujarnya.

Airlangga juga menyatakan bahwa Partai Golkar tidak hanya siap secara konsep, tetapi juga siap secara kader.

“Kami adalah partai politik yang tidak hanya memikirkan pemilu, tetapi juga partai yang membangun kesehatan dan kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM). Saya bangga jika dapat membuktikan bahwa daerah tersebut maju karena dipimpin oleh kader Partai Golkar,” pungkas Airlangga.

DISSINDO
Top Mortar Semen Instan