Rupiah Melemah, Garuda Harap Ada Kenaikan Tarif Batas Bawah dari Pemerintah

0
275
Ilustrasi. (TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat)

Berempat.com – Melemahnya rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dikhawatirkan dapat berdampak besar pada beban operasional Garuda Indonesia. Sebab itu, maskapai berpelat merah ini berharap pemerintah akan menaikkan Tarif Batas Bawah (TBB).

“Kalau dilihat dibandingkan tahun sebelumnya, minyak dunia meningkat 50 persen, ditambah pelemahan rupiah,” ujar Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala N. Mansury di Garuda City Center, Tangerang, Kamis (6/9).

Menurutnya, penting bagi pemerintah untuk menaikkan TBB karena 75% operasional Garuda Indonesia menggunakan dolar AS. Dengan begitu, jelas Pahala, naiknya dolar AS terhadap rupiah sebesar Rp 1.000 saja dampaknya bisa sangat dirasakan oleh Garuda. Sebab itu, ia yakin kenaikan TBB dapat membantu maskapai yang identik dengan warna biru dan hijau ini.

Pahala pun menyebut, bila melihat rute domestik Garuda Indonesia, pelaporan Garuda Indonesia bisa dikatakan tumbuh dari nilai rupiah sebesar 6%-7,5%. Namun bila dilihat dari dolar AS Garuda Indonesia justru mengalami penurunan sebesar 1%-1,5%.

Sebagai informasi, Asosiasi Maskapai Nasional atau Indonesia National Air Carries Association (INACA) mengusulkan adanya kenaikkan TBB sampai dengan 40% dari tarif batas atas. Namun, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan hanya akan menaikkan TBB antara 30%-35%.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.