Hari Pariwisata Dunia Ke-42 di Bali

(Dok: kemenparekraf.go.id)

Bali –  Pelaksanaan Hari Pariwisata Dunia (World Tourism Day) ke-42 yang perayaannya dipusatkan di Nusa Dua, Bali, Selasa (27/9). Acara yang dihadiri perwakilan negara anggota UNWTO, Menteri Pariwisata G20, sejumlah organisasi internasional, serta stakeholder pariwisata nasional dan internasional ini mengusung tema “Rethinking Tourism”.

Para pemangku kepentingan di sektor pariwisata menyatukan visi dan misi melalui ide-ide serta gagasan kreatif yang berorientasi terhadap people dan planet guna memperkuat resiliensi sehingga sektor pariwisata tidak rentan terhadap bencana.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, perayaan Hari Pariwisata Dunia menjadi ruang dialog yang inklusif untuk mengidentifikasi solusi-solusi dan potensi pariwisata untuk pemulihan dan perubahan menuju pariwisata dunia yang tangguh.

“Selama sehari penuh banyak hal yang dibahas. Bahwa saat ini kita menghadapi banyak tantangan mulai dari pandemi dan juga tantangan-tantangan ke depan seperti krisis global. Tetapi saya sangat yakin dari diskusi hari ini, kita optimistis mampu menghidupkan kembali pariwisata untuk pulih bersama, pulih lebih kuat dan pulih lebih baik,” kata Menparekraf Sandiaga Uno di Grand Hyatt Hotel, Bali.

Pariwisata sebagai pandemic winner terbukti telah membuka dan menyerap lapangan kerja.

“Saat ini kita menghadapi era Vuca (volatility, uncertainty, complexity, ambiguity), namun saya optimistis kita bisa dan dapat bertahan. Sebagai orang yang berjalan di industri ini, kita harus yakin dan selalu siap menghadapi tantangan yang ada di depan. Mulai dari krisis ekonomi, inflasi, juga food crisis di mana semua itu merupakan hal-hal dasar di sektor pariwisata,” kata Menparekraf Sandiaga.

“Kembali kepada kearifan lokal, kembali ke alam dan budaya serta ruang terbuka bisa jadi hal yang kita andalkan. Seperti desa wisata yang di tengah-tengah pandemi terbukti menjadi pandemic winner, di mana tingkat kunjungannya (di Indonesia) justru meningkat 300 persen sehingga dapat mendorong kebangkitan ekonomi dan terbukanya lapangan kerja,” kata Menparekraf Sandiaga.