Hanif Ceritakan Sosok Pardi, YouTuber yang Dikira Pengangguran oleh Tetangga

0
448
Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri berbagi cerita inspiratif di hadapan 1.000 mahasiswa Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat, Rabu (15/8). (Dok. Kemenaker)

Berempat.com – Di hadapan 1.000 mahasiswa Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia (UI), Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri berbagi cerita inspiratif dengan mengisahkan sosok Pardi. Pardi ini disebut oleh Hanif sebagai YouTuber yang punya penghasilan belasan juta per bulan namun dikira pengangguran oleh tetangganya.

“Pardi dikenal oleh tetangganya sebagai pengangguran karena kerjanya hanya main-main saja. Padahal si Pardi ini YouTuber yang subscriber-nya banyak sehingga banyak produk yang pasang iklan di channel YouTube-nya. Penghasilannya Rp 15 jutaan per bulan,” ujar Hanif di UI, Depok, Jawa Barat, Rabu (15/8).

Hanif sengaja menjabarkan kisah sukses Pardi sebagai gambaran kepada mahasiswa bahwa era Revolusi Industri 4.0 menawarkan peluang baru. Para mahasiswa-mahasiswi yang belajar vokasi di UI harus mampu beradaptasi terhadap perubahan.

“Untuk mengantisipasi perubahan zaman yang dipengaruhi perkembangan teknologi informasi, kita harus adaptif. Pasalnya 65% pekerjaan baru yang akan muncul di masa depan tidak diketahui saat ini. Yang mampu bertahan hidup bukan yang paling kuat dan pintar, tapi yang paling mampu merespon perubahan,” terang Hanif.

Agar sukses di era teknologi informasi, Hanif menganggap bahwa mahasiswa harus memiliki karakter kuat, kreatif, dan inovatif. Menurutnya, mahasiswa tak boleh puas saat sudah menguasai satu keahlian. Pasalnya, Hanif menilai saat ini karakter pekerjaan bisa cepat berubah.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama Direktur Program Pendidikan Vokasi UI Sigit Pranowo Hadiwardoyo menambahkan, Program Pendidikan Vokasi UI menjalankan kurikulum pendidikan dan pelatihan yang bekerja sama langsung dengan industri. Lulusan Vokasi UI juga dibekali dengan sertifikat profesi sehingga siap bersaing di dunia kerja.

“Kegiatan Pengenalan Sistem Akademik Fakultas ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk menanamkan nilai karakter positif, paradigma kedisiplinan/tanggung jawab, kejujuran, kepemimpinan, dan budi pekerti serta semangat kebangsaan pada mahasiswa baru,” ujar Sigit.

Adapun Program Pendidikan Vokasi UI mengutamakan keterampilan dan keahlian untuk menyiapkan peserta didik menjadi tenaga ahli dan professional. Lulusan program vokasi diarahkan menguasai kemampuan dalam bidang kerja tertentu sehingga bisa langsung diserap sebagai tenaga kerja di industri, lembaga pemerintahan atau berwirausaha secara mandiri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.