Ingin Menjadi Sociopreneur? Menaker Bocorkan 4 Hal yang Mesti Dipersiapkan

0
350
Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri.

Berempat.com – Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri mendorong generasi muda Indonesia untuk meniti masa depan sebagai seorang sociopreneur atau wirausaha sosial. Hanif sendiri menilai kehadiran wirausaha sosial sangat penting karena perannya mampu menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

“Jadi tidak hanya mengejar keuntungan bisnis, tapi juga bisa memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat,” ujar Hanif di Jakarta beberapa waktu lalu.

Bagi Hanif, sociopreneur merupakan kegiatan wirausaha yang mempunyai perhatian penuh terhadap pengembangan masyarakat di lingkungannya. Sehingga, Hanif menilai bahwa wirausaha sosial mampu memberdayakan masyarakat untuk menghasilkan suatu perubahan sosial yang berujung pada kesejahteraan bersama.

Hanif pun menjabarkan poin penting yang harus disiapkan bagi generasi muda yang ingin menjadi wirausaha sosial. Pertama adalah memiliki motivasi kerja keras dan berbuat kebaikan. Sebab sudah bukan rahasia lagi bahwa kerja keras merupakan kunci bagi seseorang untuk mencapai kesuksesan.

“Sedangkan menjadi baik, menjadi orang yang bisa memberikan manfaatkan sebesar-besarnya kepada orang lain,” terang Hanif.

Kedua adalah kreatif dan inovatif. Untuk menjadi kreatif dan inovatif, papar Hanif, seseorang harus belajar dan bekerja di atas standar, serta keluar dari zona nyaman.

“Anda harus keluar dari rutinitas. Kalau tidak, Anda akan terlalu nyaman dan pasti tidak akan kreatif,” imbuh Hanif.

Ketiga adalah responsif terhadap perubahan zaman. Menurut Hanif, perkembangan teknologi dan informasi telah memberi dampak besar terhadap perubahan model bisnis dewasa ini. Untuk itu, wirausahawan muda harus responsif terhadap perubahan zaman agar bisnis yang dijalankan tetap relevan.

Keempat dan yang terakhir adalah tidak mudah menyerah. Hanif mengingatkan bahwa menjadi wirausaha sudah pasti akan mengadapi tantangan yang sangat besar. Oleh karenanya, seorang wirausahawan haruslah pantang menyerah dan istiqomah.

“Jangan berhenti karena capek, tapi berhentilah karena sampai” ujar Hanif.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.