Perbanyak Desa Ramah Perempuan dan Anak untuk Mengurangi Angka Kekerasan

0
10
(Dok: dpr.go.id)

Jakarta – Dalam rangka melindungi perempuan dan anak, anggota Komisi VIII DPR RI Maman Imanul Haq berharap Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPA) dapat memperbanyak desa yang ramah perempuan dan anak. Menurut Maman, kehadiran dan peran KPPPA ini sangat dibutuhkan berbagai lapisan masyarakat, terutama dalam memberikan edukasi dan sosialisasi terkait perlindungan perempuan, dan anak kepada masyarakat.

“Karena (program edukasi dan sosialisasi) itu yang lebih dipentingkan. Yang dibutuhkan (masyarakat) adalah politik kehadiran kementerian ini, dan tidak semata-mata (hanya alokasi) anggaran dan tidak juga semata-mata bangunan,” terang Maman dalam Rapat Kerja Komisi VIII DPR RI bersama Menteri PPPA I Gusti Ayu Bintang Darmawati di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Senin (23/8/2021).

Mengacu hasil rapat kerja sebelumnya pada 28 September 2020, Komisi VIII DPR RI telah menyetujui pagu anggaran KPPPA untuk tahun anggaran 2021 sebesar Rp279,568 miliar yang terdiri atas program kesetaraan gender, perlindungan anak serta program dukungan manajemen.

Maman melanjutkan, berbagai forum perempuan, forum anak hingga forum disabilitas kerap berkumpul untuk melakukan pembahasan karena kompleksnya permasalahan terkait edukasi dan sosialisasi tersebut. Sehingga ia menegaskan bahwa sosialisasi ini merupakan fungsi yang penting, sehingga perlu didukung implementasinya.

“Lebih kepada (edukasi dan sosialisasi) percontohan. Dan sekali lagi saya minta ibu untuk memberikan edukasi sosial. Ini loh yang dipentingkan menjadi (sosialisasi) ini. Karena  untuk anggaran pertemuannya dan sebagainya pun sudah dibekali DPR RI untuk melakukan sosialisasi itu,” jelas Maman.

Politisi Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) itu berharap, edukasi dan sosialisasi tersebut dapat dimulai dalam waktu dekat di masyarakat, seperti misalnya di Majalengka, di mana ada desa di kabupaten tersebut memiliki persoalan mulai dari disabilitas, pernikahan anak di bawah umur dan sebagainya.