Pemerintah Genjot Daya Saing Sektor UMKM

0
10
(Dok: ckb.co.id)

Jakarta – Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Fathan Subchi meminta pemerintah perlu bekerja lebih keras lagi menggenjot sektor UMKM agar lebih mandiri, berdaya saing dan bisa naik kelas. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan berkomitmen mendorong pemulihan ekonomi dengan menggalakkan pemberian fasilitas di bidang kepabeanan. Salah satu fasilitas yang diberikan adalah fasilitas Pusat Logistik Berikat (PLB).

“Pusat Logistik Berikat merupakan gudang multifungsi untuk menimbun barang impor lokal dengan fasilitas perpajakan, multifungsi ini dimaksudkan untuk menekan biaya dan transportasi logistik yang juga diharapkan mampu menjadikan Indonesia sebagai pusat logistik di kawasan Asia Pasifik,” ungkap Fathan usai pertemuan Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XI DPR RI dengan Kementerian Keuangan, Bea dan Cukai Jawa Timur, Otoritas Jasa Keuangan, Himbara, dan LPEI, di Surabaya, Jatim, Jumat (11/6/2021).

Politisi PKB itu menjelaskan, berdasarkan informasi terkait pengembangan ekspor Indonesia, ternyata UMKM belum memanfaatkan fasilitas dari PLB yang disediakan oleh pemerintah. Akan tetapi beberapa industri kerajinan seperti di Tulungagung dan Malang sudah memanfaatkan beberapa skema dari fasilitasi kepabeanan.

“Himbara telah memberikan dukungan penuh kepada pendanaan UMKM. Kita tahu pertumbuhan ekonomi nasional Jatim cukup signifikan, pertumbuhan ekonomi logistik makanan, minuman kerajinan tangan serta industri pengolahan makanan sangat sentral untuk JaTIM. Jadi kita berkesimpulan bahwa kolaborasi dan sinergi diperlukan antara Bea Cukai OJK, BI agar sektor UMKM menjadi UMKM yang kredibel dan mendunia,” dorong legislator dapil Jawa Tengah II itu.

Fathan menerangkan, secara on track Kredit Usaha Rakyat (KUR) sudah di-monitoring secara ketat, namun ada beberapa hal yang perlu didipertajam terkait variasi penerimanya, seperti sektor pertanian, perikanan dan beberapa sektor lain yang sampai hari ini masih pada perdagangan umum. Jadi dengan adanya dukungan kepada sektor tersebut diharapkan bisa lebih eksis dan berdaya saing terhadap sektor-sektor yang lain.

“Pemerintah punya skema ultra mikro yang saya kira nanti dengan holding mikro, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., PT Permodalan Nasional Madani (Persero), dan PT Pegadaian (Persero) lebih sinergi sehingga mikro dan supermicro mendapat perhatian yang lebih serius dari pemerintah, selain itu kita masih melihat PLB  dimanfaatkan oleh industri besar  jadi kita mendorong terus supaya bea cukai mensosialisasikan agar UMKM memanfaatkan PLB lebih maksimal,” ungkap Fathan.