Solusi IDE HUB Mendapat Apresiasi dari MIKTA

0
264

Berempat.com – Solusi Inclusive Digital Economy (IDE) Hub yang digagas oleh Pemerintah Indonesia mendapatkan apresiasi dari perwakilan negara-negara MIKTA (Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki dan Australia). Solusi itu dinilai bisa mempercepat adopsi teknologi digital untuk mengurangi kesenjangan ekonomi dan sosial.

“Mereka excited dengan IDE Hub. Karena dengan berbagi kasus melalui portal IDE Hub, pemerintah atau kepala negara anggota MIKTA bisa menemukan dan mengadopsi model bisnis yang bisa menjadi rekomendasi untuk membangun ekonomi digital,” jelas Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika Bidang Ekonomi Digital Lis Sutjiati dalam keterangan resminya.

Menurut Lis Sutjiati, persoalan gini ratio atau kesenjangan ekonomi tidak hanya dihadapi oleh negara miskin, tapi juga seluruh negara. “Permasalahan kesenjangan ekonomi dan sosial merupakan masalah yang hampir selalu ditemui, baik di kelompok negara maju maupun berkembang. Bahkan negara kaya memiliki tantangan agar bagaimana mengurangi kesenjangan ekonomi dan sosial karena persoalan akses,” jelasnya.

IDE Hub merupakan inisiatif Indonesia dalam bentuk portal yang berisikan berbagai informasi dan pengetahuan mengenai upaya mempercepat pengadopsian, dan penerapan berbagai model bisnis ekonomi digital yang inovatif dan dapat bermanfaat untuk menekan kesenjangan ekonomi dan sosial.

“Platform IDE Hub ini akan menjadi pendorong terciptanya ekonomi berbagi, digitalisasi tenaga kerja, dan inklusi keuangan yang akan sangat bermanfaat bagi masyarakat piramida sosio-ekonomi bawah, wiraswasta dan terutama usaha kecil dan menengah (UKM),” ungkap Lis lebih lanjut.

Inisiatif Indonesia untuk membangun IDE Hub berangkat dari gagasan tentang pentingnya potensi ekonomi digital sebagai alat untuk menekan kesenjangan ekonomi dan sosial dengan berpijak pengalaman di tanah air.

“Kita melihat bagaimana unicorn di Indonesia memungkinkan setiap orang yang berada dalam kelas ekonomi bawah memiliki akses dan variasi jenis pekerjaan. Misalnya dengan Bukalapak atau Tokopedia, mereka tak perlu lagi punya ruko tapi bisa dapat pelanggan. Melalui GoJek banyak yang bisa dilakukan oleh pelaku bisnis lama ojek, bisa kirim barang, antar orang atau yang lainnya,” ujar Lis.

Ke depan, Lis Sutjiati mengharapkan IDE Hub dapat menjadi sumber daya bagi MIKTA Innovation Group, sebuah kelompok kerja dalam MIKTA yang berfokuskan pada kolaborasi kewirausahaan dan UKM untuk menjajaki berbagai peluang komersialisasi ide bisnis baru dan inovatif.

“IDE Hub yang dibangun ini juga berpotensi dimanfaatkan oleh anggota G20 di masa depan, khususnya dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi inklusif, ekonomi berkelanjutan dan konektivitas,” tambah Lis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.