Prinsip-prinsip Produksi Video Layaknya  Film Ala Yandy Laurens Bersama Galaxy Movie Studio 2020

0
8

Kesepuluh finalis Galaxy Movie Studio (GMS 2020) kembali berkumpul pada rangkaian sesi workshop ketiga yang dimentori oleh Yandy Laurens, sutradara muda berbakat tanah air. Pada sesi kali ini, Yandy berbagi beberapa prinsip sebagai seorang sutradara yang perlu diketahui dalam proses produksi pembuatan sebuah film.

Yandy berbagi 10 prinsip produksi film bagi seorang sutradara. “Untuk mewujudkan sebuah ide menjadi film, kita harus terus membuka diri dengan adanya kemungkinan-kemungkinan baru yang lahir, dan mengalihkan persepsi limitasi sebagai sebuah potensi”, ujarnya. Adapun prinsip-prinsip tersebut mencakup pengalaman serta proses produksi film dari menentukan mindset yang tepat hingga beberapa teknis penentuan titik kamera, blocking dan trik-trik pengambilan gambar lainnya yang bisa dioptimalkan menggunakan fitur-fitur yang terdapat pada Samsung Galaxy Note20 series. Berikut prinsip yang perlu diketahui:

  1. Mengomunikasikan ide ataupun konsep cerita untuk diwujudkan

Penting bagi seorang sutradara untuk dapat berkomunikasi dengan baik kepada berbagai pihak termasuk tim yang tergabung untuk pembuatan film. Komunikasi yang baik bertujuan untuk menyamakan ekspektasi dan visi serta memperlancar proses dari pra-produksi hingga post– produksi.

  1. Menjaga hati dan pikiran selama produksi film berlangsung

Terkesan sederhana, namun sebagai sutradara perlu bersikap objektif terhadap hasil pengambilan gambar ataupun dalam mengarahkan sebuah adegan. Sehingga hasil tersebut dapat lebih maksimal di mata audiens.

  1. Kaji kembali persiapan pra-produksi untuk mengambil keputusan-keputusan sulit

Dalam prosesnya, di tahapan produksi sutradara seringkali harus mengambil keputusan agar proses berjalan sesuai tujuan akhirnya. Maka dari itu, sutradara harus kembali mengkaji apa saja yang telah dipersiapkan sejak tahapan pra-produksi, agar tetap selaras untuk menghasilkan karya terbaik.

  1. Membuka diri untuk segala kemungkinan yang baru

Tidak mustahil jika suatu sutradara akan menemukan kemungkinan-kemungkinan yang dihadapi. Sutradara harus siap akan perubahan yang dapat terjadi.

  1. Asisten Sutradara (Astrada) ialah tangan kanan produser

Berbeda dari kepanjangannya, Astrada bukanlah asisten dari sutradara saat proses produksi, melainkan perpanjangan tangan produser. Berkolaborasi dengan Astrada mengenai schedule dan manajemen waktu sama pentingnya dengan ide itu sendiri.

  1. Memperhatikan teknis pengambilan gambar: titik kamera, tipe shoot/angle/movement, lensa, blocking, in point shot, dan out point shot

Penting bagi sutradara untuk fokus memperhatikan teknik-teknik pengambilan gambar, mulai dari titik dimana kamera berada, shoot, angle, maupun movement yang dilakukan cameraman, lensa yang dipilih, blocking para pemeran film, hingga kapan kamera melakukan in point shot maupun out point shot. Sutradara harus menjelaskan setiap pengambilan shot dengan runut dan jelas agar crew dapat memahami dan menyiapkannya.

  1. Persiapkan master, cover, dan reverse

Demi kelancaran shooting, pengambilan gambar selalu diupayakan dimulai dari shot yang paling wide, lalu lebih dekat, dan kemudian reverse shot dilakukan setelah tidak ada lagi arah kamera yang sama dengan master shot.

  1. Selalu mengingat scene sebelum dan setelahnya, shot awal dan akhir

Hal ini membantu kita untuk memvisualisasikan keseluruhan hasil akhir film pada setiap tahap produksi. Proses editing sudah terjadi dalam benak sutradara sejak pra hingga tahap produksi.

  1. Segala limitasi bukan akhir, melainkan potensi

Tidak jarang dari keterbatasan justru tercipta adegan yang lebih baik. Oleh karena itu, kita harus mempersiapkan berbagai opsi untuk bereaksi terhadap hambatan yang ada. Seperti halnya dalam memanfaatkan perangkat yang bisa memaksimalkan hasil karya kita.

  1. Tekanan dan masalah tidak mengubah seseorang. Justru hal tersebut menunjukkan siapa kita sebenarnya

Rancangan shooting sudah disusun sebaik mungkin. Bila sesuatu terjadi di luar rancangan tersebut, reaksi kita sama pentingnya dengan rancangan itu sendiri.

Kesepuluh finalis terpilih GMS 2020 mendapatkan kesempatan untuk mewujudkan ide dan cerita mereka menjadi sebuah video layaknya sebuah film dengan menggunakan Samsung Galaxy Note20 series. Berbekal fitur perekaman dengan kualitas 8K hingga mode Pro Video, pembuatan video dengan skala profesional menjadi selangkah lebih mudah.

Taufiqul Furqan selaku Product Marketing Manager Samsung Mobile, Samsung Electronics Indonesia menjelaskan, “Samsung Galaxy Note20 dan Note20 Ultra memiliki berbagai fitur yang memungkinkan siapapun penggunanya untuk merekam video layaknya sebuah film profesional berbekal pengaturan yang sederhana. Dan dengan rangkaian workshop Galaxy Movie Studio 2020 ini memungkinkan para finalis membuat sebuah film pendek dengan bekal dari para profesional. Di workshop kali ini dengan Yandy Laurens para finalis dibekali tahap produksi pada pembuatan film. Dan dengan Galaxy Note20 Ultra berbagai fitur dalam pro video dapat mereka maksimalkan, salah satunya fitur Controlling Zoom Speed yang memungkinkan pengguna untuk mengatur kecepatan zoom ketika merekam video untuk hasil yang lebih sinematik.”

Untuk menghasilkan efek bokeh misalnya, kesepuluh finalis dapat melakukan zoom secara perlahan untuk fokus pada subjek atau objek yang direkam. Selain itu, mereka juga dapat melakukan trik zoom secara cepat ke arah wajah tokoh yang ingin disorot untuk menampilkan efek dramatis dalam sebuah adegan.

Selain fitur Zoom Speed, fitur Speed Control pada bagian editor video, para kesepuluh finalis dapat mengeksplor pengambilan gambar yang mampu menonjolkan perasaan emosional dari video berkecepatan standar menjadi slow-motion. Hasil video pun akan tetap mulus walaupun kecepatan diatur menjadi 4x lebih lambat.

Pada akhir sesi, Yandy pun menjelaskan bahwa tidak hanya kameranya yang memiliki spesifikasi terbaik pada smartphone, namun Samsung Galaxy Note20 dan Note20 Ultra juga satu-satunya smartphone yang peduli dengan perekaman suara untuk menghasilkan video berkualitas tinggi. “Dengan fitur kamera mode Pro Video, kita bisa mengatur zoom, diafragma, iso dan lain-lain sesuai kebutuhan pengambilan gambar. Ditambah lagi, Samsung Galaxy Note20 series sangat peduli dengan perekaman suara yang dihadirkan melalui fitur Multisource Microphone dengan adanya mic pada front, rear dan mono. Sehingga kita bisa menghasilkan video profesional semaksimal mungkin dengan keterbatasan yang ada,” tutupnya.

Akhir November setelah rangkaian workshop GMS 2020 berakhir, kesepuluh finalis akan diberikan waktu untuk menghasilkan video layaknya sebuah film dengan menggunakan Samsung Galaxy Note20 Ultra yang dibekali oleh GMS 2020. Dari sepuluh karya tersebut akan dipilih empat pemenang terbaik yang akan dipilih oleh kelompok juri dari deretan sineas profesional tanah air. Selain Yandy Laurens sebagai juri perwakilan mentor workshop, Nia Dinata dan Dian Sastrowardoyo sebagai perwakilan team Galaxy juga merupakan deretan nama yang akan menjadi juri dalam penilaian video layaknya sebuah film terbaik.

Pemenang kompetisi akan mendapatkan hadiah berupa uang tunai sebesar Rp 30.000.000 dan Samsung Galaxy Note20 Ultra untuk Best Picture, uang tunai sebesar Rp 20.000.000 dan Samsung Galaxy S20 Ultra untuk Best Cinematography, uang tunai sebesar Rp 15.000.000 dan Samsung Galaxy S20 Ultra untuk Best Screenplay, dan Samsung Galaxy S20 FE untuk People’s Choice.

Untuk lebih lengkapnya dapat diakses melalui Facebook Samsung Indonesia (@samsungindonesia).

-o0o-