Inilah Daftar Lengkap 10 Peraih HKTI Innovation Award 2018

0
374

Berempat.com – 10 peraih HKTI Innovation Award 2018 telah diumumkan oleh Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI). Pengumuman dilakukan pada Sabtu (30/6), sekaligus sebagai penutupan acara Asian Agriculture & Food Forum (ASAFF) 2018 yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC), 28–30 Juni 2018.

Koordinator HKTI Innovation Award Avanti Fontana mengungkapkan, para penerima penghargaan tersebut merupakan hasil seleksi dari puluhan peserta yang mendaftar. Proses seleksi telah berjalan sejak awal Juni oleh Tim Juri yang terdiri atas sejumlah pakar dan praktisi bidang inovasi pertanian.

“Ada 21 peserta finalis dan 12 penilai dalam seleksi tahap II ini. Tipe inovasi peserta mencakup on-farming innovation, off-farming innovation, dan social innovation,” terang Avanti yang juga merupakan Waketum HKTI Bidang Inovasi melalui keterangan pers, Minggu (1/7).

Para peserta HKTI Innovation Award 2018 berasal dari berbagai latar belakang seperti para pemuda/pemudi, praktisi, akademisi, komunitas petani, guru, dan para inovator lainnya.

“Penghargaan Inovasi HKTI Tahun 2018 merupakan bentuk apresiasi inovasi kepada organisasi/tim/individu yang memiliki karya inovasi yang dihasilkan dalam kurun waktu setidaknya lima tahun terakhir (2014-2018),” imbuh Avanti.

Selain ketiga kategori tadi, panitia juga menyediakan penghargaan khusus bagi generasi muda inovator (young innovator). “Penghargaan ini untuk merangsang dan mamacu semangat generasi muda dalam mencintai dunia pertanian dan mendorong terjadinya regenerasi petani,” ujarnya lagi.

Adapun 10 peraih penghargaan HKTI Innovation Award memperoleh apresiasi berupa uang, sertifikat, dan plakat.

Berikut adalah daftar lengkap 10 peraih Penghargaan Inovasi HKTI 2018:

Kategori Inovasi Hulu Pertanian (Upstream Innovation in Agriculture, On-farming Innovation)

Peringkat 1

  • Inovator: Suprayogi dan Tim, Jawa Tengah
  • Profil: Lahir di Purwokerto tahun 1962. Memperoleh gelar doktor dalam bidang ilmu tanaman dari Universitas Saskatchewan Kanada tahun 2010. Saat ini dosen dan peneliti pada Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto Jawa Tengah.
  • Judul Karya Inovasi: Varietas Padi Unggul Toleran Salin (Asin) Inbrida Padi Irigasi UNSOED 79 AGRITAN: Solusi untuk Desa Pesisir

Peringkat 2

  • Inovator: Nurkillah (Asosiasi Petani Pengukur Curah Hujan Indramayu), Jawa Barat
  • Profil: Nurkilah, lahir di Indramayu tahun 1966. Lulus dari SMAN Losarang Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Dengan keahlian sebagai Petani Pengamat Organisme Pengganggu Tanaman dan hobi bereksperimen dengan tanaman, mengantarkan pada profesi yang saat ini dijalani sebagai Petani dan Ketua Organisasi Asosiasi Petani Pengukur Curah Hujan Indramayu (APACHI).
  • Judul Karya Inovasi: Petani Tanggap Perubahan Iklim Kategori Inovasi Hilir Pertanian (Downstream Innovation in Agriculture; Off-farming Innovation)
  • Inovator: Mahendra Tlapta Sitepu dan Tim, Sumatera Utara
  • Profil: Mahendra Tlapta Sitepu lahir tahun 1972 di Medan. Sarjana Teknik Mesin Universitas Sumatera Utara ini bersama timnya mendirikan beberapa startup yaitu Pak Tani Digital sebagai Market Place Pertanian, Teknesia untuk Tukang dan Teknisi, Tobasmile untuk Tourisme, dan Allcar untuk otomotif. Mahendra juga merupakan pemilik dan pendiri Metamorvo Inkubator yang merupakan Komunitas Startup Mahasiswa yang berdiri tahun 2016.
  • Judul Karya Inovasi: Pasar Digital Pertanian Terpadu Asian Agriculture & Food Fair 2018 Secretariat c/o Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jl. HOS Cokroaminoto No 55 – 57, Menteng, Jakarta Pusat

Kategori Inovasi Sosial (Social Innovation)

Peringkat 1

  • Inovator: Romanus Meak, Papua
  • Profil: Romanus Meak lahir di Sikka-Maumere NTT tahun 1962. Lulus Pendidikan Guru Agama Katolik St. Stefanus, Waena, Jayapura dan bekerja sebagai Guru Sekolah Dasar. Romanus menjabat Kepala SD YPPK St. Yohanes Pemandi, Yufri (2008- 2017); saat ini Romanus Pengawas Sekolah Dasar Distrik UnirSirau dan Suru-Suru Kabupaten Asmat. Romanus, guru dan petani, membuka kebun pertanian di area sekolah.
  • Judul Karya Inovasi: Sang Guru-Inovator dari Lumpur Asmat: Mengubah Tanah Lumpur menjadi Lahan Kebun Organik

Peringkat 2

  • Inovator: Arif Budiono & Yayasan Bina Insan Berdikari, DI Yogyakarta
  • Profil: Arif Budiono lahir di Sleman tahun 1972. Menyelesaikan studi sarjana pada Fakultas Teknologi Industri ITB dan Magister Manajemen UGM. Berpengalaman bekerja dalam bidang perencanaan kota dan logistik. Sejak 2015 Arif aktif sebagai petani dan sosioprener.
  • Judul Karya Inovasi: Program Asimilasi Warga Binaan Lembaga Permasyarakatan melalui Pertanian Inovatif

Peringkat 3

  • Inovator: Jamaluddin, Sulawesi Selatan
  • Profil: Lahir di Kanreapia Sulawesi Selatan tahun 1988. Sarjana Pendidikan ini kemudian memperoleh gelar Magister Manajemen dari Universitas Muslim Indonesia.
  • Judul Karya Inovasi: Gerakan Cerdas Anak Petani Asian Agriculture & Food Fair 2018 Secretariat c/o Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jl. HOS Cokroaminoto No 55 – 57, Menteng, Jakarta Pusat

Kategori Inovator Muda (Young Innovator)

  • Inovator: Vernandi Yusuf Muhammad & Tim, DI Yogyakarta
  • Profil: Vernandi Yusuf Muhammad lahir di Sragen tahun 1998. Saat ini Vernandi mahasiswa Teknik Elektro Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Karyanya dikerjakan bersama rekan-rekannya dari Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, yaitu
    • Mar’atul Husna lahir di Merangin tahun 1998, mahasiswi Teknik Kimia;
    • Yenny Rahmawati lahir di Temanggung tahun 1998, mahasiswi Teknik Elektro;
    • Ponco Sukaswanto lahir di Tejosari tahun 1998, mahasiswa Teknik Elektro; dan
    • Rifa’ Atul Hanifa lahir di Temanggung tahun 1996, mahasiswi Manajemen.
  • Judul Karya Inovasi: Bluetooth untuk Pemantauan dan Pengendalian Hidroponik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.