Pertemuan Komite Kesehatan Hewan ASEAN Berlangsung di Indonesia

0
386

Berempat.com – Indonesia terpilih sebagai tuan rumah dalam penyelenggaraan ASEAN Coordinating Center for Animal Health and Zoonosis (ACCAHZ) Preparatory Committee ke-14. Adapun pertemuan tersebut terjadwal pada 27-30 Juni 2018. Komite tersebut dihadiri oleh seluruh perwakilan negara anggota Asean dan FAO Regional Asia Pacific.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian I Ketut Diarmita mengatakan, pembentukan komite ACCAHZ tergolong penting sebagai manifestasi tekad dan komitmen Asean dalam melindungi kesehatan masyarakat dan kesehatan hewan.

Ketut juga menganggap perlunya pengaturan lebih lanjut terkait hal-hal teknis, seperti pengaturan prosedur ROP (Rule of Procedures), perjanjian Host Country, deposit anggaran, pengaturan keuangan serta pengaturan Governing Board sebagai pengambil keputusan dalam kerangka ACCAHZ.

“Bertindak sebagai tuan rumah, Indonesia mengambil tanggungjawab terhadap business arrangement and office conduct, yang akan menjadi salah satu chapter dalam dokumen ROP,” ujar I Ketut Diarmita dalam keterangan resminya, Rabu (27/6).

Menurutnya, kesepakatan Asean melalui ACCAHZ bertujuan meningkatkan kerja sama teknis dan perdagangan yang saling menguntungkan dengan komitmen dan perencanaan, serta implementasi yang baik.

Sampai saat ini, Indonesia berhasil mempertahankan status bebas penyakit hewan tertentu yang dipandang strategis oleh Badan Kesehatan Hewan Dunia (OIE) antara lain penyakit Mulut dan Kuku, Sapi Gila dan Rinderpest. Hal tersebut dianggap Diarmita sebagai nilai lebih bagi Indonesia.

“Hal tersebut merupakan nilai lebih bagi Indonesia dalam upaya pengendalian penyakit serta jaminan keamanan produk hewan di wilayah Asean, sehingga dapat meyakinkan dan memperlancar proses ekspor hewan dan produk hewan ke negara-negara di kawasan Asean,” katanya.

Menurutnya, saat ini masalah kesehatan hewan dan keamanan produk hewan menjadi isu penting dalam perdagangan internasional. Bahkan, seringkali dua hal tersebut menjadi hambatan dalam menembus pasar global.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.