Perhelatan ASAFF Siap Digelar pada Akhir Bulan Juni 2018

0
349
Ketua Umum HKTI, Moeldoko (tengah), bersama Sekjen HKTI, Bambang Budi Waluyo (kiri) dan Ketua Panitia ASAFF 2018, Winston Simanjuntak, memberi keterangan pers di Jakarta, Kamis (15/3). (Dok. HKTI)

Berempat.com – Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) mengklaim bahwa Indonesia sudah siap menggelar perhelatan Asian Agriculture and Food Forum (ASAFF) pada 28–30 Juni 2018. Lokasi yang dipilih yaitu di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta.

Tahun ini, ASAFF 2018 mengusung tema ‘Transforming Challenges into Opprotunities: Agricultural Innovation and Food Security’. Nantinya, dalam perhelatan tersebut akan terdapat lima program kegiatan utama, yaitu Konferensi Pangan Asia, Pameran Pertanian Asia, Forum Bisnis, Food Festival, dan Anugerah Penghargaan Inovasi Pertanian.

Selain itu, konferensi internasional mengenai pertanian dan keamanan pangan ini juga akan menghadirkan sejumlah narasumber kompeten. Salah satunya seperti Ketua Umum HKTI Moeldoko dan Stephen Rudgard dari FAO perwakilan Indonesia dan Timor Leste akan menjadi pembicara kunci. Tema yang mereka bawakan yakni mengenai Agricultural Innovation System to Enhance Food Security (Sistem Inovasi Pertanian untuk Meningkatkan Keamanan Pangan).

“Melalui ajang ASAFF dan konferensi yang bicara masalah pertanian, inovasi dan industri terkini yang berkaitan dengan ancaman food security dan juga water security ini, kita harapkan bersama bahwa kita akan menuju kepada kondisi Asia yang semakin baik,” ujar Moeldoko dalam keterangan pers, Senin (25/6).

Sementara itu, Ketua Komite Penyelenggara ASAFF Bambang Budi Waluyo mengklaim bahwa  seluruh persiapan acara termasuk konferensi telah siap dilaksanakan.

“Sudah ada ratusan peserta konferensi yang telah mendaftar baik secara langsung maupun melalui online dan media sosial kepada panitia,” ujarnya.

Budi mengungkapkan, konferensi yang akan berlangsung sehari penuh pada 28 Juni 2018 dengan menampilkan sekitar 15 pembicara yang terdiri dari pakar, pemegang kebijakan, pengusaha, dan praktisi pertanian. Adapun Budi membocorkan salah seorang narasumber asing yang diundang sebagai pembicara, yakni Sazzard Parwez dari Indian Institute of Health Management Research, Jaipur, India.

Ketua Panita (Organizing Committee) ASAFF 2018 Winston P. Simanjuntak pun mengungkapkan, sejumlah negara Asia melalui duta besarnya di Jakarta menyatakan sangat mendukung forum ini. Mereka berharap kegiatan ini bisa berlangsung secara reguler karena sangat bermanfaat sebagai ajang komunikasi dan sosialisasi pembangunan dan perkembangan pertanian dan pangan negara masing-masing.

Menurut Moeldoko, acara ini juga merupakan salah satu bentuk dukungan HKTI sebagai mitra pemerintah terhadap target pencapaian swasembada pangan Kementerian Pertanian RI pada 2018.  Swasembada pangan nasional bertujuan memenuhi kebutuhan pangan nasional. Setelah itu pemerintah juga bercita-cita dapat menjadi pemasok bahan pangan utama di dunia pada 2045 mendatang.

“Target itu dapat terwujud dengan mempertimbangkan besarnya sumber daya yang ada termasuk besarnya keanekaragaman hayati dan ekosistem pertanian, luasnya potensi lahan subur untuk pertanian, melimpahnya tenaga kerja, tersedianya inovasi dan teknologi, dan besarnya potensi pasar dalam negeri dan internasional,” paparnya.

Kegiatan ASAFF 2018 ini akan dimeriahkan dengan beberapa program seperti pameran pertanian, konferensi keamanan pangan dan inovasi pertanian, forum bisnis, festival pangan, dan Anugerah Inovasi Peranian. Selama pameran berlangsung digelar berbagai kegiatan berupa takshow, sharing session, karya petani milenial, karya perempuan tani, festival makanan Nusantara dan Asia, serta edutainment, berbagai prorgram edukasi yang dikemas menarik dan menghibur.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.