Fabelio Platform Furnitur dengan 80 Ribu Pelanggan

0
245

Fabelio merupakan start up di bidang market place furnitur yang didirikan oleh Krishnan Menon, Christian Sutardi, Marshall Utoyo, dan Srinivas Sista. CEO Fabelio Krishnan Menon sebelumnya sempat berkiprah di Freecharge, Lazada Indonesia, dan Zalora Asia Tenggara.

Startup ini bertujuan untuk mengatasi kesenjangan yang terjadi antara desainer dan konsumen yang mencoba menjadi solusi untuk menyediakan furnitur dengan desain berkualitas dan terjangkau.

Fabelio akan menangani produksi dan distribusi, sementara desainer dapat menampilkan dan menjual desain karyanya melalui situs. “Kami percaya setiap orang di Indonesia, baik kaya atau miskin, memiliki hak untuk tinggal di rumah yang indah. Kami membawa desain yang baik berkualitas tinggi dengan harga yang besar. Misi ini mendorong kita sehari-hari,” ujar Krishnan.

“Kami juga sangat percaya untuk membangun bisnis di sekitar komunitas. Kami bermaksud untuk mengajak komunitas desainer interior untuk bergabung , melibatkan mereka, dan mendorong mereka untuk menjadi pemasok utama desain kami, yang selanjutnya akan dipilih oleh in-house desainer kami,”tambahnya.

Akhir 2020 ini Fabelio akan menggalang pendanaan baru untuk untuk mengakuisisi pasar dan memperkuat teknologi dalam platformnya. Meski demikian, CEO dan Co-Founder Fabelio Marshall Tegar Utoyo mengatakan perusahaan bakal memanfaatkan lebih dahulu suntikan modal dari pendanaan seri C pada Juni 2020. Perusahaan mendapatkan pendanaan dari perusahaan modal ventura asal Taiwan, AppWorks, Endeavour Catalyst, dan MDI Ventures yang didukung oleh TelkomGroup.

Perusahaan yang didirikan pada 2015 itu fokus menjual beraneka produk furnitur secara offline dan online. Selain itu, perusahaan menyediakan jasa desain interior seperti untuk restoran, kantor, kafe, hingga proyek pemerintah. Sebesar 15% dari total pendapatan perusahaan berasal dari jasa desain interior. Beberapa contoh klien besar Fabelio antara lain Gojek, Singapore Airlines, hinggga PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta.

Hingga saat ini, Fabelio telah memiliki 80 ribu pelanggan dengan rata-rata 1 juta kunjungan di situsnya per bulan dan menargetkan bisa mencapai rata-rata 4 juta kunjungan per Desember 2020. Perusahaan juga memiliki 4.500 Stock Keeping Unit (SKU) produk dan menargetkan ada 6.000 SKU produk pada akhir tahun ini.

Fabelio berbeda dengan marketplace furnitur pada umumnya karena produk yang dijual merupakan merek asli perusahaan. Untuk memproduksi produknya, Fabelio merekrut tenaga dari luar (outsourcing). Mayoritas produsen produk-produknya berasal dari wilayah Tangerang, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Selain itu, Fabelio mempunyai 20 toko offline alias ruang pamer (show room) di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) dan Bandung.

Perusahaan menargetkan pasar baru pada kelas menengah (middle class) di kota-kota yang memiliki infrastruktur dan logistik yang kuat agar mempermudah proses akuisisi pelanggan baru di wilayah tersebut. “Sampai akhir tahun ini, Fabelio akan ekspansi ke kota-kota besar seperti Surabaya, Yogyakarta, Semarang, dan beberapa kota lainnya di Pulau Jawa,” ujar Marshall.

Namun Fabelio terpaksa menutup 20 toko selama pandemi sehingga pendapatan perusahaan sempat menurun. Meski demikian, pandemi membawa berkah karena membuat perubahan pola perilaku pelanggannya yang mulai beralih ke platform online. “Kami mengganti strategi kami dengan meningkatkan penjualan online. Kami juga mengkombinasikan data penjualan kami dengan kondisi pandemi ini agar kami bisa mengambil keputusan secara tepat,” ujarnya. Fabelio mencatat peningkatan pembelian pada kategori produk seperti gaming chair, office chair, dan home desk.