Indonesia Junjung Kesetaraan Gender dan Cegah Pelecehan Seksual di Tempat Kerja

0
511

Berempat.com – Pada forum International Labour Organization (ILO) atau Organisasi Buruh Internasional di Jenewa, Swiss beberapa waktu lalu, Indonesia menegaskan komitmennya menjunjung kesetaraan gender, serta mencegah kekerasan dan pelecehan seksual di tempat kerja. Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri saat menyampaikan pidato resmi di forum ILO, Selasa (4/6).

“Melalui regulasi dan kebijakan, Pemerintah Indonesia terus mendorong terwujudnya kesetaraan gender di tempat kerja, mencegah kekerasan, dan pelecehan di tempat kerja,” ujar Hanif dalam keterangan pers.

Pada tahun ini, sidang ILO dihelat pada 28 Mei-8 Juni 2018 dan mengusung tema utama “Ending Violence and Harassment in the World of Work”. Agenda sidang ialah merumuskan konsep standar internasional tentang penghentian kekerasan dan pelecehan di dunia kerja. Konsep yang dirumuskan pada sidang kali ini akan diadopsi pada sidang perburuhan internasional tahun depan.

Di hadapan delegasi dari 187 negara, Hanif juga menyampaikan Indonesia telah meratifikasi Konvensi ILO No. 100 tentang Pengupahan yang Sama bagi Pekerja Laki-laki dan Wanita untuk Pekerjaan yang Sama Nilainya, serta Konvensi ILO No. 111 tentang Diskriminasi dalam Pekerjaan dan Jabatan.

Indonesia juga telah meratifikasi Konvensi PBB tentang Penghapusan semua bentuk diskriminasi terhadap perempuan (The Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination against Women) yang sejalan dengan Deklarasi ILO Tahun 1998 mengenai “Decent Work For All”.

Sebagai penegasan komitmen tersebut, pemerintah Indonesia telah menjalankan beberapa program nasional, seperti pencanangan Gerakan Nasional Non-Diskriminasi di Tempat Kerja, penerbitan panduan kesetaraan upah laki-laki dan  perempuan, serta membentuk gugus tugas kesetaraan upah.

Indonesia juga mewajibkan partai politik memenuhi 30% keterwakilan perempuan dalam daftar calon anggota legislatif. Juga dilakukan peningkatan kapasitas dan kepedulian para pejabat daerah tentang pentingnya praktik kesetaraan upah, penghentian kekerasan, dan pelecehan di tempat kerja.

Hanif pun menambahkan, dengan akan diberlakukannya standar internasional tentang kesetaraan gender, menghentikan serta mencegah kekerasan dan pelecehan di tempat kerja, maka semua elemen masyarakat Indonesia makin serius melaksanakan hal tersebut demi tercapainya pekerjaan yang layak.

Atas nama pemerintah Indonesia, Hanif mengajak seluruh anggota ILO untuk meningkatkan kerjasama dengan bantuan dan dukungan dari ILO, guna mewujudkan kerja layak sebagaimana yang diamanatkan kesepakatan Sustainability Development Goals (SDG’s) nomor 8 SDG.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.