Mandiri Rayakan Imlek dengan Nasabah Prioritas di Tiga Kota Besar

0
82

Bank Mandiri menggelar serangkaian perayaan Tahun Baru Imlek 2571 bersama nasabah-nasabah utama dari segmen wholesale banking dan segmen High Net Worth Individuals (HINW) di tiga kota besar.

ini merupakan bentuk apresiasi dan upaya meningkatkan keterkaitan (engagement) nasabah dengan perusahaan. Ketiga kota tersebut adalah Medan pada 30 Januari 2020, Surabaya 4 Februari 2020 dan Jakarta pada 6 Februari 2020.

Menurut Direktur Utama Bank Mandiri Royke Tumilaar, perayaan Imlek menjadi satu moment terbaik bagi manajemen Bank Mandiri untuk mempererat keakraban dengan nasabah utama, sekaligus menyampaikan perkembangan terbaru mengenai perusahaan.

“Jajaran Manajemen selalu memandang Peringatan Imlek dengan nasabah sebagai sebuah peristiwa penting yang harus dihadiri karena pada event ini, kami bisa berkomunikasi langsung dan berbagi informasi terkini dalam suasana pertemanan yang hangat, tanpa formalitas yang mengikat,” kata Royke saat menghadiri perayaan Imlek nasabah utama di Jakarta, Rabu (06/02/2020) malam.

Mengusung tema “Shanghai Tang”, perayaan Imlek di 3 kota ini dihadiri total 1000 nasabah utama dan menampilkan berbagai sajian pertunjukan khas negeri China seperti atraksi Barongsai, tradisi Yu Shang atau berbagi makanan dan penampilan artis seperti Yuni Shara dan Bunga Citra Lestari serta tarian khas Imlek.

“Dalam kesempatan ini, kami juga ingin menyampaikan apresiasi kepada nasabah utama dan nasabah High net worth individuals atas kepercayaan kepada Bank Mandiri untuk mengelola aset nasabah sehingga bisa memberikan nilai tambah yang optimal,” kata Royke

Tercatat hingga akhir 2019, Bank Mandiri mengelola asset under management sekitar 55.500 nasabah HINW dengan nilai mencapai Rp. 206,8 triliun, naik sekitar 9% dari tahun sebelumnya.

Berkat kepercayaan nasabah HINW tersebut, Royke mengungkapkan, pihaknya juga berhasil membukukan kinerja bisnis yang baik pada tahun 2019. Hal ini terlihat dari rasio penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) yang tumbuh hampir 11% menjadi Rp933,1 triliun.

“Dengan penghimpunan DPK yang cukup baik itu, kami berhasil meningkatkan penyaluran kredit pada tahun lalu menjadi Rp907,5 triliun, atau tumbuh 10,6% secara yoy, sehingga laba bersih kami di akhir tahun lalu tercatat naik hampir 10% menjadi Rp27,5triliun,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.