Sukses di Bisnis Karaoke dan Bioskop, Inul: Investasinya Rp 5-15 Miliar

0
911
Foto: Inul Daratista (Screenshot instagram @inul.d

Pekerjaan di bidang entertainment tak selamanya dikecap manis oleh artis. Oleh karena itu, tak mengherankan sebagian para artis ada yang beralih profesi sebagai pengusaha, bahkan kedua-duanya dijalankan. Hal itulah yang dijalankan oleh penyanyi dangdut yang terkenal dengan goyang ngebornya, Inul Daratista.

Merasa dunia entertainment tak selamanya berjalan bagus, pada tahun 2005, ia membuka usaha di bidang karaoke yang ia namakan Inul Vizta dan kini sudah memiliki 100 outlet yang tersebar di seluruh Indonesia. Atas usaha tersebut, Inul menjadi pelopor bagi artis-artis lain yang membuka bisnis serupa dan menjadi booming hingga saat ini.

Bukan hanya usaha karaoke, Inul juga pada tahun 2014 telah membuka usaha bioskop mini yang ia namakan Inul Movie. Hingga kini Inul Movie sudah berdiri di dua kota besar, yaitu Lampung dan Makassar, serta akan dibuka lagi di beberapa daerah lainnya.

Selain itu, di tengah bisnisnya yang semakin meroket. Inul juga menjadi dewan juri dalam acara Dangdut Akademi dan Bintang Pantura di salah satu televisi swasta Indonesia. Hampir setiap hari ia menghiasi layar kaca Indonesia. Sehingga, ia pun harus memutar otak agar kariernya di dunia hiburan lancar dan bisnis juga meningkat.

Perjalanan Bisnis. Dari awal, Inul telah menyiapkan usaha sebagai investasi saat ia tidak produktif lagi di dunia keartisan. Sehingga pada tahun 2005, bersama suami, Adam Suseno, membuka outlet pertama Inul Vizta yang berlokasi di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Saat itu, mereka berani menggelontorkan modal hingga Rp 5 miliar untuk mengembangkan bisnisnya tersebut.

Inul membuka bisnis tersebut terinspirasi dari suaminya. Namun, dalam mendirikan bisnisnya, ia turun tangan sendiri termasuk membentuk brand dan mengurus perizinan di Dinas Pariwisata. Konsep Inul Vizta ialah karaoke keluarga.

Hingga saat ini, karaoke Inul Vizta sudah memiliki 100 outlet yang tersebar di beberapa daerah Indonesia. Dari 100 outlet, setengahnya adalah milik Inul. Sedangkan sisanya, Inul bekerja sama dengan beberapa pihak dalam membangun usaha tersebut.

“Ada beberapa yang saya punya sendiri juga ada. Kalau yang jauh-jauh yang saya nggak bisa pantau itu bisa partner tapi sesuai dengan kriteria yang saya mau karena tidak semua Inul Vista itu saya lepas karena tanggung jawab yang megang brand image saya itu kan nggak mudah,” terang Inul kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat dengan mobil Toyota Alphard putih N 638 QR.

Bukan hanya sebagai owner, Inul juga menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO) atau Direktur Utama di Inul Viszta. Sehingga tak jarang ia pun selalu melakukan rapat dengan para karyawan.

“Biasanya yang aku lakukan itu revisi-revisi, meeting internal, hal-hal apa-apa yang perlu dibahas, apa-apa yang perlu ditanda-tangan itu sih biasanya,” ucapnya.

“Sebagai CEO yang benar kan harus ngawasin, nggak bisa lepas begitu aja,” tambah Inul yang tampil cantik dengan long dress hitam.

Hingga kini, Inul sudah menghidupi sekitar 9.000 karyawan yang terdiri atas 75-125 orang pada setiap outlet.

“Satu outlet itu minimal 75 orang pegawai. Kalau outlet yang besar, pegawai saya bisa 125 orang karena ada shift. Kalau karaokenya 50 room, nggak mungkin pegawainya cuma 10 orang, melayani begitu banyak customer. Jadi minimal satu waiter itu pegang 2 room. Tapi biasanya satu room, satu pegawai,” terang Inul.

Inovasi. Inul pun tak mau menyebut bisnis usaha karaokenya tersebut hanya mengandalkan nama bekennya saja. Justru karena pelayanan dan fasilitas yang membuat orang ramai berkunjung ke tempat tersebut.

“Bisnis itu harus ada sesuatu yang baru. Inul Vizta itu selalu ada inovasi-inovasi baru yang saya bangun. Misalnya saya bikin di Central Park seperti lukisan 3G jadi orang bisa berfoto, jadi nggak cuma datang nyanyi saja. Itu kita taruhnya di lobi, ternyata sukses karena banyak yang suka.  Selain karena ini tempat orang datang untuk bernyanyi, istilahnya orang suaranya kayak Juminten, begitu masuk ke tempat saya suaranya jadi kayak Mariah Carey itu kan orang senang makanya audionya salah satu yang utama, juga desain interiornya harus sering diganti. Kalau ada orang yang complain, sekecil apapun harus diperbaiki. karena itu untuk kemajuan bisnis kita ke depan,” ucapnya.

Selain usaha karaoke yang sudah 15 tahun ia bangun, Inul kini tengah merintis usaha bioskop yang kini sudah berdiri di dua daerah Indonesia. “Saya bikin Inul Movie tapi bukan di Jakarta masih di luar kota saja di Lampung dan Makasar, sebentar lagi ada di Medan dan beberapa daerah lainnya,” terangnya.

Seperti bioskop pada umumnya, Inul Movie juga akan memutar film-film Indonesia yang terbaru. “Itu semua film-filmnya diimpor dari luar negeri juga, dari Jepang, Korea, China, Thailand termasuk Box Office Hollywood tapi itu biasanya setelah XXI, kita tidak mau melampaui,” imbuhnya.

Inul pun sengaja membuka usaha bioskop tersebut di daerah terlebih dahulu. Karena ia ingin melihat tanggapan orang daerah terhadap bisnis Inul Movie-nya tersebut.

“Kita tidak mau melampaui. Saya bukanya di daerah dulu dengan melihat bagaimana animo masyarakat. Nah, setelah itu baru buka di Jakarta. Takutnya ada pro dan kontra, kalau di luar daerah ternyata mereka welcome, mereka tidak harus datang nonton di Jakarta atau di kota-kota besar tapi mereka nikmati di tempat aku itu,” kata Inul.

Untuk membuka kedua bisnisnya tersebut memang Inul harus merogoh kocek yang besar. Namun, biaya itupun terbayar dengan keuntungan yang dihasilkan oleh Inul setiap hari.

“Kalau untuk Inul Movie bisa Rp 5 M ke atas, kalau di Inul Vista bisa Rp 5 sampai 15 M, karena di karaoke itu ada tipe A sama tipe B. Kalau tipe A itu luxury itu di Central Park, tipe B itu yang small untuk di daerah. Jadi standar room-nya mungkin tidak sebesar 1.500 meter persegi, biayanya gede karena tempatnya besar tapi kalau di daerah 700-800 meter sudah bisa,” terangnya.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.