Utang US$ 1 Miliar untuk Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Akan Cair Bertahap

0
323
Utang US$ 1 Miliar untuk Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Akan Cair Bertahap. (Laily Rachev/Setpres)

Berempat.com – Untuk bisa merampungkan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Pemerintah Indonesia perlu berutang mencapai US$ 1 miliar atau setara Rp 13,5 triliun (kurs Rp 13.500). Kabarnya, dana tersebut akan cair secara bertahap dalam tiga bulan ke depan.

“Pada dasarnya ini akan terus kita tarik ya. Memang targetnya 2-3 bulan ini kita akan menarik US$ 1 miliar. Tapi bertahap supaya kita jangan belum apa-apa sudah bayar bunga,” ujar Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno saat meninjau proyek kereta cepat, di Jakarta, Rabu (2/5).

Lebih lanjut, Rini menerangkan bahwa Indonesia sudah mendapat pinjaman dari China Development Bank (CDB) dengan nilai US$ 170 juta (Rp 2,8 triliun). Nantinya, utang tersebut untuk membayar kontraktor yang didatangkan dari Tiongkok maupun Indonesia.

“Tapi kita memang hati-hati betul kalau pinjaman, kita nggak mau narik kalau nggak butuh,” jelasnya.

Selain membayar kontraktor, Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Kemenko Kemaritiman Ridwan Djamaluddin pun menyatakan bahwa uang tersebut untuk membangun titik kritis seperti terowongan dan stasiun pemberhentian.

“Saya belum tahu kalau soal itu dia mau akselerasi yang mana. Kalau saya lihat sih beberapa titik kritis seperti terowongan dia mau selesaikan. Stasiun-stasiun utamanya juga dia mau selesaikan,” ujar Ridwan.

Adapun stasiun pemberhentian kereta cepat Jakarta-Bandung yang akan dibangun meliputi stasiun di Halim, Karawang, Walini, dan Tegalluar Bandung.

Dan untuk terowongan sendiri akan dibangun sebanyak 13 terowongan dengan total panjang mencapai 16 kilometer (km).

“13 terowongan, jadi memang banyak. Total dari 13 terowongan 16 km. Ada salah satu terowongan terpanjang yaitu terowongan 6 itu panjangnya 4,4 km,” jelas Rini.

Pengerjaan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung ini pun diprediksi bakal rampung dan dapat beroperasi pada Maret 2012.

“Penginnya akhir 2020 mungkin selesainya. Tapi kan harus tetap di-testing, commissioning kan biasanya memakan waktu 3 bulan,” ujar Rini.

Secara keseluruhan, proyek kereta cepat Jakarta-Bandung yang memiliki panjang 142,3 km ini dikembangkan oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Adapun kepemilikan saham pada perusahaan tersebut 60% milik PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) dan 40% Beijing Yawan HSR Co.Ltd.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.