Top Mortar Gak Takut Hujan
Home Ekonomi Puluhan Juta dari Bisnis Buckle 3D

Puluhan Juta dari Bisnis Buckle 3D

0
Buckle 3D dok jakartanotebook.com)

 

Usaha Doni Vingky atau yang akrab disapa Doni berawal dari sebuah pesanan dalam jumlah yang lumayan besar. “Waktu itu ada salah satu perusahaan pertambangan yang meminta saya membuatkan 400 kepala sabuk untuk para pegawainya,” kenangnya. Pesanan tersebut bukan merupakan hal yang aneh, lantaran ia memang sudah cukup lama bergelut di usaha konveksi khusus pertambangan.

Walaupun Doni belum memiliki pengalaman, peralatan dan sumber daya yang cukup untuk membuat kepala sabuk, ia langsung mengiakan pesanan tersebut. Hal itu lantaran sejalan dengan prinsip usahanya, bahwa peluang yang datang jangan pernah disia-siakan. Langkah awal yang dipilih Doni untuk menerima pesanan ini yaitu mencari tahu selak beluk usaha termasuk proses pembuatan kepala sabuk, dan untung ruginya menjalani usaha ini.

“Waktu itu saya bersama tim yang sudah ada mencoba memperhitungkan asumsi keuntungan yang didapat, adapun untuk ilmunya kebanyakan kami cari di internet,” tuturnya.

Adapun modal usaha yang dikeluarkan Doni pada saat awal menjalankan usaha ini berkisar Rp 25 juta, besarnya modal tersebut menurut Doni lantaran bahan yang digunakan untuk membuat kepala sabuk ini adalah bahan logam pewter yang memang terkenal mahal.

Adapun sisanya digunakan untuk membeli peralatan pendukung usaha dan menggaji para pegawai. Sedangkan untuk langkah promosi Doni lebih memilih memasarkan melalui jasa internet, seperti melalui situs pertemanan hingga membuat blog khusus yang memuat semua data tentang kepala sabuknya ini.

Buckle 3D

Kepala sabuk yang dibuat oleh Doni merupakan kepala sabuk 3D, dikatakan 3D lantaran gambar yang terletak pada kepala sabuk memang dibuat seolah-olah nyata dan menyerupai bentuk aslinya. Adapun desain yang telah dibuat bisanya akan disesuaikan dengan pesanan konsumen.

Dan karena kebanyakan pesanan yang datang dari perusahaan pertambangan, maka gambar-gambar yang dibuat pun berhubungan dengan pertambangan misalnya gambar mobil truk pertambangan, traktor, kilang minyak dan juga logo-logo perusahaan pertambangan tersebut.

Sedangkan ukuran, Doni menawarkan tiga ukuran yang berbeda, yaitu 9 cm x 5 cm, 8 cm x 4 cm , dan yang terkecil 6 cm x 4 cm. Mengenai bentuknya, ia menyediakan dua macam bentuk kepala sabuk, yaitu persegi dan berbentuk oval. Dari berbagai bentuk dan ukuran tersebut menurut Doni semuanya memiliki daya tarik tersendiri sehingga tidak bisa dipeta-petakan mana produk yang menjadi unggulan dan paling banyak dipesan.

“Harga satu sabuknya yaitu Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu, harga tersebut relatif murah jika dibanding pelaku sejenis,” ucapnya.

Bahan yang digunakan pun sangat berkualitas. Alasan Doni memilih bahan logam pewter, yaitu campuran dari timah, tembaga dan antimony, lantaran kualitas hasil kepala sabuk yang dihasilkan lebih bagus ketimbang bahan lainnya.

Menurutnya, kepala sabuk yang menggunakan bahan logam pewter ini hasilnya lebih mengkilap dan tidak terdapat noda pada kepala sabuk. Selain itu bahan logam pewter gampang diukir, sehingga memudahkannya untuk membentuk gambar-gambar pada buckle.

Karena produknya yang berkualitas serta desain yang tidak pernah monoton, membuat buckle buatan Doni banyak diminati konsumen. Ia pun mampu menerima pemesanan produk sebanyak 100-150 pieces kepala sabuk per bulan.

Pembutan

  Dalam sebulan rata-rata Doni mendapat pesanan sebanyak 100 kepala sabuk. Bahan baku yang dibutuhkan sekitar 25 kg logam pewter dengan harga Rp 300 ribu/kg.

“Bahan baku logam, saya biasa membeli di supplier logam di Jakarta. Tetapi kadang suka beli langsung di PT Antam,” tutur Doni.

Sedangkan alat cetakan yang berbahan silicon, ia bekerja sama dengan pengrajin di daerah Bandung. Satu cetakan dengan harga bekisar Rp 1 juta per milimeter, dan biasanya ia membutuhkan 4 milimeter cetakan silicon setiap bulan.

Untuk desain kepala sabuk, Doni lebih dulu membuat rancangan gambar tiga dimensi dengan bantuan corel draw. Dalam satu pemesanan, biasanya dibuat tiga buah desain, hal ini dilakukan untuk memberikan pilihan kepada konsumennya. Bila satu desain disetujui oleh konsumen, dilanjutkan dengan membuat dami (master mould)  sebagai contoh desain pembuatan cetakan silikon RV.

Untuk logam pewter, terlebih dulu dicairkan dengan cara dipanaskan pada suhu 300°C. Dalam membuat produk buckle tersebut, ia dibantu oleh 6 orang karyawan yang memang sudah memiliki skill di bidang kerajinan logam.

“Jika dihitung proses pembuatan dari awal sampai akhir itu kurang lebih memakan waktu sebanyak 7-8 hari,” ungkapnya.

Strategi Pemasaran

Dalam memasarkan produk buckle-nya, Doni melakukan promosi secara door to door ke perusahaan-perusahaan yang pernah menjadi rekanannya di dunia konveksi. Selain itu, ia juga menggunakan fasilitas jejaring sosial seperti facebook dan website, untuk lebih mengaet konsumen lebih luas lagi.

“Dan saya juga sangat terbuka bila konsumen mau datang langsung ke tempat workshop. Jadi di sana mereka tau bagaimana produk buckle tersebut dibuat. Sehingga menambah kepercayaan mereka kepada kami,” jelasnya.

Saat ini sudah banyak perorangan hingga perusahaan pertambangan yang menjadi pelanggan loyalnya, sebut saja Itaka Resource, Bayan Resource, KPC, hingga Trakindo, bahkan ada beberapa perusahaan pertambangan dari Australia, Singapura, hingga Malaysia yang memesan produknya.

Untuk pemesanan produknya, bila konsumen dari perusahaan  kecil biasanya ia menerapkan DP sebesar 30-50%, dengan pelunasan setelah produk sudah jadi. Sedangkan untuk perusahaan besar, biasanya lebih kepada perusahaan rekanan yang memang sudah sering memesan kepada Doni, hanbya diterapkan sistem tempo, yakni biaya produk bisa dilunasi paling lambat dua bulan setelah produk diterima oleh konsumen.

Tidak hanya itu, untuk kenyamanan dan kepuasan konsumen, ia memberikan garansi produk buckle-nya. Yakni bila dalam satu bulan produk kepala sabuk sudah rusak atau cacat, ia akan menggantinya dengan produk yang baru.

“Tapi hal itu jarang terjadi. Karena saya selalu mengontrol mengenai kualitas produk sehingga benar-benar bagus,” jelasnya. Dan untuk mempermudah konsumen meghubunginya, di setiap produk selalu ia beri label yang berisi brand dan nomor handphone miliknya.

Prospek dan Kendala

Menurut Doni, usaha pembuatan bukle ini cukup berprospek dilihat dari banyaknya pemesanan yang datang kepadanya setiap bulan. Meskipun begitu, usaha ini memang tidak luput dari persaingan, maka dari itu ia kerap melakukan inovasi produk dengan membuat banyak desain yang baru dan pastinya disukai konsumen.

Dan pesaing yang cukup berat, meunurutnya datang dari produk buckle impor China, yang dari segi harga terbilang murah. Namun dengan kualitas yang baik, ia pun berani bersaing dengan produk buckle anapun. Meurut Doni, banyaknya konsumen loyal membuktikan produknya memang berkualitas.

Kendala lain yang ia hadapi selama ini yaitu kurangnya penghargaan dari masyarkat Indonesia terutama pada mereka yang kurang mengerti terhadap bahan yang digunakan.Tetapi dengan memberikan edukasi tersendiri bagi paea konsumen, membuat mereka pun percaya dengan kualitas produknya.

“Biasanya masyarakat akan kaget dengan harga yang kita tawarkan, padahal harga tersebut tidak berbanding jauh dengan modal yang kita keluarkan,” ucapnya.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Exit mobile version