Usai Kuasai KEK Morowali, China Diduga Akan Kuasai Sei Mangkei

0
235

Pasca penandatanganan 23 Memorandum of Understanding (MoU) antara sejumlah pebisnis Indonesia dan China dalam acara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) II Belt Road Initiative (BRI) di Beijing 27 April 2019, Pemerintah Indonesia harus lebih waspad.

Menurut Peneliti INDEF Andry Satrio Nugrohom BRI yang merupakan investasi China terutama dalam bentuk infrastruktur di jalur sutra bisa menjadi ancaman bag BUMN yang selama ini penguasa atas sejumlah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

“Masuknya China ke dalam KEK tentu perlu waspada, bahwa bisa saja hirilisasi sawit tidak terjadi, namun justru memberikan kesempatan bagi China untuk mengeruk peluang mendapatkan Crude Palm Oil (CPO) dengan harga terjangkau dari Indonesia. Perlu diingat, ke depan akan terjadi peningkatan penyerapan CPO Indonesia oleh China,” katanya di acara diskusi online Jejak INDEF bertema BRI dan Gejolak Ekonomi Global: Efek terhadap Indonesia, Sabtu (11/05/2019).

Ia juga mengingatkan risiko lainnya karena yang digalakan dan digencarkan adalah model kerjasama Business to Business (B2B). Sejak 2012, 40 perusahaan BUMN China sudah menyetujui mengambil peran di dalam kontestasi BRI. Mereka akan head-to-head dengan BUMN kita.

Ke depan risiko kerugian yang akan ditanggung langsung oleh BUMN pengolahan sawit seperti PTPN III. Kemungkinan terburuk adalah KEK ini akan menjadi milik China dengan penguasaan secara menyeluruh hingga pada tahap operasionalnya yang saat ini dikuasai oleh anak perusahaan PTPN III yaitu PT Kinra.

“Ini juga belum menghitung tenaga kerja asing (TKA) yang akan masuk seiring dengan masuknya investasi dari China ke KEK Sei Mangkei yang mana seharusnya tenaga kerja yang terserap bukan dari China namun dari daerah Sei Mangkei, Simalungun, Medan dan sekitarnya. Kita harus belajar dari kasus KEK Morowali,” pungkasnya.

Sepertinya pemerintah kesulitan menjading investor untuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)  termasuk KEK Sei Mangkei. Padahal KEK ini merupakan KEK strategis dengan fokus pada hilirisasi sawit. Di KEK ini baru dua perusahaan asing besar yang memiliki tenant, yaitu Unilever dengan Pabrik Oleochemical dan Shimizu Corporation dari China yang mengembangkan biomass.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here