Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, menduga sebagian LNG dari Indonesia yang dikirim ke Singapura diperdagangkan kembali ke negara lain. Menurutnya, tidak seluruh gas alam cair yang diekspor tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan energi Singapura.
Bahlil menyebut Indonesia telah mengirimkan sebanyak 148 kargo LNG ke negara tetangga itu. Ia menduga sebagian pasokan tersebut dimanfaatkan untuk kegiatan perdagangan internasional sebelum kembali dijual ke pasar lain.
Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil dalam tayangan Primetime News Metro TV pada Jumat (30/10/2026). Ia menilai sebagian LNG memang digunakan untuk konsumsi Singapura, tetapi ada pula pasokan yang kemungkinan masuk ke rantai perdagangan energi global.
Dugaan tersebut muncul ketika pemerintah tengah mengevaluasi pengelolaan ekspor gas nasional. Pemerintah ingin memastikan pasokan energi Indonesia dapat dimanfaatkan secara optimal, terutama ketika kebutuhan dalam negeri terus meningkat.
Pemangkasan Ekspor LNG dari Indonesia Disebut Tidak Langgar Kontrak
Bahlil menegaskan, pengurangan sebagian ekspor gas Indonesia ke Singapura masih berada dalam batas kontrak yang telah disepakati. Dari total kontrak ekspor gas melalui pipa sebesar 409,55 juta kaki kubik standar per hari atau MMSCFD, pemerintah hanya memangkas pasokan sebanyak 31 MMSCFD.
Menurut Bahlil, jumlah pengurangan tersebut belum melewati batas minimum pasokan yang ditetapkan dalam perjanjian. Karena itu, kebijakan tersebut dinilai tidak melanggar kewajiban kontraktual Indonesia kepada Singapura.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah tetap memperhitungkan ketentuan yang berlaku sebelum mengambil keputusan mengenai penyesuaian ekspor. Dengan mekanisme tersebut, pengurangan pasokan diharapkan tetap berjalan sesuai kesepakatan kedua pihak.
Penataan ekspor LNG dari Indonesia menjadi bagian dari upaya pemerintah mengatur kembali pemanfaatan sumber daya energi nasional. Langkah ini dilakukan seiring meningkatnya kebutuhan gas untuk mendukung kegiatan industri, pembangkit listrik, dan berbagai sektor ekonomi domestik.
Pemerintah perlu menyeimbangkan komitmen ekspor dengan kebutuhan energi di dalam negeri. Evaluasi terhadap alokasi gas diharapkan membantu menjaga ketersediaan pasokan nasional tanpa mengabaikan ketentuan kontrak yang masih berlaku.
Meski Bahlil menyampaikan dugaan mengenai perdagangan kembali LNG oleh Singapura, informasi tersebut belum disertai rincian mengenai negara tujuan maupun volume gas yang diduga dijual kembali. Pemerintah masih perlu memastikan pemanfaatan pasokan tersebut berdasarkan data yang tersedia.
