Top Mortar tkdn
Home Bisnis Di Tengah Kenaikan Harga Minyak Global, Menkeu Tegaskan APBN Masih Tahan Banting

Di Tengah Kenaikan Harga Minyak Global, Menkeu Tegaskan APBN Masih Tahan Banting

0
Di Tengah Kenaikan Harga Minyak Global, Menkeu Tegaskan APBN Masih Tahan Banting (Foto: Kemenkeu)

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap dalam kondisi kuat meski tekanan fiskal meningkat di tengah Kenaikan Harga Minyak Global. Ia mengakui ruang untuk menambah belanja negara kini menyempit karena harga minyak kembali merangkak naik setelah sempat turun beberapa waktu lalu.

Purbaya menjelaskan, ketika harga minyak sempat melemah, pemerintah melihat peluang untuk memperbesar alokasi belanja, baik melalui transfer ke daerah maupun tambahan pagu anggaran bagi kementerian/lembaga.

Namun dengan berbaliknya tren harga, ruang ekspansi tersebut harus disesuaikan agar keberlanjutan APBN tetap terjaga. Menurutnya, situasi ini bukan hal baru sehingga pemerintah memiliki pengalaman dan instrumen untuk mengelola dampaknya.

Ia menekankan, hingga kini kenaikan harga minyak belum menimbulkan risiko serius terhadap stabilitas fiskal. Pemerintah juga memastikan pelaksanaan paket stimulus ekonomi pada semester II 2026 tetap berjalan sesuai rencana.

Rancangan stimulus tersebut disusun dengan asumsi harga minyak global sekitar 100 dolar AS per barel, sehingga fluktuasi terkini dinilai tidak mengguncang desain kebijakan. Kondisi ini membantu pemerintah menjaga konsistensi program pemulihan ekonomi meski Kenaikan Harga Minyak Global terus menjadi perhatian.

Terus Jaga Harga BBM

Di sisi lain, Purbaya menegaskan pemerintah akan terus menjaga harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam rapat kabinet terbaru, Presiden Prabowo Subianto disebut telah meminta jajaran terkait untuk menyiapkan serangkaian simulasi berdasarkan berbagai skenario harga minyak dunia, guna mengantisipasi perubahan yang lebih tajam di masa mendatang.

Langkah ini diharapkan memberi ruang manuver yang cukup bagi pemerintah tanpa harus mengorbankan daya beli masyarakat.

Pada pasar internasional, harga minyak mentah kembali melonjak tajam. Kontrak minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September ditutup naik lebih dari enam persen ke sekitar 92,19 dolar AS per barel, sementara kontrak Brent menguat lebih dari tujuh persen hingga menyentuh 100,69 dolar AS per barel pada perdagangan 23 Juli 2026.

Lonjakan tersebut menandai level tertinggi baru sejak awal Juni dan mencerminkan meningkatnya premi risiko di pasar energi global. Pemerintah Indonesia menyadari Kenaikan Harga Minyak Global berpotensi menekan anggaran, namun menilai posisi APBN masih cukup kokoh untuk menyerap gejolak tersebut.

Exit mobile version