
Dampak ekonomi dari AI semakin menjadi perhatian setelah pemerintah bersama pelaku industri dan perusahaan teknologi memperkuat kolaborasi untuk mendorong pemanfaatan kecerdasan buatan di sektor ekonomi kreatif. Langkah tersebut dinilai penting agar Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menciptakan inovasi yang memiliki daya saing di pasar global.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif sekaligus Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menghadiri peluncuran AI Economic Impact Report: Building the Future: Shaping Indonesia’s AI Era dalam forum Google & YouTube untuk AI dan Ekonomi Kreatif di Jakarta. Forum tersebut mempertemukan pemerintah, akademisi, pelaku industri, hingga komunitas kreatif guna membahas pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) secara bertanggung jawab.
Irene menegaskan bahwa AI bukanlah teknologi yang menggantikan kreativitas manusia. Menurutnya, kecerdasan buatan justru menjadi alat untuk memperkuat kemampuan para kreator dalam menghasilkan karya yang lebih inovatif dan kompetitif.
Ia menilai Indonesia perlu mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu menguasai teknologi, memahami pengolahan data, dan mengembangkan produk kreatif yang mampu bersaing di pasar internasional. Dengan strategi tersebut, Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga berperan sebagai pengembang solusi digital.
Dampak Ekonomi dari AI Diproyeksikan Capai Puluhan Triliun Rupiah
Laporan yang disusun Google bersama Public First memperkirakan dampak ekonomi dari AI terhadap sektor ekonomi kreatif Indonesia dapat mencapai sekitar Rp66 triliun setiap tahun. Selain menciptakan nilai ekonomi yang besar, adopsi AI juga diproyeksikan melahirkan sekitar 1,8 juta kreator profesional baru pada 2035.
Teknologi berbasis AI juga diyakini mampu memperluas pasar ekspor melalui pengembangan konten digital dan proses lokalisasi yang lebih efisien. Potensi ekspor dari sektor tersebut diperkirakan mencapai Rp6,7 triliun setiap tahun.
Untuk mendukung target tersebut, Kementerian Ekonomi Kreatif bersama Google akan menghadirkan program Creative Technology Future Talents. Program beasiswa tersebut mencakup pelatihan daring di bidang Artificial Intelligence, Data Analytics, Project Management, dan Cybersecurity guna meningkatkan kompetensi pelaku ekonomi kreatif.
Selain memperkuat kemampuan teknologi, pemerintah juga menekankan pentingnya perlindungan hak kekayaan intelektual agar inovasi yang dihasilkan para kreator tetap terlindungi.
Vice President of Government Affairs & Public Policy Google, Markham Erickson, menilai Indonesia memiliki peluang besar dalam mengembangkan ekosistem AI berkat jumlah penduduk usia produktif yang tinggi dan tingkat adopsi digital yang terus meningkat. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor akan membuka lebih banyak kesempatan bagi masyarakat maupun pelaku usaha.




