Patroli Siber Diperkuat, Judi Bola Jadi Target Utama Satgas Polri di Pildun 2026

0
62
Patroli Siber Diperkuat, Judi Bola Jadi Target Utama Satgas Polri di Pildun 2026
Patroli Siber Diperkuat, Judi Bola Jadi Target Utama Satgas Polri di Pildun 2026 (Foto Ilustrasi)
Pojok Bisnis

Bergulirnya Piala Dunia 2026, aparat kepolisian mulai meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas Judi Bola yang berpotensi marak selama ajang sepak bola terbesar dunia tersebut berlangsung. Langkah ini dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan momentum turnamen oleh pihak-pihak yang menjalankan praktik perjudian secara ilegal.

Polri melalui Satgas Anti Mafia Bola telah mengaktifkan kembali sejumlah langkah pengawasan, termasuk patroli siber untuk mendeteksi situs maupun platform yang diduga memfasilitasi Judi Bola. Upaya tersebut dijalankan dengan menggandeng sejumlah lembaga terkait agar penindakan dapat dilakukan secara lebih efektif.

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Johnny Eddizon Isir, menjelaskan bahwa tim yang dibentuk telah melakukan pemantauan intensif terhadap berbagai aktivitas digital yang berkaitan dengan dugaan perjudian sepak bola selama Piala Dunia 2026.

Menurutnya, patroli dunia maya menjadi salah satu strategi utama untuk mengidentifikasi situs yang menawarkan layanan taruhan pertandingan. Jika ditemukan pelanggaran, aparat akan segera berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengambil langkah penindakan.

PT Mitra Mortar indonesia

Satgas Perketat Pengawasan Judi Bola Selama Piala Dunia 2026 Kali Ini

Dalam pelaksanaannya, Satgas Anti Mafia Bola bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) guna melakukan pemblokiran terhadap situs yang terindikasi menyediakan layanan Judi Bola. Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk menelusuri aliran dana yang diduga terkait aktivitas perjudian.

Polri menyebutkan bahwa satuan tugas ini tidak hanya beroperasi di tingkat pusat, tetapi juga melibatkan jajaran kepolisian daerah hingga tingkat polres. Dengan jaringan pengawasan yang lebih luas, aparat berharap dapat mempercepat proses penyelidikan apabila ditemukan indikasi pelanggaran hukum.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa Satgas Anti Mafia Bola kembali diaktifkan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi meningkatnya praktik Judi Bola selama penyelenggaraan Piala Dunia 2026.

Kapolri juga mengajak masyarakat untuk menikmati pertandingan dengan menjunjung tinggi sportivitas tanpa terlibat dalam aktivitas yang melanggar hukum. Menurutnya, Piala Dunia seharusnya menjadi ajang hiburan dan pemersatu para pencinta sepak bola, bukan dimanfaatkan sebagai sarana Judi Bola yang dapat merugikan banyak pihak.

DISSINDO
Top Mortar Semen Instan