Pertumbuhan Ekonomi AS Melambat Saat Harga Energi Global Terus Meroket

0
13
Pertumbuhan Ekonomi AS Melambat Saat Harga Energi Global Terus Meroket
Pertumbuhan Ekonomi AS Melambat Saat Harga Energi Global Terus Meroket (Foto Ilustrasi)
Pojok Bisnis

Pertumbuhan Ekonomi AS pada kuartal pertama 2026 tercatat lebih lemah dibandingkan perkiraan sebelumnya. Di saat yang sama, tekanan inflasi justru meningkat hingga mencapai level tertinggi dalam tiga tahun terakhir, menambah tantangan bagi perekonomian Amerika Serikat yang tengah menghadapi ketidakpastian global.

Laporan terbaru yang dirilis Departemen Perdagangan AS menunjukkan Produk Domestik Bruto (PDB) hanya tumbuh 1,6 persen secara tahunan selama tiga bulan pertama tahun ini. Angka tersebut lebih rendah dibanding estimasi awal yang berada di level 2 persen.

Kondisi itu mencerminkan perlambatan aktivitas ekonomi yang dipicu melemahnya belanja konsumen serta investasi bisnis. Penurunan tersebut juga menjadi sorotan karena terjadi menjelang agenda politik penting di Amerika Serikat, termasuk pemilihan umum paruh waktu.

Ekonom senior dari Oxford Economics, Michael Pearce, menilai revisi data terbaru menunjukkan perubahan pola konsumsi masyarakat yang mulai berdampak terhadap kinerja ekonomi nasional.

PT Mitra Mortar indonesia

Menurutnya, sektor jasa mengalami perlambatan, terutama layanan kesehatan yang sebelumnya menjadi salah satu penopang konsumsi domestik. Selain itu, persediaan barang di kalangan pelaku usaha juga tercatat menurun lebih besar dari perkiraan.

Pertumbuhan Ekonomi AS Tertekan oleh Inflasi dan Konsumsi

Michael Pearce menilai revisi ke bawah terhadap belanja konsumen pada kuartal pertama menjadi sinyal bahwa masyarakat mulai merasakan tekanan terhadap daya beli mereka. Tren tersebut berlanjut hingga April, ketika pengeluaran rumah tangga tidak lagi tumbuh sekuat sebelumnya.

Di sisi lain, indikator inflasi pilihan bank sentral AS atau Federal Reserve menunjukkan kenaikan yang cukup tajam. Indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi atau Personal Consumption Expenditures (PCE) tercatat naik 3,8 persen secara tahunan pada April 2026.

Angka tersebut meningkat dibandingkan posisi Maret yang berada di level 3,5 persen. Kenaikan inflasi membuat biaya hidup masyarakat semakin tinggi, terutama untuk kebutuhan energi dan transportasi.

Meski konsumsi pribadi masih tumbuh sekitar 0,5 persen pada April, pendapatan yang dapat dibelanjakan justru mengalami penurunan sebesar 0,1 persen. Situasi ini menunjukkan tekanan ekonomi mulai dirasakan oleh banyak rumah tangga di Amerika Serikat.

Kepala Ekonom di Navy Federal Credit Union, Heather Long, mengatakan kondisi tersebut menjadi gambaran bahwa masyarakat Amerika sedang menghadapi tekanan finansial yang semakin besar.

Pertumbuhan Ekonomi AS juga dibayangi gejolak geopolitik di Timur Tengah. Konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran memicu lonjakan harga energi global setelah terganggunya aktivitas di Selat Hormuz.

DISSINDO
Top Mortar Semen Instan