Hindari Antrean Panjang, Tukar Uang Baru Lebaran Kini Harus Daftar Online

0
55
Hindari Antrean Panjang, Tukar Uang Baru Lebaran Kini Harus Daftar Online
Hindari Antrean Panjang, Tukar Uang Baru Lebaran Kini Harus Daftar Online (Foto Ilustrasi/Pexels)
Pojok Bisnis

Menjelang Ramadan dan Idulfitri, kebutuhan Tukar Uang Baru kembali meningkat di berbagai daerah. Tradisi berbagi uang pecahan kecil saat Lebaran membuat masyarakat berburu uang layak edar, sehingga Bank Indonesia (BI) kembali mengoperasikan program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026 untuk mengatur distribusi sekaligus menjaga ketertiban layanan penukaran.

Program tahunan ini dirancang agar masyarakat dapat memperoleh uang rupiah pecahan baru secara resmi tanpa harus menghadapi antrean panjang maupun praktik percaloan. BI menyediakan dua jalur layanan utama, yakni melalui jaringan perbankan dan layanan kas keliling yang tersebar di berbagai titik strategis.

Agar proses Tukar Uang Baru berjalan tertib, BI mewajibkan pemesanan dilakukan secara daring melalui aplikasi PINTAR (Penukaran dan Tarik Uang Rupiah) di situs pintar.bi.go.id. Platform tersebut memungkinkan masyarakat menentukan lokasi, jadwal, serta nominal penukaran sebelum datang ke tempat layanan.

Sejak diperkenalkan pada 2022, sistem ini terbukti efektif mengurangi kerumunan di lokasi penukaran. Petugas hanya melayani masyarakat yang memiliki bukti pemesanan resmi berupa kode dan QR Code. Tanpa bukti tersebut, proses penukaran tidak dapat dilakukan di lapangan.

PT Mitra Mortar indonesia

BI menilai mekanisme daring penting untuk pemerataan distribusi uang baru sekaligus menghindari penyalahgunaan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Selain untuk memperoleh pecahan baru, layanan pada aplikasi tersebut juga dapat digunakan untuk menukarkan uang rupiah rusak atau cacat.

Kuota Uang dan Sebaran Layanan

Dalam program SERAMBI 2026, Bank Indonesia menyiapkan uang layak edar senilai Rp185,6 triliun. Sebagian besar, sekitar Rp177 triliun, dialokasikan untuk kebutuhan perbankan seperti pengisian ATM dan kas kantor cabang. Sementara itu, Rp8,6 triliun khusus disiapkan untuk kebutuhan masyarakat melalui layanan Tukar Uang Baru.

Setiap paket penukaran tahun ini dibatasi maksimal Rp5,3 juta per orang. BI juga membuka 2.883 titik layanan dengan total 8.755 kegiatan penukaran yang melibatkan kantor BI dan bank umum di seluruh Indonesia. Titik layanan meliputi kas keliling, kantor bank, hingga lokasi penukaran terpadu di area publik.

Kebijakan pembatasan dilakukan agar distribusi uang merata. Dengan sistem tersebut, lebih banyak masyarakat memiliki kesempatan memperoleh pecahan baru untuk kebutuhan Lebaran, terutama untuk tradisi berbagi kepada keluarga dan anak-anak.

Cara Pemesanan dan Tukar Uang Baru

Prosedur Tukar Uang Baru dimulai dengan mengakses situs pintar.bi.go.id. Setelah masuk ke halaman utama, pilih menu penukaran melalui kas keliling. Pengguna kemudian menentukan provinsi, lokasi layanan, serta jadwal yang masih tersedia.

Selanjutnya, pemohon wajib mengisi data identitas berupa NIK sesuai KTP, nama lengkap, nomor telepon, serta alamat email aktif. Setelah memilih nominal dan jenis pecahan, sistem akan menampilkan ringkasan pesanan untuk dikonfirmasi.

Apabila data telah benar, pemohon menekan tombol pemesanan dan mengunduh bukti reservasi yang berisi kode dan QR Code. Bukti tersebut harus dibawa saat datang ke lokasi penukaran sesuai jadwal yang dipilih.

Saat melakukan Tukar Uang Baru, masyarakat diwajibkan membawa KTP asli dan uang yang akan ditukarkan dalam kondisi rapi. Uang harus disusun searah, tidak dilipat, tidak direkatkan, serta tidak rusak berat. Satu NIK hanya berlaku satu kali pemesanan dalam satu periode.

BI berharap program ini tidak hanya memudahkan masyarakat memperoleh uang pecahan baru, tetapi juga menjaga kelancaran transaksi ekonomi selama Ramadan dan Idulfitri. Dengan pengaturan distribusi yang lebih terencana, kebutuhan uang tunai meningkat saat Lebaran dapat dipenuhi tanpa mengganggu stabilitas sistem pembayaran nasional.

DISSINDO
Top Mortar Semen Instan