Pemerintah menyesuaikan gaji Magang Nasional seiring kenaikan upah minimum tahun 2026. Kebijakan ini ditempuh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) untuk menjaga keberlanjutan program sekaligus meningkatkan kesejahteraan peserta yang sedang menjalani pelatihan kerja di berbagai perusahaan dan lembaga.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyampaikan, peningkatan upah minimum otomatis berpengaruh pada besaran uang saku atau gaji Magang Nasional yang diterima peserta. Penyesuaian tersebut dilakukan mengikuti ketentuan upah minimum di setiap daerah.
Menurut dia, uang saku dalam program ini bukan sekadar insentif, tetapi penopang biaya hidup selama peserta menjalani praktik kerja langsung di lapangan. Dengan adanya kenaikan upah minimum 2026, peserta di berbagai wilayah akan menerima gaji Magang Nasional yang lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya.
Sebagai gambaran, upah minimum Provinsi Sumatera Barat pada 2025 sebesar Rp2.994.193 meningkat menjadi Rp3.182.955 pada 2026. Perubahan angka tersebut berdampak langsung pada peningkatan gaji Magang Nasional bagi peserta yang ditempatkan di wilayah itu.
Program Magang Disiapkan untuk Tekan Pengangguran
Yassierli juga mengingatkan para peserta agar menggunakan uang saku secara bijak. Ia mendorong peserta memanfaatkan dana tersebut untuk kebutuhan produktif, seperti menabung, membantu keluarga, atau mendukung pengembangan keterampilan selama masa pelatihan.
Program magang nasional sendiri merupakan salah satu prioritas pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Skema ini dirancang untuk mempertemukan lulusan pendidikan dengan kebutuhan industri melalui pengalaman kerja nyata.
Menurut Kemnaker, peserta tidak hanya memperoleh pengalaman kerja, tetapi juga pembentukan etos kerja, disiplin industri, serta pemahaman terhadap standar operasional perusahaan. Dengan demikian, program tersebut diharapkan memperkecil kesenjangan antara kompetensi lulusan dan kebutuhan pasar tenaga kerja.
Yassierli menegaskan, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi tujuan utama. Program magang dipandang sebagai strategi untuk menekan pengangguran sekaligus mempersiapkan tenaga kerja muda agar siap bersaing.
Pemerintah Perkuat Kualitas Pelatihan
Kemnaker menilai keberadaan gaji Magang Nasional yang lebih layak dapat meningkatkan motivasi peserta serta mendorong minat generasi muda mengikuti pelatihan berbasis industri. Selain itu, perusahaan juga diharapkan semakin aktif terlibat karena memperoleh calon tenaga kerja yang telah terlatih.
Ke depan, pemerintah berencana terus mengevaluasi pelaksanaan program, termasuk standar pelatihan, kurikulum praktik, hingga mekanisme penempatan peserta. Perbaikan berkelanjutan diharapkan membuat program semakin relevan dengan kebutuhan industri yang terus berubah.
Melalui peningkatan gaji Magang Nasional dan penyempurnaan sistem pelatihan, pemerintah berharap program tersebut benar-benar menjadi jembatan efektif antara dunia pendidikan dan dunia kerja serta memperkuat daya saing tenaga kerja Indonesia.
