
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap Byon Combat yang dinilai berkembang sebagai intellectual property (IP) event berstandar global dan menjadi kebanggaan industri olahraga hiburan Indonesia. Kehadirannya dalam konferensi pers Byon Combat Showbiz Vol. 6: Indonesia vs Malaysia II di Tenis Indoor Senayan, Jakarta, Jumat (21/11), menjadi bentuk dukungan langsung pemerintah terhadap keberlanjutan ekosistem event kreatif tersebut. Ia menegaskan bahwa Byon Combat bukan sekadar pertunjukan adu fisik, namun wadah pengembangan industri kreatif yang memberi dampak ekonomi nyata.
Menurut Riefky, pertumbuhan sektor ekraf akan semakin kuat ketika dikombinasikan dengan industri hiburan berbasis olahraga. IP event seperti Byon Combat, katanya, memberi nilai tambah tidak hanya dari sisi tontonan, tetapi juga dari aktivitas komersial yang mengikutinya. “Mereka membangun karakter petarung, menciptakan storytelling, mengemas visual, memproduksi merchandise, hingga menyajikan format konten dan distribusi digital yang menarik. Semua unsur itu memberi kontribusi langsung pada perekonomian kreatif,” ujarnya.
Kolaborasi Kreatif Memperluas Dampak Ekonomi Olahraga Hiburan
Ia menambahkan, kehadiran pemerintah dalam event ini juga bertujuan memastikan adanya kolaborasi berkelanjutan antara pelaku olahraga, desainer konten, industri fashion, fotografer, dan sektor kreatif lainnya agar manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas.
Prestasi Byon Combat dalam dua tahun terakhir juga mendapat sorotan. Pada edisi kelima, Byon Combat Showbiz Vol. 5 mencatatkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai “Pertunjukan Olahraga Kombat dengan Transaksi Pay-Per-View Terbanyak melalui Penyedia Layanan Streaming (Vidio)”. Capaian tersebut menjadi indikator jelas bahwa pasar olahraga hiburan digital memiliki potensi ekspansi besar, baik di dalam negeri maupun internasional.
Dalam kesempatan yang sama, Riefky bersama Direktur Penerbitan dan Fotografi Iman Santosa resmi meluncurkan Sport Photo Competition, kompetisi fotografi dan videografi olahraga yang berfokus pada gelaran Showbiz Vol. 6. Ajang ini terselenggara melalui kolaborasi Kementerian Ekraf dengan Sony, Canva, dan DNA Sport. Dari 442 pendaftar, sebanyak 20 fotografer berhasil lolos kurasi untuk berkompetisi secara langsung di area pertandingan.
Menteri Ekraf menilai kompetisi tersebut menjadi ruang baru bagi talenta kreatif. “Event ini membuka peluang bagi fotografer, videografer, kreator konten, hingga digital artist. Kami melihat Byon Combat sebagai jembatan kuat antara olahraga bertenaga tinggi dan seni visual modern,” tuturnya.
CEO Byon, Yoshua Marcellos, menyatakan dukungan pemerintah menjadi dorongan besar untuk memperkuat industri combat sport di Indonesia. Menurutnya, kerja sama yang sedang dibangun dapat menjadi langkah strategis untuk membawa industri ini ke panggung internasional. “Kita ingin membuktikan bahwa Indonesia mampu membuat IP event combat sport berkelas dunia. Dengan adanya kolaborasi ini, kami semakin optimistis,” tegasnya.




